Anak-anak yang terserang tekanan darah tinggi jumlahnya terus menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun, jika tidak mengendalikannya dengan baik, hal itu akan berkembang menjadi tekanan darah tinggi orang dewasa, dan perlu bergantung pada obat seumur hidup untuk mengendalikannya. Mengapa anak-anak juga bisa terserang tekanan darah tinggi ? Selain genetika, kebiasaan makan keluarga juga merupakan salah satu faktornya, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, makanan tinggi kalori, dimana semua jenis makanan ini akan akan meningkatkan risiko terserang tekanan darah tinggi diusia belia.

Ada dua jenis hipertensi utama pada anak-anak, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer (esensial) erat kaitannya dengan pola makan dan gaya hidup, obesitas, stres mental jangka panjang, begadang dan sebagainya rentan memicu terjadinya tekanan darah tingg. Sedang hipertensi sekunder adalah kelainan tekanan darah yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya karena penyakit ginjal, jantung, penyakit pada pembuluh darah ginjal, endokrin dan penyakit lainnya, selain itu, sebesar 80% tekanan darah tinggi pada anak-anak itu merupakan tekanan darah tinggi sekunder atau hipertensi sekunder

Bagaimana cara menentukan tekanan darah anak-anak terlalu tinggi ? Standar penilaian tekanan darah masing-masing anak juga tidak sama karena perbedaan usia, misalnya neonates atau bayi baru lahir yang berusia sampai dengan 28 hari, tekanan darahnya lebih dari 12,0 / 8.0kPa (90 / 60mmHg), bayi lebih dari 13,3 /8.0kPa(100/60mm Hg), anak-anak prasekolah lebih dari 14,7 / 9.33kPa (110 / 70mmHg) , anak usia sekolah lebih dari 14,7 / 10.7kPa (110 / 80mmHg), semua kondisi di atas tergolong hipertensi.

Makanan yang sesuai dan pantang bagi penderita tekanan darah tinggi

3 jenis makanan utama yang perlu diperhatikan bagi penderita tekanan darah tinggi :

Karbohidrat

Penderita tekanan darah tinggi boleh sering-sering makan nasi, bubur, mie, sup tanaman merambat, talas, kacang-kacangan lunak. Jangan makan ubi jalar, kacang kering, jenis biskuit beraroma tajam.

Makanan berprotein

Bagi penderita tekanan darah tinggi boleh sering-sering mengonsumsi makanan rendah lemak, misalnya daging sapi yang tidak berlemak, ikan, telur, susu dan produk dari olahan susu, produk olahan kedelai misalnya tahu, natto (makanan tradisional Jepang yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi dengan bacillus subtilis, biasanya dimakan untuk sarapan), tepung kedelai dan sebagainya.

Untuk jenis makanan tinggi lemak seperti sapi, babi, daging iga, ikan herring, ikan sidat, thunus (ikan tuna sirip kuning) dan produk olahan seperti sosis, bacon, dan sejenisnya, sebaiknya kurangi mengonsumsinya atau hindari makanan seperti itu.

Makanan berlemak

Makanan berlemak minyak nabati, sejumlah kecil mentega, kurangi konsumsi minyak hewani, daging yang diasap, bacon (produk daging yang terbuat dari babi), minyak ikan.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular