Kafein biasanya ditemukan dalam minuman kopi atau teh dan minuman lainnya. Karena kafein bekerja langsung pada sistem saraf pusat, sehingga dapat mengubah tingkat dopamin dan serotonin, yang berefek sebagai penyemangat dan memperbaiki suasana hati. Karena itu, kopi telah menjadi “obat psikotropika” yang paling luas penggunaannya di dunia. Namun di samping itu, kefein juga memilki manfaat kesehatan lain yang tidak terduga oleh kita.

Situs prevention.com mencantumkan 8 khasiat kafein. Tapi konsumen harus memilih kopi atau minuman berkafein, jika tidak, tidak akan berefek apa pun.

Mengurangi gejala Parkinson

Hasil studi menemukan bahwa dengan mengonsumsi satu atau dua gelas kopi sehari dapat menghambat dan memutuskan kontak sinyal otak yang berhubungan dengan penyakit, sehingga dapat mencapai efek mengurangi gejala Parkinson. Kafein tidak hanya dapat meringankan gejala kantuk penderita di siang hari, tetapi juga dapat mengurangi diskinesia (gangguan pengendalian gerakan sukarela), kekakuan dan gemetar.

Sejauh ini, komunitas medis belum mengetahui secara pasti faktor kafein dalam pencegahan penyakit Parkinson, namun sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “Movement Disorders” menemukan, bahwa peserta yang sangat bergantung pada kafein, kemungkinan menderita penyakit parkinsonnya itu setengah lebih rendah daripada mereka yang jarang atau sedikit menyerap kandungan kafein.

Melindungi otak

Kafein tidak hanya dapat menjaga stamina, tetapi juga bermanfaat jangka panjang bagi otak. Kafein dapat menghambat dan memutuskan kelenjar (semacam zat penyebab ensefalitis/radang otak) untuk mencegah hilangnya ingatan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal “Alzheimer’s Disease” menyebutkan, bahwa minum lima gelas kopi sehari dapat secara ekstrim mengurangi terbentuknya protein yang berhubungan dengan Alzheimer. Sementara itu, studi lainnya menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan pembentukan protein anti-inflamasi, protein ini dapat mencegah demensia, kehilangan memori dan penurunan kognitif.

Membersihkan ginjal

Dalam sebuah kajian terhadap tiga penelitian yang dipublikasikan di jurnal American Journal of Clinical Nutrition ditemukan bahwa mereka yang banyak menyerap kandungan kafein, risiko terserang batu ginjal turun 30% . Sementara itu, senyawa kakao dalam cokelat dapat mencegah kristal asam urat, untuk menghindari terbentuknya batu ginjal, dan ini jelas merupakan kabar yang baik bagi pecinta cokelat.

Mencegah diabetes tipe 2

Minum beberapa gelas kopi sehari bisa secara drastis mengurangi risiko menderita penyakit diabetes tipe 2. Hal ini menunjukkan bahwa kafein dapat memainkan peran kunci dalam proses pengobatan penderita pra-diabetes.

Dalam sebuah studi terhadap tikus gemuk ditemukan, bahwa yerba mate (semacan minuman berkafein di Amerika Selatan) dapat mengembalikan sinyal insulin, sehingga mereka bisa secara normal menyenyawakan lemak dan protein, sehingga dapat memicu penurunan berat badan dan mengurangi risiko terserang penyakit diabetes tipe 2.

Memperbaiki suasana hati

Ketika dalam keadaan emosi depresi/tertekan, Anda bisa minum segelas kopi. Sebuah penelitian skala luas pada wanita lansia dan parobaya yang dipublikasikan dalam “Archives of Internal Medicine”menemukan bahwa dalam jangka periode 10 tahun, para wanita yang minum kopi lebih dari empat gelas sehari itu tidak mudah menderita depresi. Sementara itu, kafein juga sama efektifnya dalam memperbaiki mood kaum pria. Karena kopi dapat mendorong otak melepaskan dopamin, zat ini dapat meningkatkan mood, sehingga dijuluki “zat gembira”. Selain itu, kafein juga dapat mendorong pembentukan senyawa anti inflamasi yang berhubungan dengan pengobatan dan pencegahan depresi.

Melawan sel-sel kanker

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa dengan meningkat asupan kafein dapat mengurangi risiko menderita kanker rahim. Sangat efektif bagi wanita yang kelebihan berat badan dan seusai menopause. Sebuah studi terkait menemukan bahwa wanita yang minum lebih dari dua gelas kopi sehari, risiko menderita kanker rahim berkurang sebesar 34%, dan sebuah kajian tinjauan atas sejumlah penelitian lain di Eropa, Jepang dan Amerika Serikat menemukan bahwa setiap tambahan satu gelas kopi setiap hari, risiko terserang kanker rahim akan berkurang sebesar 8%. Sementara itu, penelitian yang dilakukan terhadap kelompok orang-orang setengah baya di Jepang menunjukkan, bahwa kafein tidak hanya memiliki efek protektif pada rahim, bahkan risiko menderita kanker usus besar juga menurun 37% bagi mereka yang banyak menyerap kafein.

Mencegah penyakit pada sistem pernapasan

Kafein dapat merangsang saraf pusat pernapasan, meningkatkan frekuensi pernapasan dan intensitas ; selain itu juga memiliki efek bronchiectasis (penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa kerusakan atau pelebaran yang tidak normal), sehingga dapat membantu mengobati asma dan bronkitis (radang cabang tenggorok) serta penyakit pada sistem pernapasan lainnya. Selain kafein, senyawa dalam kandungan cokelat juga dapat mengurangi serangan asma, dan melindungi paru-paru dari kerusakan karena polusi udara.

Melindungi hati

Kopi kini menjadi terapi baru yang potensial untuk mengobati hati, terutama untuk penyakit hati berlemak alkoholik. Kafein dapat melawan peradangan hati, memperbaiki penyimpanan lemak, sekaligus mengurangi kemungkinan terserang penyakit hati. Kopi bahkan juga bisa mengurangi kerusakan kompleks yang disebabkan oleh sirosis. Kafein juga mampu melawan kanker hati, dalam sebuah survei, mereka yang minum satu atau dua gelas kopi setiap hari, risiko menderita kanker hati menurun 28%, dan risikonya menurun 36% jika minum lebih dari tiga gelas kopi setiap hari.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular