Tekanan manusia modern kebanyakan berasal dari tekanan kejiwaan, misalnya pekerjaan, sekolah, dan ekonomi. Tekanan ini dapat menaikkan tekanan darah dan kecepatan denyut jantung, serta menurunkan fungsi pencernaan dan kekebalan terhadap penyakit.

6. Terlalu banyak pekerjaan

Waktu kerja dan istirahat kita bila tidak diseimbangkan dengan baik, dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah kesehatan. Temuan hasil penelitian di Inggris pada tahun 2011 mengungkapkan, setiap hari bekerja di atas 11 jam, kemungkinan terkena depresi akan meningkat 100%. Sebab itu perlu melakukan introspeksi baik-baik dengan tenang bahwa apakah saya workaholic? Menuntut terlalu tinggi? Pikirkanlah dengan cermat nilai-nilai kita, aturlah prioritasnya.

Sediakan waktu untuk keluarga, teman baik dan teman sehobi, Anda akan menemukan suasana hati membaik dan efisiensi kerja meningkat. Perubahan zaman berjalan dengan cepat, melalui belajar dengan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan juga akan dapat membuat pekerjaan dikuasai dengan lebih sempurna.

7. Emosional

Dalam kehidupan selalu akan ada saja masalah yang tidak sesuai dengan harapan, pada waktu itu akan sulit menghindari perasaan marah atau kecewa sebagai reaksinya, hal ini sama sekali adalah normal, di dalam kehidupan sering kali akan ada tantangan yang sulit dihindari.

Ketika menghadapi tantangan pekerjaan baru dan pengalaman hidup, beritahukan diri Anda sendiri “jangan panik, upayakan penanganan yang sebaik-baiknya”, dengan percaya diri dan tenang menyatakan ketidakpuasan Anda, bagi semua orang mungkin akan sedikit lebih baik.

8. Pesimis dan menyendiri

Pesimis dan menyendiri dapat menimbulkan keadaan tersekat dengan masyarakat, lambat-laun hubungan dengan teman dan keluarga akan berkurang, akan muncul gejala risau dan cemas. Sekalipun Anda merasakan hati ini penuh dengan kekhawatiran dan kesusahan, kesendirian tanpa sandaran, usahakan untuk tetap melangkahkan kaki pertama, mulailah lagi berhubungan dengan teman dan sanak keluarga, bahkan walaupun hanya dalam beberapa menit saja untuk minum kopi. Kontak sosial seperti ini sering kali akan membangkitkan semangat, reaksi yang diperoleh akan lebih baik daripada yang kita harapkan, kondisi hati akan teratur dengan baik, menghadapi dengan optimis, akhirnya akan merasakan lebih banyak reaksi positif. Berkonsultasi dengan psikolog untuk mencari letak masalah juga akan sangat membantu.

9. Perfeksionisme

Orang yang dalam setiap hal menginginkan kesempurnaan, akan berusaha keras dalam menangani setiap detail, agar mencapai hasil yang terbaik. Lama kelamaan akan memberikan tekanan yang sangat besar bagi dirinya sendiri. Para ahli hygine mental menyatakan, para perfeksionis mudah mengalami masalah kesehatan mental, termasuk kecewa, cemas dan ketidak seimbangan selera makan. Sekalipun perfeksionis belum tentu merupakan orang-orang sukses, namun para perfeksionis sering kali berkaitan dengan workaholic. Hanya kalau Anda telah tidak lagi terikat dan melepaskan pikiran untuk menjadi sempurna, baru menyadari bahwa yang terpenting adalah menikmati perjalanan hidup dan bukan hanya tempat tujuan. (Pur/Yant)

Share

Video Popular