Tingkat EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang menentukan bagaimana ia dapat bersosialisasi secara harmonis dengan orang lain. Orang dengan tingkat EQ tinggi biasanya dapat menempatkan diri memikirkan kepentingan orang lain untuk membangun hubungan inter-personal yang baik. Bagi pemangku sebuah jabatan manajerial, lebih membutuhkan tingkat EQ yang tinggi, karena mereka mempunyai lebih banyak kesempatan untuk berurusan dengan tim kerja, karyawan ataupun relasi, orang dengan EQ tinggi dapat menangani dengan lebih selaras permasalahan politis di tempat kerja yang sangat menyusahkan.

Hasil pengamatan sebuah situs tentang sumber daya manusia, CareerBuilder menunjukkan bahwa 71% perusahaan ketika mewawancarai calon karyawannya lebih mementingkan EQ dari pada IQ.

Sebuah perusahaan internasional TalentSmart yang khusus bergerak dalam bidang tes EQ dan pelatihan, dalam sebuah penelitiannya telah membuktikan bahwa EQ menduduki 58% kinerja pengurus tingkat atas (mulai dari direktur sampai Chief Executive Director/CEO). Karena kemampuan lunak ini dapat membuat perusahaan beroperasi dengan lebih lancar, bahkan dapat meningkatkan Soft Power perusahaan.

Jelaslah karyawan yang memiliki tingkat EQ tinggi merupakan kunci keberhasilan operasional perusahaan, itu sebabnya memupuk kemampuan dalam bidang ini adalah sangat patut dan penting untuk dilakukan. Lalu bagaimana cara meningkatkan EQ untuk menjadi orang yang lebih disukai? Situs tanyajawab kontak sosial Quora.com mempublikasikan 6 kunci sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap orang.

1. Letakkan ponsel di dalam saku atau tas

Masyarakat zaman sekarang hampir setiap orang memiliki ponsel, pada saat bertatap muka masih memainkan ponsel, bahkan pada saat bercakap-cakap juga secara refleks mengotak-atiknya. Namun pada suasana kontak sosial, mengotak-atik ponsel dengan tidak acuh merupakan perilaku yang sangat tidak sopan. Jika ingin menjadi orang yang disukai, hendaknya diingat bahwa dalam pembicaraan penting, hendaknya mengubah ponsel ke dalam kondisi silent (diam) dan letakkan di dalam saku atau tas, dengan demikian akan membuat pihak lain merasa sangat dihargai.

2. Kontak mata

Pada saat berbicara, mata hendaknya memerhatikan lawan bicara, sekalipun lawan bicara sudah berhenti, juga jangan segera menghentikan kontak mata. Kontak mata merupakan semacam mani-festasi percaya diri. Di dalam kelompok hendaknya tidak hentinya memandang orang yang menarik hati Anda, baik mereka sedang berbicara ataupun tidak hendaknya dilakukan seperti itu. Jika Anda mengarahkan tatapan mata Anda pada orang yang sedang mendengarkan, hal ini menunjukkan bahwa Anda sangat menaruh perhatian pada reaksi mereka. Dari hasil penelitian terungkap, mereka yang dapat berbicara dengan mata, lebih dihargai dan disukai oleh para rekan kerja.

Leil Lowndes, penulis buku laris How To Talk To Anyone yang merupakan ahli komunikasi inter-personal, menyarankan untuk menghitung jumlah kedipan mata pihak lawan bicara untuk memperhatikan ekspresi matanya.

3. Senyum penuh pengertian

Senyuman itu sangat besar kekuatannya, kadang-kadang melontarkan sedikit lelucon, dapat dengan cepat memecahkan tembok keasingan dan dengan cepat memperpendek jarak pemisah satu sama lain. Orang-orang dengan tanpa sadar menyoroti bahasa tubuh pihak lawan bicara, apabila menginginkan pihak lain menyukai Anda, maka haruslah menyukainya terlebih dahulu.

Leil mengusulkan, pada saat awal perjumpaan, berhentilah sejenak untuk mengamati pihak lawan selama beberapa detik, kemudian berikanlah senyuman besar yang paling akrab dan cemerlang, biarkanlah sorot mata Anda penuh dengan kegembiraan. Sekalipun saat berhentinya kurang dari satu detik, pihak lawan juga akan dapat merasakan ketulusan Anda dan akan menganggap senyuman itu memang khusus disediakan untuknya. Dia berkata: senyuman “lambat setengah ketukan” membuat orang merasakan kedalaman, mudah membuat pihak lain lebih percaya kepada Anda. Dalam dunia usaha, wanita yang semakin lambat tersenyum, tingkat kepercayaannya di mata relasi akan semakin tinggi!

4. Mendengarkan dengan seksama

Mendengarkan secara seksama dengan hati yang tenang, dapat merasakan naik turunnya nada bicara dan baik buruknya suasana hati lawan bicara. Mendengarkan secukupnya suara hati lawan bicara, jangan menyela ataupun memutus pembicaraan orang, Anda akan memperoleh lebih banyak persahabatan. Mendengarkan secara aktif terbagi dalam empat tahapan: Mendengarkan, memperjelas, menilai dan merespons.

Ketika orang lain berbicara, perlu menghentikan hal-hal yang sedang Anda kerjakan, lalu secara fokus mendengarkan perkataan pihak lawan bicara. Bila dalam proses pembicaraan terdapat kesangsian, boleh dipertanyakan untuk kejelasan; hal ini membuat Anda tidak akan terlalu cepat memberi penilaian atau kesimpulan. Kemudian, setelah memperoleh semua informasi yang berkaitan, baru menyatakan pikiran atau pendapat diri sendiri. Akhirnya, boleh memberikan jawaban langsung, agar pihak lawan bicara mengerti bahwa Anda telah dengan serius mendengarkan apa yang ia katakan.

5. Berjabat tangan dengan penuh percaya diri

Menguasai seni berjabat tangan juga dapat menentukan taraf disukainya seseorang. Pada saat berjabat tangan jangan terlalu bertenaga yang akan membuat orang merasakan adanya tekanan; namun juga jangan terlalu lemah tak bertenaga yang akan membuat orang merasa kurangnya ketulusan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam waktu beberapa detik, berjabat tangan dapat berfungsi memberikan kesan kunci pertama untuk disukai atau tidak disukai, ia sama pentingnya dengan bahasa tubuh.

6. Ingat-ingat dan panggillah namanya

Jika Anda dapat memanggil nama lawan bicara Anda pada perjumpaan kedua kalinya, ia tentu akan sangat gembira bahkan sangat tersentuh, ini berarti Anda sangat memedulikannya. Jika mengaitkan nama dan wajah orang mengalami kesulitan, boleh mencoba diingat dengan mengaitkan nama dengan pencitraan atau bunyi sajak. Quora.com menyarankan, ketika berjumpa untuk kali pertama, pada saat pihak lawan bicara sedang memperkenalkan diri, ulangilah menyebutkan namanya, setelah itu ucapkanlah di dalam hati selama beberapa kali maka akan lebih mudah untuk mengingatnya. (Prm)

Share

Video Popular