Osteoporosis yang lazim disebut tulang keropos, merupakan jenis penyakit yang sering dijumpai pada kelompok manula, dan saat ini cenderung menyerang pada lapisan usia yang lebih muda. Penyebab timbulnya gejala osteoporosis sangat kompleks, antara lain: gen, kelamin, usia, hormon, cara hidup, makanan-minuman dan unsur lain-lainnya. Sedangkan unsur konsumsi makanan merupakan salah satu penyebab utama, banyak orang yang tidak menyadari telah kehilangan tulang yang sehat.

Banyak orang mempunyai pandangan yang salah, menganggap osteoporosis merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan dan dipelihara pada usia lanjut. Sesungguhnya puncak kecepatan dan jumlah zat kalsium (Ca) yang tersimpan dalam tulang terjadi pada usia 30-an. Selanjutnya jumlah Ca yang hilang lebih besar daripada yang tersimpan. Oleh sebab itu pemeliharaan kualitas tulang harus dimulai pada usia muda.

Bicara tentang pemeliharaan kualitas tulang, di dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berjumpa dengan makanan dan minuman yang mungkin menjadi musuh utama dalam merusak kesehatan tulang. Oleh sebab itu keseimbangan makanan dan minuman sehari-hari serta membatasi makanan dan minuman yang mungkin merusak kesehatan tulang, baru dapat membuat tulang selalu berada dalam kondisi yang paling prima.

Di bawah ini 7 jenis makanan yang mungkin merusak kesehatan tulang serta cara untuk mengatasinya, diambil dari situs kesehatan Health AS, MSN.

1. Kafein

Pakar studi tulang Jerri Nieves dari Yayasan Osteoporosis Nasional AS mengatakan: mengonsumsi kopi yang berlebihan dapat menurunkan daya penyerapan tulang terhadap kalsium. Setiap hari minum lebih dari 3 gelas kopi mungkin merusak konstruksi tulang. Kafein yang terkandung dalam Coca-Cola juga berakibat sama. Maka kita harus membaca secara teliti komposisi yang tertera dalam bungkusan makanan, kadang obat flu, obat penawar rasa sakit, dan obat anti alergi juga mungkin mengandung unsur kafein.

Cara mengatasinya: Perlu menambah kalsium secukupnya dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Setiap hari lebih-kurang 1,200 mg.

2. Natrium tinggi

Mengonsumsi makanan bernatrium tinggi dapat membuat ginjal melepas kalsium, sehingga mengakibatkan kehilangan zat tulang. Pada umumnya, konsumsi kalsium setiap hari pada masyarakat modern tidak cukup. Hanya setengah dari konsumsi 2.400 mg setiap hari yang diusulkan oleh Asosiasi Penyakit Jantung AS. Sedangkan jumlah natrium yang dikonsumsi dari makanan olahan seringkali lebih tinggi, sehingga mempercepat kehilangan kalsium. Hal ini bagi kesehatan tulang merupakan ancaman yang tidak kecil.

Cara mengatasinya: batasi jumlah natrium yang dikonsumsi setiap hari. Kurangi makanan kaleng atau makanan olahan lainnya. Dalam memasak cobalah menggunakan pengharum alamiah atau penyedap makanan yang rendah natrium untuk mengurangi penggunaan garam. Dalam makanan-minuman atau makanan pelengkap lainnya usahakan mengandung jumlah kalsium yang cukup.

3. Gandum

Pamela Smith, guru besar pembimbing Lembaga Studi Universitas California Selatan menunjukkan, mengonsumsi gandum yang tinggi serat ditambah susu mungkin dapat menghalangi tubuh menyerap mineral yang terkandung dalam susu. Jenis padi-padian berbutir utuh yang mengandung phytates atau asam phytic (asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral) dan dikonsumsi bersama dengan serat mungkin dapat mengekang penyerapan tubuh terhadap kalsium.

Cara mengatasinya: 2 jam setelah makan pagi dengan menu yang mengandung serat tinggi, konsumsi suplemen yang mengandung kalsium dan magnesium,atau makanan pagi yang mengandung serat tinggi perlu menambah lebih banyak porsi susu demi memperbanyak kalsium.

4. Minuman ringan

Minuman ringan dan minuman lainnya yang mengandung fosfat dapat menambah prosentasi terjadinya patah tulang. Penyebab yang jelas masih belum dipastikan oleh para ilmuwan, namun pada umumnya diyakini sifat asam dari fosfat dapat menghilangkan kalsium dalam tulang. Tubuh memerlukan fosfor yang cukup, untuk mengonstruksi tulang baru agar dapat berkembang lebih sehat dan sempurna. Namun jika penyerapan fosfor terlalu banyak, akan mengakibatkan tulang melepas kalsium dan magnesium, unsur penting dalam pemeliharaan tulang yang sehat.

Cara mengatasinya: mencegah jumlah minuman ringan setiap hari tidak melebihi 1 kaleng.

5. Kelebihan konsumsi daging olahan

Protein merupakan nutrisi yang penting bagi tubuh. Namun bila dikonsumsi berlebihan, terutama protein hewani, akan membuat kalsium dalam ginjal keluar melalui metabolisme. Ini tidak termasuk susu dan telur yang kaya akan kalsium dan sedikit fosfor. Pakar Jerri Nieves mengusulkan, sebelum makan harus mempertimbangkan jumlah kebutuhan nutrisi setiap hari.

Cara mengatasinya: membatasi makanan daging, jumlah protein yang diserap tiap kali tidak melebihi batas 1/3 piring yang kita gunakan, 2/3 selebihnya diisi dengan sayur-sayuran serta nasi dan lain-lain makanan karbohidrat.

6. Kacang-kacangan

Jenis kacang-kacangan merupakan makanan berserat tinggi, mungkin dapat menghalangi penyerapan kalsium, terutama para vegetarian yang mengonsumsi makanan olahan kacang-kacangan dalam jumlah besar, harus lebih memperhatikan. Phytates (asam phytic) yang terdapat dalam kacang-kacangan dapat mencegah penyerapan kalsium dan mineral lainnya oleh tubuh.

Cara mengatasinya: sebelum dimasak, kacang-kacangan direndam dahulu dalam air selama beberapa jam. Menggunakan kacang-kacangan sebagai makanan utama perlu menambah kalsium sebagai bahan pelengkap, dan dikonsumsi beberapa jam setelah makan, ini untuk memenuhi penyerapan kalsium oleh tubuh.

7. Arak

Alkohol yang berlebihan dapat menjadi racun bagi tulang, merusak konstruksi tulang dan menghalangi penyerapan terhadap vitamin D dan kalsium. Banyak orang yang minum arak berlebihan tidak menambah kalsium yang cukup dalam makanan dan minumannya, sehingga lebih mudah terjadi patah tulang jika terjatuh.

Cara mengatasinya: membatasi minum arak, setiap hari tidak melebihi 3 gelas, serta mengonsumsi sari buah yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.

Tentu selain makanan dan minuman, olahraga juga merupakan faktor penting dalam pemeliharaan kesehatan tulang, seperti berjalan kaki atau lari kecil. Semua olahraga yang dapat meningkatkan kekuatan otot dapat menambah zat tulang, mendorong pembentukan tulang. Intinya, jalan yang paling baik dalam mencegah terjadinya osteoporosis adalah memerhatikan konsumsi makanan setiap hari. (Tys/Yant)

Share

Video Popular