Oleh: Xia Xiaoqiang

Pada 6 Feruari 2012, Wawali/Kepala Keamanan kota Chongqing Wang Lijun melarikan diri ke Konjen Amerika Serikat di kota Chengdu RRT, telah membuka layar pentas perubahan besar situasi politik Partai Komunis Tiongkok (PKT). Semenjak itu, alur perkembangan situasi politik PKT pada hakekatnya adalah menuruti “kabar angin” atau “ramalan yang beredar jauh sebelumnya (arti lain dari kata ramalan Mandarin ‘Yaoyan’「謠言」.

Dalam sistem pemerintahan PKT, pengendalian terhadap informasi dan kebebasan menyampaikan pendapat merupakan suatu hal yang biasa. Namun di tengah pertarungan politik yang dahsyat antar elit PKT, demi mencapai tujuan menghantam lawan politik, juga sering kali menggunakan media di luar RRT, dengan cara mengekspor berita kemudian mengimpornya kembali untuk penyampaian informasi. Diluar RRT ada 2 jenis media: Media yang tidak dikendalikan oleh PKT, jenis ini terutama adalah yang diwakili oleh Koran Epoch Times dan NTDTV dan lain sebagainya yang didirikan oleh praktisi Falun Gong; selain itu, hampir semua media Mandarin telah disusupi dan dikendalikan oleh PKT, diantaranya sebagian besar dibawah kontrol dan kendali golongan/ kubu Jiang Zemin.

Pada Maret 2012 sebelum Bo Xilai, mantan orang nomor 1 kota Chongqing tergulingkan, kalangan asing masih membicarakan Bo akan turun takta secara keras atau lembut. Epoch Times, media indenpenden diluar RRT, telah melakukan analisa dan peramalan yang tepat bahwa Bo Xilai bakal divonis berat, dan Zhou Yongkang, beking Bo yang ketika itu masih duduk sebagai anggota tetap Politbiro Pusat PKT, serta sekjen (pimpinan) Komite Politik dan Hukum Pusat, juga bakal runtuh. Sedangkan Zeng Qinghong dan Jiang Zemin sebagai bos di belakang layar klik pemberontak Jiang Zemin, pada akhirnya juga akan ditangkap. Ramalan tegas yang dilontarkan jauh sebelumnya oleh media Epoch Times, kini telah terbukti nyata sesuai dengan perkembangan situasi politik.

Seiring dengan perubahan situasi politik yang terus berkembang, terutama semakin besar daya gempur terhadap klik Jiang Zemin oleh Xi Jinping, mengakibatkan pejabat tinggi klik Jiang satu persatu berguguran, kasus Zhou Yongkang, Xu Caihou, Guo Boxiong (keduanya adalah jendral pemimpin tertinggi militer), Ling Jihua (mantan tangan kanan Hu Jintao, sekjen PKT terdahulu) satu per satu diungkap, klik Jiang sedang mengalami situasi keruntuhan total. Makin lama makin banyak orang di dalam internal PKT melihat dengan jelas situasi global, sedang berupaya melepaskan diri dari klik Jiang dan menempatkan diri pada posisi baru.

Kondisi semacam ini juga terlihat pada media bahasa Mandarin di luar RRT yang dikendalikan oleh PKT, selain beberapa media Mandarin terkenal masih saja seperti sediakala, terhadap Jiang Zemin sedikit mencela tapi banyak membantu, masih saja tetap “melindungi Jiang”, namun lebih banyak media telah memutar haluan, yakni mulai menerbitkan laporan berdasarkan kenyataan, mengungkap dan menyerang Jiang. Dibawah ini adalah sebuah laporan media di Hongkong yang kondisinya seperti itu.

Majalah FrontlineHK dari Hongkong edisi September mengungkapkan, ketika Ling Jihua ditangkap, Jiang Zemin dan Zeng Qinghong pernah berupaya membentuk sebuah komplotan, mengajak mantan sekjen PKT Hu Jintao dan sejumlah mantan senior PKT lainnya, untuk menjatuhkan Sekjen PKT Xi Jinping. Trik tersebut meniru Deng Xiaoping, senior PKT yang berkuasa di belakang layar ketika itu (akhir 1980-an), mengajak apa yang disebut “8 Senior besar” menggunakan kesempatan “Pertemuan Politik” elit PKT untuk menyerang Hu Yaobang, sekjen PKT saat itu, dan mendesaknya untuk turun panggung.

Menurut berita yang terungkap, setelah Ling dipublikasikan telah ditangkap, Zeng Qinghong (tangan kanan Jiang Zemin) mendatangi Hu Jintao, dengan alasan Ling ditangkap, menuding Xi berkedok melawan korup, membasmi seluruh faksi termasuk faksi Hu, karena Ling merupakan tangan kanan Hu ketika ia masih berkuasa (2002-2012). Zeng membujuk Hu bergabung dengan faksi Jiang yang berencana menjatuhkan Xi. Rencana fraksi Jiang adalah mengambil kesempatan Xi berkunjung ke Pakistan pada Maret 2015 lalu, mengajak sejumlah senior PKT lainnya menyelenggarakan rapat politbiro darurat, dengan sebagian besar peserta rapat menyatakan setuju, maka akan diputuskan untuk memberhentikan Xi dari jabatannya, lalu langsung dipublikasikan melalui seluruh media.

Namun ajakan Jiang dan Zeng untuk bergabung ditolak oleh Hu, juga Li Peng dan Li Ruihuan, dua senior PKT lainnya, sama-sama menolaknya, sehingga senior lainnya yang awalnya telah setuju bergabung, satu demi satu juga ikut mengundurkan diri. Beberapa anggota politburo melihat perkembangan situasi tidak benar, maka dilaporkan ke kantor pusat PKT untuk diketahui Xi. Dengan demikian siasat untuk menjatuhkan Xi mengalami kegagalan.

Sebelumnya, media asing juga pernah banyak melaporkan berita tentang Jiang Zemin melakukan kudeta terhadap Xi Jinping. Jiang takut pengendalian kekuasaan terhadap PKT jika sampai terlepas, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan penganiayaan terhadap Falun Gong serta perampasan secara hidup organ-organ yang dikategorikan sebagai perbuatan anti terhadap kemanusiaan. Sehingga Jiang tidak segan-segan melakukan pembunuhan dan kudeta demi merebut kekuasaan Xi. Setelah Bo Xilai runtuh, rencana ‘kup’ faksi Jiang semula, mengalami kegagalan, namun Jiang tetap bergerak, dari peristiwa pembantaian membabi-buta terhadap para penumpang di depan loket stasiun KA Kunming, peristiwa Hongkong, hingga terakhir menciptakan bencana saham, peledakan besar di kota Tianjin, semua ini terdapat tanda-tanda keterlibatan rencana ‘kup’ faksi Jiang.

Jiang merupakan komandan faksinya yang merencanakan kudeta untuk merebut kekuasaan Xi Jinping, berita tersebut telah dilaporkan oleh media independen, antara lain Epoch Times yang tidak dikendalikan oleh PKT. Sekarang media berbahasa Mandarin lainnya diluar RRT juga mulai menyingkap masalah tersebut, disatu pihak, ini telah membuktikan ketepatan pemberitaan Epoch Times sebelumnya, dilain pihak juga mencerminkan sikap Xi terhadap Jiang: melalui media berbahasa Mandarin di luar RRT yang telah dibersihkan dari pengaruh Jiang, menyebarkan informasi, demi mempersiapkan opini untuk kelak disuatu saat diumumkannya keruntuhan Jiang. Dan ini juga merupakan manivestasi kondisi sebenarnya Jiang Zemin dewasa ini. (whs/rmat)

 

Share

Video Popular