Erabaru.net. Dalam hidup ini yang paling berharga bukanlah uang atau kekuasaan tapi kedamaian.

Jalani kehidupan yang sesuai dengan nasib sendiri, pergi bekerja dan menyelesaikan masalah dengan interaksi personal dengan sikap yang baik.

Tidak berharap adalah hukum kedamaian pikiran, tidak serakah maka hati pun tenang, perbanyak hati yang gembira dan rela melepas, kurangi derita akibat kegalauan, mengejar perfeksionis dijauhi kegembiraan, hati yang tenang tentu tenteram, pikiran tenteram membuat masyarakat menjadi damai.

Keserakahan, kebencian dan kebodohan adalah penyakit pikiran manusia.

Penyakit berasal dari pikiran, jika diobati dengan penyembuh hati, maka hati pun tenteram dan damai, segala penyakit akan hilang dengan sendirinya, sehingga jiwa dan raga menjadi ceria, tiada kepikiran dan tiada teror, jauh dari impian kosong, memahami dengan baik kematian, maka hati pun menjadi tenang.

Kita semua hidup untuk diri sendiri, kehidupan adalah milik sendiri,hidup kita yang menentukan kita sendiri bukan orang lain.

Setiap saat berpikir untuk berbuat baik atau jahat demi mengambil hati orang maka hidup pun tak akan nyaman, kehilangan inisiatif dan selalu dikendalikan orang lain.

Ada sebuah cerita: Ada seorang ayah dan anak menggiring seekor keledai pergi ke kota, di tengah jalan ada yang mengkritik mereka berdua itu sungguh bodoh, tidak menaiki keledai malah berjalan menggiring keledai.

Sang ayah pun membiarkan si anak menunggang keledai, dan dirinya sendiri berjalan kaki.

Belum lama berjalan, ada lagi yang mengkritik anak tidak berbakti, membiarkan sang ayah berjalan, ayah pun merasa kritikan itu benar, itu sebabnya gentian ia yang menunggang keledai dan membiarkan anaknya berjalan kaki.

Setelah berjalan beberapa saat, ayah dan anak terasa lelah maka berdua menunggang keledai, setelah berjalan tidak jauh, ada lagi orang yang mengkritik mereka berdua terlalu tidak berbelas kasih, bayangkan, dua orang menunggang seekor keledai, si keledai sudah tidak tahan lagi, lalu si ayah dan anak mengikat kaki-kaki keledai pada pemikul dan berjalan menggotongnya.

Disaat melewati jembatan, keledai yang kesakitan sudah tidak tahan lagi, ia pun meronta-ronta untuk melepaskan diri, karena si ayah dan anak yang sudah kelelahan tidak bisa menahan rontakan keledai akhirnya mereka bertiga tercebur ke dalam sungai.

Hikmah dari cerita ini: Memutuskan sesuatu di dalam kehidupan ada ditangan diri sendiri, Anda tidak bisa menyenangkan semua orang, semua orang punya pemikiran berbeda, sulit menentukan mana yang benar.

Manusia seharusnya bersikap tegas, yakin kepada diri sendiri, tidak plin-plan, dengan demikian dapat melakukan tugas dengan benar. Kenapa harus peduli kepada kritikan, hinaan atau rasa hormat orang lain? (Hui/Yant)

Share

Video Popular