Pernahkah Anda berpikir akan merasa jauh lebih baik, dan mungkin kehilangan sedikit berat badan, jika bisa berhenti mengonsumsi banyak gula? Apakah Anda merasa frustrasi karena terus berpikir dan mendambakan makanan ringan bergula? Apakah Anda telah sampai pada titik di mana keinginan untuk merasa lebih baik adalah lebih berat dari kondisi semula?

Ketika orang sekali memutuskan untuk menghilangkan gula dari asupan mereka, biasanya mereka akan merasa panik terlebih dulu. Jika Anda memiliki alasan yang kuat untuk melangkah keluar dari zona nyaman Anda, maka segalanya akan lebih mudah!

Pertimbangkan untuk melakukan detoksifikasi gula, jika Anda mengalami salah satu masalah berikut ini:

  • Menderita pra diabetes atau diabetes tipe-2
  • Memiliki lemak perut yang ingin dihilangkan
  • Kelebihan berat badan dan rendah energi
  • Selalu mendambakan makanan bergula dan karbohidrat
  • Mengalami kesulitan menurunkan berat badan pada diet konvensional
  • Makan saat tidak merasa lapar
  • Mendapatkan gejala penarikan jika mengurangi atau berhenti mengonsumsi gula atau tepung

Jika salah satu poin di atas menjadi masalah Anda, maka beberapa langkah berikut adalah panduan komprehensif untuk mendetoksifikasi gula. disarankan untuk melakukan detoksifikasi selama 10 hari penuh.

1.Buat keputusan untuk mendetoksifikasi

Ada banyak gejala lain yang mungkin Anda alami, di antaranya termasuk kembung, gas, refluks, iritasi usus, sakit sendi atau otot, kabut otak, memori atau masalah suasana hati (mood), sinus atau gejala alergi, dan banyak lagi. Anda mengetahui secara intuitif bahwa kondisi ini tidak normal dan entah bagaimana terkait dengan konsumsi gula, sehingga dengan melakukan detoksifikasi gula, Anda telah membuat keputusan untuk merasa sehat dan bahagia!

2. Mengurangi asupan gula

Seperti yang kita ketahui, gula sangat adiktif dan merangsang pusat-pusat saraf untuk kesenangan di otak, seperti halnya kokain dan obat-obatan lainnya. Inilah alasannya mengapa perlu detoksifikasi gula. Hentikan mengonsumsi segala bentuk gula, produk tepung, dan pemanis buatan, yang menyebabkan peningkatan nafsu, memperlambat metabolisme dan menyebabkan penyimpanan lemak. Idealnya, selama 10 hari, hindari mengonsumsi makanan dalam kemasan atau kaleng, dan setiap makanan yang memiliki label. Gantikan dengan makanan segar atau yang dimasak langsung.

3. Detoks minuman Anda

Kita sering kali lupa bahwa jus, minuman berenergi, dan teh manis sama buruknya dengan makanan yang sarat gula atau tepung. Bahkan ketika kita minum soda manis dan jus, seluruh glukosa masuk sangat cepat ke dalam aliran darah, meningkatkan gula darah, sehingga menyebabkan tubuh melepaskan insulin, dan akhirnya mulai siklus yang mengarah ke lemak perut dan kadar trigliserida yang tinggi! Data statistik: 20 ons soda mengandung 15 sendok teh gula; Gatorade mengandung 14 sendok teh gula dalam satu botol.

4. Daya protein

Mengonsumsi protein yang sesuai kebutuhan setiap kali makan, terutama saat sarapan, dapat secara ajaib menyeimbangkan gula darah dan insulin serta menghilangkan rasa ketagihan. Sarapan pagi dengan pancake, wafel, sereal, dan buah, bukan bagian dari persamaan ini. Anda lebih baik menggantikannya dengan telur dadar atau orak-arik dengan sayuran, atau bahkan dengan minuman shake protein berkualitas tinggi. Anda harus memasukkan menu kacang-kacangan, biji-bijian, telur, ikan, ayam, atau daging ternak yang diberi makan rumput untuk mendapatkan protein setiap kali makan.

5. Konsumsi karbohidrat hijau

Tahukah Anda bahwa sayuran adalah karbohidrat? Anda bisa makan sebanyak yang diinginkan. Yap, karbohidrat hijau tak terbatas … sayuran non-tepung seperti kale atau dandelion, jenis apa pun dalam keluarga brokoli (kembang kol, kale, kol), asparagus, kacang kapri, jamur, bawang, zucchini, tomat, adas, terong, artichoke, dan paprika. Untuk lebih hemat bisa diganti dengan ubi jalar atau bit.

6. Lemak adalah kawan

Lemak tidak membuat Anda gemuk, kalori ekstra dan terlalu banyak gula yang menyebabkannya. Lemak membuat Anda merasa kenyang, membantu menyeimbangkan gula darah, dan memang diperlukan untuk produksi hormon yang sehat. Bersama dengan protein,disarankan untuk mengonsumsi lemak baik pada setiap kali makan atau makanan ringan. Sumber lemak baik termasuk diantaranya kacang-kacangan dan biji-bijian (yang juga mengandung protein), minyak zaitun extra virgin, minyak kelapa, alpukat, dan lemak omega-3 dari ikan.

7. Bersiaplah untuk hal darurat

Agar mencapai keberhasilan, Anda harus berpikir ke depan dan menghindari makanan “berisiko” ketika gula darah menurun dan ketika berada di tempat publik yang banyak menjual makanan seperti di bandara, kantor, atau pertokoan, resto cepat saji, dan mesin penjual snack. Anda perlu untuk membekali diri dengan makanan ringan yang sehat, carilah makanan seperti:

• Biji almond, walnut, dan kuaci
• Daging ikan atau ayam
• Buah segar atau sayuran

8. Kurangi stres

Terdapat hubungan langsung antara stres dan hormon kortisol. Ketika Anda stres, kadar kortisol akan naik. Ini yang membuat lapar, dan mengawali pola penyimpanan lemak perut, dan menyebabkan diabetes tipe-2. Kuncinya di sini adalah, menyadari ketika Anda merasa stres dan belajar untuk beristirahat.

  • Bernapas.
  • Bernapas dalam-dalam.

Studi menunjukkan bahwa mengambil napas dalam-dalam akan mengaktifkan saraf khusus, yang disebut saraf vagus, yang dapat mengalihkan metabolisme dari penyimpanan lemak menjadi pembakaran lemak dan dengan cepat mengeluarkan Anda dari kondisi stres. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah mengambil napas dalam-dalam.

9. Jangan menambah bahan bakar

Alergi makanan dan stres dapat menyebabkan peradangan yang pada gilirannya akan memicu ketidakseimbangan gula darah, resistensi insulin, pra-diabetes, dan diabetes tipe-2. Sumber yang paling umum dari makanan inflamasi adalah gula, tepung, lemak trans, gluten, dan susu. Kita sering mendambakan makanan yang sebenarnya alergi terhadap tubuh. Ini mungkin waktu yang tepat bagi Anda untuk menghilangkan gluten dan susu selama 10 hari. Menjauhkan diri dari mereka tidaklah mudah, tapi setelah hanya 2 atau 3 hari tanpa mereka, Anda telah memperbaharui energi, menghilangkan ketagihan, dan akan menemui banyak gejala umum penyakit Anda hilang.

10. Tidur

Pernahkah mengalami sulit menurunkan berat badan, terjebak dalam kondisi tersebut meskipun sudah melakukan semua hal yang benar, dan kemudian tiba-tiba Anda mengambil cuti beberapa hari dan tidur lebih banyak lalu menemukan berat badan Anda turun 2 kilogram dalam semalam? Tidur dibutuhkan oleh tubuh untuk menyembuhkan, mengatur ulang hormon-hormon, dan mengurangi stres serta peradangan. Mari kita jujur, sebagian besar dari kita tidak pernah cukup tidur. Jika tidur kurang dari delapan jam seperti yang direkomendasikan para ahli kesehatan, Anda akan mengalami kenaikan hormon lapar, penurunan hormon penekan nafsu makan, dan keinginan besar untuk mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan. Namun bila tidur menurut standar, maka benar-benar bisa melenyapkan rasa ketagihan dan berat badan Anda turun. (Ajg/Yant)

Share

Video Popular