Otak merupakan organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia, juga merupakan organ yang paling misterius. Otak dapat membantu kita mengingat dan berpikir, bahkan dapat memengaruhi dunia batin kita. Pernahkah Anda memikirkan apakah fungsi susunan otak dan bagaimana bentuk operasionalnya?

Otak manusia senantiasa merupakan sebuah bidang yang sulit untuk diketahui oleh para ilmuwan. Interaksi zona otak yang mana saja dapat membentuk kesadaran kita? Dalam serangkaian perilaku manusia yang kompleks itu, bagaimanakah cara otak mengendalikannya?

Pertanyaan tersebut hingga kini masih merupakan sebuah misteri yang belum terungkap. Berikut 10 misteri otak yang barangkali belum Anda ketahui. Beberapa di antaranya hingga kini masih merupakan sebuah misteri yang sulit diketahui oleh ilmu pengetahuan sekarang.

1. Otak yang berat tidak berarti IQ-nya tinggi

Berat otak orang dewasa lebih kurang 1,34 Kg, kaum pria lebih kurang 1,35 Kg, sementara kaum wanita lebih kurang 1,2 Kg. Otak yang semakin besar tidak otomatis IQ-nya lebih tinggi. Seperti otak Einstein lebih kurang hanya 1,23 Kg.

2. Listrik otak

Daya listrik yang dihasilkan oleh otak Anda, cukup untuk menyalakan sebuah bola lampu sebesar 25 watt.

3. Synesthesia

Synesthesia adalah sejenis fenomena yang menunjukkan bahwa rangsangan indera atau kognitif dapat secara spontan atau tidak aktif menyebabkan persepsi atau pemahaman lain. Sebagian kecil manusia memiliki fenomena tersebut, mereka dapat membedakan warna dari indera pendengaran, mengenal huruf dari indera penciuman.

Fenomena tersebut paling awal ditemukan pada abad ke-19, ada yang setelah mengalami luka pada luar otak, lalu timbul fenomena ini, barulah memiliki fenomena seperti itu, namun ada juga yang memiliki kemampuan tersebut sejak kecil.

4. Mengapa manusia bisa mimpi, ini masih misteri

Mimpi juga merupakan sebuah pengalaman yang pernah dialami oleh hampir setiap orang, kandungan mimpi juga sangat kaya dan beranekaragam, tidak kalah dengan kehidupan nyata. Namun mengapa manusia dapat bermimpi, hingga kini masih merupakan sebuah misteri.

Sebagian ilmuwan berpendapat, mimpi merupakan sebuah cara untuk melatih otak ketika orang sedang tidur, juga ada ilmuwan yang mengatakan, mimpi merupakan reaksi dari informasi dalam jumlah besar yang diterima menusia pada siang hari. Namun penjelasan-penjelasan tersebut masih belum betul-betul mengungkap misteri tentang mimpi.

5. Penyakit buta wajah

Penyakit buta wajah juga disebut “penyakit lupa wajah”, dahulu dianggap sebagai penyakit yang sangat jarang terjadi, akan tetapi sesungguhnya agak umum jika dilihat dari lingkup global, kira-kira terdapat 2,5% manusia menderita penyakit buta wajah. Pada umumnya dapat dibagi jadi 2 jenis: penderita tidak dapat melihat dengan jelas wajah orang lain, dan penderita tidak mampu membedakan bentuk wajah orang lain.

Dalam otak terdapat banyak zona yang terlibat dalam pengolahan informasi citra wajah, tetapi studi ilmu pencitraan menunjukkan lokasi zona wajah fusiform sangat penting, merupakan bagian dari lobus temporal otak. Zona wajah oksipital yang terletak di bagian belakang otak besar, mungkin juga memainkan peranan penting. Bertanggungjawab membedakan benda yang dilihat apakah merupakan wajah manusia. Sulcus Atas Lubus Temporal yang berada dalam Lubus Temporal dapat memberika reaksi atas perubahan ekspresi wajah dan sudut visual orang yang diamati. Dewasa ini penyakit buta wajah masih merupakan sebuah masalah yang sulit diatasi oleh kalangan medis. Ilmuwan menyebutkan masih belum menemukan metode penyembuhan dengan cara apa pun.

6. Kebutuhan oksigen

Otak memerlukan 20% dari seluruh keperluan oksigen tubuh kita, sebesar 3 kali lipat dari kebutuhan seluruh otot tubuh manusia.

7. Perasaan tanpa nyeri

Tidak ingin merasakan nyeri mungkin merupakan impian banyak orang, tetapi sekali Anda kehilangan rasa nyeri, Anda akan merasakan betapa berharganya rasa nyeri itu. Di Bumi ini terdapat sebagian kecil orang yang tidak memiliki rasa nyeri sejak lahir, penyaluran rasa nyeri mengalami kemacetan, dengan kata lain, orang tersebut kehilangan rasa nyerinya, namun IQ-nya, serta kemampuan merasakan suhu dingan maupun panas, getaran dan gerakan, bertumbuh dengan normal. Kasus semacam ini sangat jarang kita jumpai, Pusat Pengobatan CIPA (Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis, penyakit kurang sensitif terhadap rasa nyeri merangkap tidak dapat berkeringat dari bawaan lahir) Amerika Serikat telah menerima dan melakukan terapi terhadap 35 pasien.

Walau para ilmuwan telah memberi beberapa penjelasan terhadap penyakit tersebut, namun hingga kini CIPA masih merupakan sebuah misteri yang belum dapat dipecahkan oleh kalangan medis seluruh dunia.

8. Mengapa tidak dapat menggelitik diri sendiri

Sebagian besar orang memiliki tempat tertentu di tubuh yang takut disentuh atau digelitik, dan tempat itu mudah ditemukan, ada orang di bagian perut, ada yang di leher, sebagian orang jika disentuh sisi dadanya, akan tertawa terbahak-bahak, ini adalah suatu reaksi alamiah.

Mengapa orang lain dapat menggelitik kita, akan tetapi kita tidak dapat menggelitik diri sendiri? Masalah ini hingga sekarang masih belum ada pejelasan yang tepat. Sebuah studi mengatakan, ketika seseorang bergerak berpindah tempat, atau melakukan fungsi apa pun, otak kita dapat mengetahui perasaan apa yang akan muncul, namun kita sama sekali tidak menyadari masih banyak perasaan yang timbul dari gerakan kita. Juga ada ilmuwan yang berpendapat, adalah otak kecil yang membuat kita tidak dapat menggelitik diri sendiri.

9. Otak besar tumbuh hingga usia 25 tahun

Remaja yang telah menginjak usia 18 tahun, dapat mengikuti upacara orang dewasa yang megah, namun jangan terburu-buru, tunggulah 6 tahun lagi juga tidak terlambat. Seorang psikolog Inggris dalam studi terbarunya menemukan, pertumbuhan otak besar manusia baru sempurna hingga umur 25 tahun dan benar-benar memasuki usia dewasa.

10. Refl eksi sendiri

Otak merupakan satu-satunya organ yang dapat melakukan renungan diri sendiri. (Tys)

Share

Video Popular