Dengan penuh perhatian mengosongi judul, maka diperkirakan penulisan isi akan agak bebas, hidup dalam zaman ini bagaikan berada di dalam gelas kaca melihat ke dunia luar; menjulurkan kepala akan membentur kaca, diri sendirilah yang akan babak belur; bertahan dalam gelas akan terpisah dari dunia.

“Menganggap orang lain sebagai diri sendiri, menganggap diri sendiri sebagai orang lain, menganggap orang lain sebagai orang lain, menganggap diri sendiri sebagai diri sendiri”. Hendaknya memperhatikan kata-kata ini dan melaksanakannya dalam kehidupan. Dengan demikian rasa kasihan, rasa empati, rasa harga diri dan lain-lain yang seharusnya ada dapat dikendalikan kadarnya.

Berbicara pada orang lain hendaknya bertanggungjawab, mendengarkan orang lain berbicara hendaknya serius; jika orang lain berbicara secara tidak bertanggungjawab, orang yang mendengarkannya jugalah jangan menganggapnya terlalu serius. Dalam bekerja hendaknya demikian, dalam hidup demikian, dalam kehidupan emosional demikian, dalam politik demikian…

Yang dinamakan kehidupan bagaikan bersandiwara, bersandiwara bagaikan kehidupan, kita semua berputar-putar di dunia, peran yang diperankan sekarang, baik terpaksa maupun sukarela, dunia adalah bulat, sedikit kurang berhati-hati maka orang peristiwa dan benda yang kelihatannya tidak bersangkut paut dapat juga bertumbukan menjadi satu, berhati-hatilah terhadap “butterfly effect” (perbedaan kecil dapat mengakibatkan perbedaan besar)!

Waktu adalah obat pelupa yang diminum oleh orang hidup, tak perduli benar atau tidak dia dapat membuat “luka” sama sekali terlupakan, setidaknya telah memudarkan kesan dalam ingatan, besok mentari tetap terbit, merupakan suatu hari yang sama sekali baru. (Prm)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular