Madu telah dikenal sebagai pemanis alami jauh sebelum gula tersedia secara meluas di abad ke-16. Produksi madu berkembang di peradaban Yunani kuno dan Sisilia. Selain manusia, hewan pun juga menyukai madu, misalnya beruang madu, mereka sama-sama mempertaruhkan diri dari sengatan lebah demi cairan emas yang manis ini.

Madu untuk herpes

Madu yang berkualitas baik, menawarkan beberapa manfaat perawatan luka topikal yang dapat menjelaskan beberapa keberhasilan sebagai obat penyakit herpes:

  • Menarik cairan dari luka
  • Kandungan gula yang tinggi menekan pertumbuhan mikroorganisme
  • Lebah pekerja mengeluarkan enzim (oksidase glukosa) ke dalam nektar, kemudian ketika madu dioleskan ke luka, akan melepaskan hidrogen peroksida tingkat rendah.

Dalam sebuah penelitian, 16 subyek dewasa dengan riwayat serangan berulang penyakit labial dan genital herpes, mencoba menggunakan madu untuk mengobati dalam satu serangan, dan obat antivirus yang biasa diresepkan, yakni krim Acyclovir, pada saat serangan yang lain. (Sangat penting untuk menyadari bahwa baik obat maupun madu tidak benar-benar bisa menyembuhkan herpes genital. Mereka hanya mengobati gejala)

Menariknya, madu memberikan hasil pengobatan yang lebih baik secara signifikan. Untuk herpes labial, rata-rata waktu penyembuhannya adalah 43 persen lebih baik, dan untuk herpes genital, 59 persen lebih baik daripada krim asiklovir. Rasa sakit dan pengerasan kulit juga berkurang secara signifikan dengan madu, dibandingkan dengan obat. Dua kasus herpes labial dan satu kasus herpes genital dilakukan sepenuhnya dengan pengobatan madu. (Ajg/Yant)

Bersambung

Share

Video Popular