Xu Kailan, seorang dokter bagian tulang dari National Cheng Kung University Hospital Douliu Branch, Taiwan mengatakan, bahwa osteoporosis itu juga dinobatkan sebagai pembunuh yang tak terlihat. Karena penderita biasanya tidak akan merasakan gejala yang jelas, sehingga mengabaikan pencegahan terkait.

Penderita osteoporosis terjatuh, acapkali akan menyebabkan patah tulang belakang atau pinggul yang fatal, dan lebih lanjut akan memicu terjadinya disfungsi dan tidak bisa mengatasi sendiri rutinitas sehari-hari, hingga akhirnya secara perlahan-lahan menuju ke pintu kematian. Ada statistik terkait yang menunjukkan bahwa rasio kematian penderita patah tulang pada pangkal paha mencapai 20% per tahun, karena itu perlu berhati-hati dan waspada !

Dokter Xu menuturkan, bahwa butuh pencegahan utama dalam mengatasi osteoporosis, dengan kata lain perlu “menghimpun akar tulang”.

Pertama adalah pemenuhan kalsium, umumnya kita bisa perbanyak menyerap asupan susu, susu kedelai, ikan kering dan makanan lainnya. Bagi vegetarian atau mereka yang pantang makan daging juga tidak perlu khawatir, anda bisa memenuhi kalsium dengan mengonsumsi makanan seperti wijen hitam, ganggang merah yang cukup banyak mengandung kalsium. Bagi wanita parobaya dapat memenuhinya dengan suplemen kalsium yang sesuai.

Kedua, paparan sinar Matahari yang cukup, dengan disinari matahari sekitar 15 menit sehari dapat memberikan vitamin D yang dibutuhkan tubuh, mendorong pertumbuhan tulang, dan memperlambat keropos tulang.

Ketiga, aktivitas olahraga yang cukup, seperti misalnya jalan sehat, olahraga yang lebih bermanfaat bagi sintesis tulang.

Dokter Xu mengatakan, wanita pasca-menopause merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami osteoporosis, selain perawatan sehari-hari, orang-orang ini sebaiknya menjalani pemeriksaan kepadatan tulang. Klinik biasanya tidak dilengkapi dengan instruman pemeriksaan ultrasonik yang praktis, dan meskipun cepat tanpa radiasi, tapi kekeliruannya jauh lebih besar. Jika penderita merasa ragu, direkomendasikan sebaiknya menjalani pemeriksaan dengan Dual-energy X-ray absorptiometry yang jauh lebih akurat, dan sebagai standarisasi perawatan kesehatan yang diakui saat ini.

Dokter Xu menghimbau, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, osteoporosis merupakan “pembunuh tak terlihat” yang kuat dan perlu diwaspadai, jika didiagnosis sebagai osteoporosis, disarankan sebaiknya jalani pengobatan dengan obat-obatan. Banyak obat osteoporosis secara klinis saat ini, dengan indikasi kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dianjurkan pada penderita agar menggunakan obat terkait atas rekomendasi dokter. Selain itu, satu hal yang perlu ditekankan disini, banyak orang yang keliru menafsirkan bahwa minum “suplemen penguat tulang dan sendi” dapat mencegah osteoporosis, namun, pada kenyataannya, komposisi dari “suplemen penguat tulang dan sendi” itu adalah Glucosamine, yang fungsi utamanya digunakan untuk pencegahan artritis degeneratif, bukan untuk osteoporosis.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular