Secara umum, katarak dianggap berhubungan dengan usia dan jenis kelamin. Mereka yang berusia di atas 55 tahun sebaiknya hati-hati terserang katarak. Ada sebagian kecil dari katarak itu tergolong hereditas bawaan, bahkan ada bayi yang menderita katarak.

Karena hampir tidak ada gejala rasa sakit, gatal pada katarak, hanya ada gejala kekeruhan pada penglihatan, sehingga penderita itu sendiri tidak mudah untuk mengetahuihnya, kecuali kondisinya sudah sangat serius. Pengobatan katarak secara medis modern, sejauh ini belum menemukan metode pencegahan yang efektif, hanya bisa diadakan pembedahan saat sudah serius ; namun, berhasil tidaknya disembuhkan, itu tidak mutlak.

Apa itu katarak ?

Di bagian depan mata manusia ada sebuah struktur yang disebut “lensa mata”, fungsinya seperti lensa kamera, awalnya sepenuhnya transparan. Demikian juga dengan vitreous (jelly bening di bagian tengah mata, terletak di antara lensa kristal dan retina) awalnya juga sepenuhnya transparan ; keduanya itu semua tidak boleh cacat sedikitpun.

Di bawah faktor yang tidak diketahui, lensa mata dan vitreous dihalau oleh sesuatu yang mirip dengan tirai kasa, dan ketika melihat sesuatu melalui lensa mata atau vitreous yang sepenuhnya tidak transparan itu, persis seperti melihat melalui air terjun atau tirai kasa, inilah katarak.

Mengapa bisa menderita katarak?

Mengapa bisa timbul noda putih yang buram pada lensa mata atau vitreous ? Hasil penelitian ilmiah Barat mengatakan : Mungkin telah terjadi denaturasi yang tidak diketahui sebabnya pada protein mereka (lensa mata/vitreous), sehingga menjadi buram. Dan sangatlah sulit untuk mengatasi kondisi tersebut.

Menurut pandangan kedokteran Tiongkok terkait katarak, mungkin telah terjadi masalah pada hati, ginjal, limpa ; selain itu, faktor lainnya adalah tertekannya peredaran energi vital, lemah karena kekurangan darah, dan berbagai faktor lainnya. Namun, secara garis besar ada dua faktor utamanya :

Pertama, lemahnya organ hati dan ginjal, kekurangan yin (keurangan cairan) pada hati dan ginjal, selain itu juga karena tertekannya peredaran energi vital. Dari sisi metode pengobatan Tiongkok, hal itu didasarkan pada 4 hasil diagnosa yakni : Mengamati (raut muka penderita), mendengar/mencium (suara/aroma napas penderita), mengajukan pertanyaan pada penderita (kondisi penyakit penderita), memeriksa denyut nadi penderita, untuk melihat jenis masalah yang timbul pada organ “hati, ginjal, limpa”, kemudian mengobati masalah yang terdiagnosis itu.

Di sisi luar mata, ada satu titik akupunktur, yang disebut “pelipis”. Jika melihat pembuluh darah halus warna ungu atau merah di pelipis, anda bisa menusuk dengan jarum (akupunktur) pada pembuluh darah halus tersebut, keluarkan setetes kecil darah sebesar biji kacang kedelai, dapat mengurangi banyak masalah penyakit pada mata , termasuk katarak. Jika tidak melihat adanya pembuluh darah halus warna ungu atau merah, coba cubit sejenak kulit pelipis Anda, kemudian tusuk dengan jarum akupunktur dan ambil setetes darahnya, cara demikian juga dapat mengurangi dan mengobati katarak. Selain itu juga ada satu titik akupunktur lain yang disebut “Bleeding earapex” (pengambilan darah di ujung atas telinga), ini juga dapat mengurangi dan mengobati semua penyakit mata, termasuk katarak.

Namun, satu hal terkait di atas yang harus diperhatikan, sebaiknya dilakukan oleh ahli akupunktur yang berpengalaman, dipastkan lebih baik atau aman daripada dilakukan sendiri, karena kita belum tentu memahami pengetahuan tentang desinfeksi dan cara menghentikan pendarahan, jika terjadi sesuatu, kita sendiri belum tentu bisa mengatasinya. Jadi sebaiknya serahkan pada ahlinya (akupunktur). (Jhn/Yant)

Bersambung

Share

Video Popular