Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti menjadi pembicara di KTT PIDF ke-3 (3rd Pacific Islands Development Forum Leaders Summit) pada hari Rabu (2/9) di Suva, Fiji. Dalam pidatonya, Menteri Susi mengajak negara-negara Pasifik untuk ikut bertanggung jawab dalam memelihara sumber daya laut di wilayahnya masing-masing.

“Satu dunia, satu laut, satu planet. Apa yang terjadi di Asia akan mempengaruhi iklim di Eropa dan apa yang dilakukan di Pasifik pasti akan memberikan dampak di belahan dunia lainnya”, ucapnya.

Menteri Susi memenuhi undangan dari Menteri Perikanan dan Kehutanan Fiji, Mr. Osea Naiqamu untuk berbicara dalam sesi “Partnerships for Climate Resilient Green Blue Pacific Economies”. Pada sesi ini, Ia di daulat untuk berbagi pengalaman di Indonesia dalam memberantas Illegal, Unregulated, Unreported (IUU) Fishing. Pembicara lainnya di dalam sesi tersebut adalah Mr. Du Qiwen, Utusan Khusus Presiden RRT untuk Pasifik.

Menteri Susi menekankan pentingnya keberlanjutan dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan guna mencapai visi Indonesia ‘laut adalah masa depan bangsa’. Hal ini juga dirasakan oleh peserta dari negara-negara Pasifik yang juga memiliki wilayah laut yang lebih luas daripada daratannya.

Selain agenda KTT PDIF ke-3, Menteri Susi juga menemui sekitar 40 orang ABK Indonesia yang bekerja di atas kapal-kapal asing yang sedang berlabuh di Fiji. Para ABK menceritakan pengalaman mereka bekerja di atas kapal-kapal ikan tersebut. Dengan berbahasa Jawa, Menteri Susi menceritakan kondisi terakhir di Indonesia setelah upaya pemberantasan IUU Fishing.

“Kalian nanti kembali ke Indonesia dan bentuk koperasi nelayan eks-Fiji. Nanti kalian ajukan bantuan kapal dengan alat tangkap yang ramah lingkungan kepada KKP. Sekarang di Indonesia ikan sudah kembali lagi tidak usah pergi jauh-jauh lagi”, ujarnya kepada para ABK.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Fiji, Gary Jusuf, menyambut baik kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ke Fiji. “Harapan kami adalah agar meningkatnya interaksi ekonomi Indonesia dengan negara-negara Pasifik, sehubungan dengan visi Diplomasi Maritim yang menjadi prioritas Indonesia”, katanya.

Indonesia mengharapkan kunjungan ini juga dapat mempromosikan kapasitas kelautan dan perikanan Indonesia, yang dapat mendorong permintaan Pasifik terhadap pengembangan kapasitas, teknologi, SDM/tenaga ahli dan produk unggulan kelautan dan perikanan dari Indonesia.

Share

Video Popular