- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Kurangi Dampak Keuangan Global, Aturan Stimulus Perusahaan Asuransi Diterbitkan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru yang memberikan stimulus bagi perusahaan perasuransian dan dana pensiun. Langkah demikian dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak pelemahan kondisi keuangan global.

Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 1A, Otoritas Jasa Keuangan, Yusman mengatakan kebijakan ini diharapkan dapat mendorong stabilitas pasar keuangan nasional. Tak hanya itu, OJK juga mendukung pertumbuhan perusahaan perasuransian dan dana pensiun.

Melalui peraturan tersebut, perusahaan perasuransian dapat melakukan penilaian surat utang dengan menggunakan nilai perolehan yang dikurangi (amortisasi). “Selanjutnya untuk Dana Pensiun dapat menggunakan nilai penebusan akhir tanpa harus didukung dengan dokumen tertulis atau nilai perolehan yang dikurangi (amortisasi),” tuturnya dalam siaran tertulis OJK, Kamis (3/9/2015).

Selain itu, perusahaan perasuransian dapat juga melakukan penyesuaian jumlah modal minimum berbasis risiko yang diperhitungkan dalam perhitungan tingkat solvabilitas paling rendah 50% (lima puluh persen).

Perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dapat melakukan penyesuaian modal minimum berbasis risiko tersebut sampai dengan tingkat solvabilitas mencapai paling tinggi 120% (seratus dua puluh persen), sedangkan bagi perusahaan asuransi syariah dan perusahaan reasuransi syariah sampai dengan tingkat solvabilitas dana tabarru (kumpulan dana yang berasal dari kontribusi peserta) mencapai paling tinggi 30% (tiga puluh persen).

Menurut OJK, perusahaan perasuransian dan dana pensiun yang dapat menerapkan peraturan OJK ini adalah perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi dan perusahaan asuransi syariah. Selain itu, perusahaan reasuransi syariah dan dana pensiun yang terkena dampak langsung dari kondisi keuangan globa. Akibatnya penurunan nilai pasar dari investasi yang dimiliki dan penurunan tingkat solvabilitas.

Surat Edaran OJK ini bersifat sementara sampai dengan kondisi pasar keuangan sudah kembali pulih, sehingga Surat Edaran OJK ini akan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Kebijakan relaksasi yang dikeluarkan ini tidak akan mengurangi tingkat pengawasan OJK terhadap perusahaan perasuransian dan dana pensiun serta akan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengaturan dan pengawasannya.