Tahun ini menandai hari jati ke-103 kelahiran fisika nuklir, ketika eksperimen Ernest Rutherford, Hans Geiger dan Ernest Marsden di University of Manchester, Inggris, memberikan mereka kesimpulan bahwa atom terdiri dari inti bermuatan positif yang diorbit oleh elektron yang bermuatan negatif.

Tahun ini juga merupakan peringatan 70 tahun bom nuklir pertama, yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. Meskipun penemuan mereka menyebabkan pemanfaatan energi nuklir sebagai senjata, tidak boleh dilupakan bahwa tujuan utama dari percobaan Rutherford, Geiger, dan Marsden, seperti banyak penelitian ilmiah lainnya, hanya untuk memahami tentang alam semesta. Dan dalam hal ini mereka berhasil memberikan kita pemahaman tentang cara kita melihat dunia, dan salah satu dampaknya juga membawa banyak kebaikan bagi umat manusia.

Fisika nuklir: Jendela dunia

Begitu banyak ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengikuti model nuklir dari atom. Hal itu pun memicu fisikawan Denmark, Niels Bohr mengembangkan teori kuantum baru yang lahir menjadi mekanika kuantum yang secara lengkap bisa menggambarkan bagaimana cara atom bekerja, yang pada gilirannya telah membuka jalan bagi banyak teknologi modern, di antaranya adalah chip silicon dan komputerisasi.

Pemahaman tentang nuklir menembus segalanya

Satu abad adalah waktu yang lama dalam ilmu pengetahuan, dan hal-hal terus bergerak dengan cepat. Rasanya masih belum lama berlalu ketika kita semua memiliki akselerator partikel di rumah kita, yakni tabung sinar katoda di televisi kita. Hal itu kini telah digantikan oleh layar LCD, LED, dan plasma, yang diciptakan berdasarkan pada teknologi kuantum.

Mungkin aplikasi yang paling umum dari akselerator partikel saat ini adalah di rumah sakit dalam bentuk mesin radio terapi untuk pengobatan kanker.

Selain itu, fisika nuklir adalah kunci untuk semua pencitraan diagnostic seperti X-ray, PET, CT, MRI, NMR, SPECT, dan teknik lain yang memungkinkan kita untuk melihat ke dalam tubuh tanpa menggunakan pisau bedah.

Jika Anda pernah diuntungkan dari salah satu alat ini, ucapan terima kasih layak Anda sematkan kepada banyak orang, tak terkecuali kepada para pelopor fisika nuklir.

Dari stasiun luar angkasa hingga penanggalan karbon

Bom Hiroshima dan Nagasaki, merupakan hasil penggunaan fisika nuklir yang paling terkenal dan mengejutkan dunia pada 70 tahun yang lalu. Proses nuklir menghasilkan energi yang sangat besar dan dapat dimanipulasi untuk menghasilkan daya ledak yang dahsyat. Namun bom atom Perang Dunia II tak seberapa jika dibandingkan dengan daya rusak senjata termonuklir modern, yang meniru reaksi nuklir yang terjadi di gugusan bintang angkasa.

Pemahaman kita tentang fisika nuklir ini membantu kita untuk memahami tentang catatan sejarah suhu Bumi, melalui pembelajaran rasio isotop oksigen dalam inti es dari Greenland dan Antartika. Pelacakan isotop membantu kita memahami aliran arus laut, sifat akuifer di bagian dunia dimana air langka, migrasi populasi manusia kuno, dan evolusi geologi Bumi serta apa yang terjadi di bintang-bintang luar angkasa.

Sulit untuk mengurai salah satu bidang penelitian ilmiah dan menempatkannya dalam suatu isolasi. Kata-kata yang kita gunakan untuk mengisolasi satu dari yang lain hanya untuk membantu manusia mengategorikan mereka, namun alam tidak melihat seperti itu. Fisika nuklir begitu erat terjalin dengan begitu banyak ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berpengaruh terhadap banyak dampak sosial dan budaya dalam abad terakhir. Ia terjalin dengan segala sesuatu yang kita ketahui dan gunakan. Kita seharusnya mensyukuri penemuan dan pengetahuan tentang hal ini, bukannya malah takut. (Osc/Yant)

Share

Video Popular