Parenting, efek buruk televisei terhadap anak, efek buruk televisi , anak menonton televisi,

Seiring dengan semakin sibuknya orangtua di zaman sekarang ini, para orangtua kini semakin mengabaikan anak-anak mereka sendiri, melepaskan pembentukan karakter serta pengaruh terhadap mereka. Membiarkan media sesukanya mempengaruhi mereka. Yang akhirnya karakter anak terbentuk oleh tontonan yang setiap hari mereka saksikan di TV.

Beberapa tahun lalu, para pakar pendidikan dari Inggris menyampaikan laporan kepada Kongres, merekomendasikan agar pemerintah membuat undang-undang untuk melarang orangtua membiarkan anak-anaknya yang berusia kurang dari 3 tahun menonton TV.

Pakar pendidikan Inggris Martin Lawson mengatakan : “Jika Anda bisa membuat anak-anak tidak menonton TV sebelum usianya menginjak 12 tahun, maka mereka akan memetik manfaat sepanjang hayatnya.”

Sebelum datangnya era televisi, anak-anak belajar dengan mengandalkan buku bacaan, cerita orangtua. Tapi sekarang, dengan ketergantungan pada program televisi dan hiburan yang bias, mereka sedang tumbuh dan membentuk diri di bawah pemboman media yang tiada henti.

Usia 0-3 tahun merupakan masa pertumbuhan jiwa yang paling kritis. Anak-anak perlu mengembangkan dan membangun diri dalam dunia yang sesungguhnya. Menyerahkan anak-anak pada dunia maya di atas layar kaca, selain memungkinkan orangtua bisa sedikit lebih santai, tapi itu lebih banyak mudaratnya tanpa manfaat sedikit pun bagi mereka.

Efek buruk TV terhadapa anak batita :

Menonton TV menggantikan waktu bermain anak-anak, sementara bermain itu sangat penting bagi mereka.

Menghambat perkembangan bahasa anak-anak, karena menonton televisi itu sifatnya satu arah/pasif, sementara belajar bahasa perlu diwujudkan melalui interaksi (dialog dua arah)

Menghambat perkembangan imajinasi anak-anak, mereka diindoktrinasi secara pasif.

Menonton televisi membatasi pengalaman dan sensasi anak-anak. Anak-anak yang kaya dengan pengalaman dan sensasi baru bisa berkembang dengan lebih baik.

Perhatian anak-anak yang terlalu sering menonton televisi tidak fokus, sehingga membuat pembelajarannya di kemudian hari menjadi lebih sulit.

Terlalu sering menonton televisi menyebabkan aktivitas berkurang, sehingga membuat keselarasan fisik menurun.

Anak-anak yang terlalu sering nonton televisi terbiasa menerima informasi tanpa pertimbangan, malas untuk berpikir dan mempelajarinya.

Anak-anak yang terlalu sering menonton televisi, kemampuan bersosialisasi buruk, karena kurangnya pengalaman berinteraksi antar sesama.

Menonton TV membuat anak kecanduan. Anak-anak yang terlalu sering menonton televisi bisa terpengaruh oleh iklan dan akan mengembangkan kebiasaan yang buruk (menjadi konsumtif). (Jhn/Yant)

Share

Video Popular