Tim Arkeolog Argentina sedang melakukan penelitian terhadap suatu reruntuhan bangunan untuk memastikan apakah bangunan itu didirikan sebagai tempat persembunyian perwira tinggi Nazi Jerman yang melarikan diri.

Reruntuhan bangunan itu berada di suatu tempat terpencil dalam cagar alam yang terletak di bagian utara Argentina.

BBC melaporkan, petugas peneliti mengatakan bahwa mereka sebelumnya menemukan di sekitar reruntuhan bangunan itu 2 keping uang koin Jerman di masa Perang Dunia II. Mereka memperkirakan bahwa besar kemungkinan bangunan itu belum pernah dihuni oleh anggota Nazi dengan alasan ‘mereka’ dimungkinkan untuk berkeliaran secara bebas di perkotaan Argentina.

Perwira Nazi yang melarikan diri ke Argentina termasuk Letnan Kolonel Adolf Eichmann dan Kapten Erich Priebke.

Peneliti dari Universitas Buenos Aires mengatakan bahwa keputusan untuk mengeksplorasi reruntuhan bangunan tersebut timbul karena beredar berita di masyarakat bahwa salah seorang asisten Adolf Hitler yang bernama Martin Bormann pernah bersembunyi di dalam bangunan ini.

Bangunan itu berada di dalam Taman Teyu Cuare yang terletak di sekitar San Ignacio yang termasuk Provinsi Misiones, sebuah provinsi paling utara dari Argentina. Hal yang menimbulkan kecurigaan para peneliti karena ketiga bangunan itu memiliki tata letak ruangan yang berbeda dengan bangunan lokal lainnya. Selain itu, bangunan yang sengaja didirikan di tengah-tengah cagar alam juga menimbulkan kecurigaan. Dan mereka menemukan barang-barang Jerman masa Perang Dunia II.

Barang-barang tersebut termasuk uang kepingan tahun 30-an, porselen Mason buatan Jerman tahun 40-an. Walau barang-barang tersebut belum tentu mempunyai hubungan langsung dengan perwira Nazi yang melarikan diri ke Argentina.

Para peneliti menganggap pendapat yang dikemukan orang di masa lalu bahwa bangunan itu didirikan oleh para misionaris Jesuit untuk keperluan ibadah terlalu sederhana. Meskipun mereka juga menolak anggapan bahwa asisten Hitler, Martin Bormann pernah menghuni bangunan tersebut.

Karena hasil uji DNA terhadap sejumlah tulang belulang yang ditemukan di Kota Berlin tahun 1998 membuktikan bahwa Martin Bormann telah bunuh diri pada tahun 1945 sehingga tidak mungkin melarikan diri ke Amerika Latin.

Namun para peneliti tetap menaruh kecurigaan yang tinggi karena beberapa alasan seperti bangunan yang sengaja dibangun cukup luas di tengah-tengah taman yang tersembunyi sehingga sulit diketahui orang, beberapa dinding bangunan di sana memiliki ketebalan sampai 3 meter.

Para peneliti sekarang sedang menyelidiki tentang kemungkinan bangunan tersebut dipersiapkan untuk menampung para perwira Nazi yang melarikan diri bila kalah perang.

Namun para peneliti percaya bangunan itu belum pernah dihuni, karena para Nazi pelarian itu setelah tiba di Argentina menemukan bahwa mereka dapat hidup dengan bebas dan nyaman di perkotaan Argentina, untuk apa memilih hidup di daerah yang terpencil.

Semasa Presiden Juan Peron berkuasa, sejumlah besar anggota Nazi dan Fasis termasuk penjahat perang masuk ke Argentina karena kebijakannya. Itulah sebabnya perwira SS seperti Adolf Eichmann yang melakukan pembantaian di Jerman pernah hidup di pinggiran Kota Buenos Aires sampai 10 tahun meski akhirnya diculik oleh agen-agen Israel .(Sin/Yant)

Share

Video Popular