Ada sejumlah makanan yang menurut Anda bersih atau sekilas tampak bersih, tapi tersembunyi risiko yang mengakibatkan keracunan makanan, jika serius mungkin berakibat fatal hingga tewas. Setiap tahun, sekitar 9 juta warga Amerika keracunan makanan.

Laman MensHealth.com menyebutkan, US Food and Drug Administration( FDA/BPOM AS) dan Disease Control and Prevention(CDC), serta Department of Agriculture, AS, bekerjasama meneliti kasus keracunan makanan selama lima tahun terakhir ini. Laporan penelitian terkait benar-benar mengejutkan, sebaiknya hati-hati dengan beberapa makanan berikut ini :

1. Telur

Laporan terkait di atas mencatat sebanyak 12% telur mengandung salmonella (bakteri penyebab penyakit tifus). Disarankan untuk memastikan kuning telur yang belum dimasak itu bersih. Jika Anda menyukai kuning telur mentah, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli telur yang telah diproses sterilisasi termal.

2. Makanan laut

Selain salmonella dan campylobacter yang bisa memengaruhi daging jenis lainnya, tiram dan kerang juga mengandung risiko lain, yaitu infeksi vibrio, jika mengonsumsi makanan laut yang terkontaminasi vibrio, dapat menyebabkan keracunan makanan. Di Taiwan, Jepang dan Asia Tenggara, setiap tahun ada sejumlah besar penderita mengalami keracunan makanan karena mengonsumsi makanan laut yang terkontaminasi vibrio, yang merupakan salah satu patogen utama penyebab keracunan makanan

Memasak makanan hasil laut harus mencapai suhu 145 derajat Fahrenheit (63 derajat Celsius) untuk menyingkirkan bakteri. Jika ingin menyantap tuna setengah matang, atau membuat sushi sendiri, perlu Anda ketahui, kalau ini berbahaya, sebaiknya membeli ikan segar pada penjual ikan yang terjaga baik reputasinya.

3. Daging sapi

Daging sapi menduduki setengah dari kasus penyakit Escherichia coli atau E. coli dalam laporan terkait, menyebabkan diare, muntah-muntah, terkadang bahkan memicu penyakit ginjal dan kematian

Hindari menyantap daging sapi jangan sampai terlalu banyak bakterit, sisipkan termograf dan pastikan menunjukkan angka 165 derajat Fahrenheit (74 derajat Celcius) di bagian paling tebal dari steak. Sebelum dan sesudah penggunaan, bersihkan (lap) termograf dengan alas alkohol.

4. Daging ayam

Orang-orang yang sakit, seperempatnya disebabkan salmonella, sumbernya adalah unggas piaraan, menurut laporan terkait, bahwa penyakit bakteri ini dapat menyebabkan demam, diare, rasa kejang di perut dan sakit kepala. Asal tahu saja, bakteri mudah berkembang biak di suhu kamar dalam, daging ayam jangan dicairkan di dalam air hangat, tapi sebaiknya cairkan di dalam lemari es.

Pastikan daging ayam dimasak sampai matang sepenuhnya, sisipkan termograf di bagian paha paling tebal untuk mengukur suhu. Bagian yang paling tebal harus mencapai 165 derajat Fahrenheit (74 derajat Celcius), dengan begitu paha atau dada ayam baru aman dekonsumsi.

5. Produk susu

Susu dan hasil olehan produk susu yang dikecam menyebabkan tiga perempat infeksi campylobacter akan membuat Anda kejang perut, diare dan demam selama sepekan, dan terdapat 31% kasus penyakit listeriosis.

Meskipun bakteri-bakteri ini dapat dibasmi dalam proses pasteurisasi (proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, virus, protozoa dsb), mereka (bakteri) menetap dalam susu mentah (US Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan, AS) mengumumkan tidak boleh langsung minum.Pada beberapa keju lembut, sebaiknya produk olahan susu disimpan dalam lemari es, untuk mengurangi risiko, dan pastikan lemari es Anda itu cukup dingin—selain yang akan segera dikonsumsi, habiskan sisanya dalam waktu dua jam. Jika di bawa pulang dari luar dalam kondisi cuaca yang panas, sebaiknya sesegera mungkin dihabiskan.

6. Sayuran hijau

Selama setengah abad di masa lalu, sayuran berdaun hijau menyebabkan lebih dari sepertiga dari kasus E. coli, kata laporan terkait. Saat membuat salad, setelah mencuci spinach/pocai (bayam Jepang), rucola dan sayuran hijau lainnya, sebaiknya dikeringkan sepenuhnya. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular