Secara umum, katarak dianggap berhubungan dengan usia dan jenis kelamin. Mereka yang berusia di atas 55 tahun sebaiknya hati-hati terserang katarak. Ada sebagian kecil dari katarak itu tergolong hereditas bawaan, bahkan ada bayi yang menderita katarak.

Mengurangi risiko katarak makan bayam dapat membantu

Saat katarak terbentuk, maka metode penyembuhannya mungkin hanya dengan cara operasi, namun, secara pencegahan, hal itu juga menjadi masalah utama atas pengobatannya.

Dalam penelitian terkait, peneliti Moeller SM dan koleganya menemukan, bahwa jika kaum wanita dalam sehari makan 3 kali makan makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthin yang tinggi, seperti misalnya pocai (sejenis bayam), kacang polong dan sebagainya, maka risiko menderita katarak senilis (katarak yang terjadi akibat proses penuaan dan bertambahnya usia) dapat diturunkan 23%.

Adapun dalam hal berhenti merokok, dimana meskipun setelah berhenti merokok juga tidak akan bisa kembali dalam kondisi awalnya tidak merokok, namun penelitian membuktikan bahwa berhenti merokok juga dapat menurunkan risiko serangan terkait (katarak). Sementara metode perawatan lainnya, seperti misalnya berhenti menenggak minuman keras dan mengurangi paparan sinar Matahari dan sebagainya itu juga dapat mengurangi risiko mengidap katarak.

Sementara itu, pemenuhan dari sisi multivitamin, hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing memiliki sisi positif dan negatifnya. Menurut ahli terkait, vitamin dapat berefek sebagai antioksidan, menunda penuaan sel, dan bagi lensa kristal (lensa mata alami yang transparan) yang juga mengalami penuaan, jelas ini merupakan suatu bantuan. Namun ada juga ahli terkait yang mengatakan tidak ada bukti yang valid, bahwa mengonsumsi multivitamin itu dapat mengurangi risiko mengidap penyakit terkait katarak. Oleh karena itu, ahli terkait menyarankan sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter keluarga, agar mendapatkan metode perawatan terbaik.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular