Apakah Anda akan melampiaskan kemarahan ketika orang lain berbuat salah kepada Anda ? Bila Anda marah sebenarnya Anda sedang menghukum diri sendiri. Marah dapat memperburuk suasana hati, menaikkan tekanan darah yang mengganggu kesehatan.

Di bawah ini terdapat 5 cara yang dianjurkan oleh ahli kejiwaan untuk membantu Anda memadamkan api kemarahan, agar hati lebih tenang dalam menghadapan kehidupan.

Tarik nafas dalam-dalam

Ketika rasa amarah Anda sedang memuncak, cari tempat yang tenang, duduk kemudian pejamkan kedua mata Anda. Lakukan beberapa kali tarik nafas yang dalam agar pikiran menjadi tenang. Kembungkan perut kecil saat menarik nafas dalam-dalam agar lebih banyak oksigen yang terhirup, sekaligus terjadi pelepasan beberapa hormon penenang dan santai seperti endorfin, serotonin dan sejenisnya.

Mengekspresikan secara tepat

Dengan mengekspresikan secara tepat kemarahan Anda selain membuat orang lain memahami alasan kemarahan Anda. Juga memberi kemudahan bagi Anda untuk menjelaskannya kepada rekan atau teman, dan bermanfaat dalam menurunkan emosi. Dengan demikian orang di sekeliling akan makin memahami pandangan Anda dan lebih memperhatikannya di waktu mendatang.

Membuat catatan

Tuliskan secara rinci hal-hal yang dapat menimbulkan kemarahan guna membantu Anda lebih tahu mengapa Anda marah, di samping itu, mulai memahami mengapa Anda jadi sering marah, perlu untuk mencari dan menemukan alasan utamanya untuk menghindari sering marah. Mungkin setelah Anda melihat kembali ke belakang atau melakukan introspeksi diri justru menemukan bahwa untuk hal itu sesungguhnya tidak perlu sampai marah-marah.

Berolahraga

Olahraga dan makan dapat memainkan peran dalam mengatur suasana hati. Menjelang pulang kantor pada sore hari adalah saat yang paling sibuk dan melelahkan. Di saat itu makan makanan ringan, selain bisa membantu mengatasi rasa lapar yang mulai merongrong juga memberi kesejukan hati. Studi dari Universitas Aichi Jepang menunjukkan bahwa wanita yang setiap harinya melakukan jalan kaki selama 1 jam, 4 minggu kemudian, tingkat kemarahan dan kekerasan mereka akan menurun sebanyak 15 %.

Melakukan meditasi

Meditasi dapat menyebabkan berbagai perubahan fisiologis juga rileks, mengurangi jumlah konsumsi oksigen, tingkat pernafasan, detak jantung, aktivitas sistem saraf simpatis, tetapi meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang dapat membantu menyeimbangkan sistem saraf otonom. Dengan berkonsentrasi pada pernafasan perasaan nyaman dapat dirasakan. Ada laporan yang menunjukkan bahwa wanita yang biasa melakukan meditasi, maka tingkat konsentrasi dari melatonin nokturnal dalam tubuh lebih tinggi dari rata-rata wanita. Melatonin sendiri adalah zat antioksidan terbaik. (Sin/Yant)

Share

Video Popular