Oleh: DR. Frank Tian, Xie

Makna dari kata “Tāo guāng yǎng huì” (韜光養晦dibaca: Dao Kwang Yang Hui):” low profile / menjaga tetap rendah hati, menunggu saat yang tepat untuk terus berkembang”. Pangeran negeri Liang Dinasti Selatan (502-557) mengatakan “orang suci menyembunyikan kehebatan, orang bijak menjauhi duniawi”.

Kata low profile disini memiliki unsur dan latar belakang kultivasi, bermakna asli menghilangkan jejak dan mengasingkan diri, menyucikan jiwa dan membersihkan raga, dengan perluasan makna mundur menantikan waktu yang tepat.

Seorang industrialis pada akhir Dinasti Qing bernama Zheng Guanying menggunakan kata “Tāo guāng yǎng huì” untuk dijadikan peribahasa, yang pertama kali terlihat pada karyanya berjudul “Nubuat Zaman Keemasan”.

Makna dari Tāo guāng yǎng huì di kalangan akademis adalah semacam sikap, semacam cara meningkatkan kepribadian. Hanya orang yang berjiwa besar dan mawas diri yang dapat melihat kekurangan diri dan menunjukkan sikap “Tāo guāng yǎng huì”.

Bagi orang bermoral tinggi, low profile bukan dinilai dari strategi berkuasa, melainkan berbudi luhur mengutamakan kepribadian dan kultivasi, mencari ke dalam diri untuk meningkatkan pilihan kebijaksanaan.

Sayangnya, mantan ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak menjadikan “Tāo guāng yǎng huì” sebagai kebijakan dan sikap mawas diri secara mendalam untuk memerintah negara, melainkan menjadikannya sebagai ilmu menipu untuk berbohong pada pihak luar!

Ambisi buas tak tertutupi

Setelah penindasan Tiananmen pada 1989 lalu, gelombang anti-komunis yang berkobar di seluruh dunia setelah tercerai berainya komunis Soviet, Deng Xiaoping mengajukan orientasi strategi internasional yang disingkat menjadi “Tāo guāng yǎng huì dan berprestasi”. Yang dimaksud dengan Tāo guāng yǎng huì oleh PKT adalah berdiam diri untuk sementara, membisu menantikan peluang untuk bangkit kembali.

Kemudian pernyataan keras para keturunan generasi kedua petinggi militer PKT memicu kewaspadaan AS, PKT kemudian mengutus pejabat diplomatik untuk menjelaskan bahwa orientasi Tāo guāng yǎng huì ini “setidaknya akan diterapkan ratusan tahun” lagi. Kaum garis keras PKT yakin “Tāo guāng yǎng huì” ala Deng Xiaoping adalah strategi kekuasaannya.

Kaum garis lunak mencoba mengail di air keruh, mengatakan “low profile” adalah “strategi jangka panjang”. Dan sekarang tidak ada lagi orang yang percaya akan penjelasan dan janji PKT.

Tokoh militer RRT Xiong Guangkai menjelaskan, orang asing salah tafsir terhadap strategi kebijakan “Tāo guāng yǎng huì” ini. Pemerintah AS menterjemahkan makna Tāo guāng yǎng huì menjadi “hide our capabilities and bide our time”.

Sebenarnya, terjemahan ini sangat lengkap dan tepat. PKT memang menyembunyikan kemampuannya, menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali.

Memasuki 2015, petinggi PKT semakin menunjukkan niat melepas Tāo guāng yǎng huì; dalam hal diplomatik, wilayah kedaulatan, ekonomi dan hubungan internasional “menempuh kebijakan diplomatik yang aktif, terus mendorong konsep bangkitnya RRT di pentas dunia”.

PKT mereklamasi Laut Selatan memperluas daratan, membangun pangkalan militer dan lapangan terbang di wilayah yang penuh sengketa itu. Selain itu membentuk Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (AIIB), dan kebijakan “Silk Road Fund” dan “One Belt, One Road“ pun muncul satu persatu.

Aksi PKT sebelum dan sesudah membentuk AIIB membuat politikus dan akademisi AS merasakan guncangan yang belum pernah ada sebelumnya. Akademis senior bernama Yu Yingshi berkata, “Kita tahu PKT telah sepenuhnya berseberangan dengan AS, dan sepertinya bersikap bermusuhan terhadap semua negara Barat.”

Ilmu menipu tak mungkin efektif selamanya, dihentikannya kebijakan “Tāo guāng yǎng huì” PKT lebih awal membuktikan grup partai yang membohongi masyarakat dunia ini sangat sulit untuk menutupi wajah sesungguhnya. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular