Oleh: Yiming

Berakhir sudah parade militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 3 September 2015 lalu, kita dapat melihat suatu ajang pamer kekuatan militer RRT yang besar dengan perlengkapan dan persenjataan canggihnya, tepatnya adalah pasukan militer milik Partai Komunis Tiongkok, yakni Tentara Pembebasan Rakyat. Pameran kekuatan militer seperti ini dibutuhkan kesempatan dan alasan yang kuat, dan kali ini panji yang menaungi parade militer ini adalah “memperingati 70 tahun kemenangan perang melawan Jepang”. Bukan hanya itu saja, masih ditambah lagi dengan “memperingati 70 tahun kemenangan melawan Fasisme”. Alasan yang sangat indah, hanya saja, apakah partai politik ini berkaitan dengan pasukan dan alasan kedua yang dibuatnya?

Banyak orang tahu, PKT berikut sang pemimpinnya Mao Zedong pernah berterima kasih atas invasi militerisme Jepang, alasannya adalah: “Pertama, invasi itu melemahkan Chiang Kai-shek; dan kedua, kami bisa mengembangkan zona basis dan pasukan militer di bawah kepemimpinan partai komunis. Sebelum perang melawan Jepang, pasukan kami pernah hanya tinggal 20.000 personel saja. Selama 8 tahun perang melawan Jepang, pasukan militer kami berkembang menjadi 1.200.000 personel.”

Suatu organisasi yang akan ditumpas oleh Kuo Min Tang tapi kemudian berkembang karena invasi Jepang, dan akhirnya mengusir Kuo Min Tang yang telah berjuang melawan Jepang itu ke sebuah pulau terpencil yakni Taiwan. Pemenang adalah raja, masyarakat RRT menerima propaganda bahwa PKT adalah “pasukan inti dan andalan dalam melawan Jepang”, dan selalu beranggapan bahwa pasukan Kuo Min Tang tahunya hanya “duduk berpangku tangan, menantikan kemenangan, menyimpan kekuatan dan bersiap-siap untuk perang saudara” (propaganda Mao Zedong). Yang tidak diketahui masyarakat adalah, kekuatan utama sebesar lebih dari 95% berasal dari pasukan Kuo Min Tang, dan yang kita abaikan selama ini adalah, AS adalah pihak yang sejak awal terus mendukung dan terlibat dalam perlawanan Tiongkok melawan Jepang, serta memainkan peran menentukan dengan memaksa Jepang untuk menyerah.

PKT terus mengelak dan memudarkan serta mendistorsi sejarah perang tersebut. Jika tak mampu menghadapi sejarah, lalu untuk apa bicara soal peringatan?

Sebenarnya PKT memiliki tujuannya sendiri. Di dunia saat ini, rezim seperti PKT ini sudah tidak banyak, rezim diktatornya terus mendapat kecaman dan kritik dari masyarakat yang beradab, yang berujung pada masalah ideologi. Ideologi adalah masalah prinsip bagi PKT untuk berdebat dengan dunia peradaban, PKT menempatkan semua negara yang menyebarkan kebebasan dan demokrasi serta nilai universal HAM sebagai sosok yang harus diwaspadai, karena mereka dianggap sebagai pihak yang terus merongrong stabilitas kekuasaan rezim PKT. Disini, yang menjadi pelopornya adalah Amerika serikat, AS-lah yang selama ini terus mengintervensi RRT dan mengecam HAM di RRT.

AS telah membantu Tiongkok melawan invasi Jepang, AS mungkin tidak pernah berpikir agar Tiongkok membalas budi, tapi AS juga tidak pernah menyangka jika dikemudian hari PKT akan menjadi kekuatan terbesar anti-AS di dunia? Perang Korea setelahnya (1950-1953), apakah yang terlintas di benak AS adalah duel antara PKT dan AS? Di medan Perang Vietnam, yang membuat AS terjerumus dalam kubangan perang tersebut juga adalah PKT. Mengapa AS bisa seperti itu? Membantu negara ini mengusir satu penyusup, di saat yang sama mendatangkan seorang penantang!

Saat ini, AS terjerumus masalah ekonomi dengan jumlah pengangguran sangat tinggi yang sulit diselesaikan. Terbayangkan, akar dari permasalahan ini adalah PKT yang mengendalikan suatu negara yang begitu besar, tanpa mempedulikan pencemaran lingkungan, penghamburan sumber daya alam, menguasai tenaga kerja tak terhitung banyaknya dengan upah murah, menghasilkan produk dengan harga termurah di dunia, mengacaukan tatanan ekonomi pasar dunia, yang berdampak pada industri riil di AS, serta mengendalikan nilai tukar RMB. Kini, yang mampu mengacaukan AS hanya PKT.

Disaat AS menyadari permasalahan ini, semuanya sudah terlambat, apakah tak pernah terpikir bagaimana Uni Soviet melakukannya?

Uni Soviet juga ikut serta dalam perang perlawanan di Tiongkok, pada saat yang tepat pasukan Soviet membanjiri wilayah Timur Laut Tiongkok dan menguasai semua pabrik berikut prasarana dan sumber daya, Soviet sangat bersuka-cita. Disaat pergi Soviet tak lupa mempersenjatai pasukan PKT, karena PKT disponsori oleh Uni Soviet untuk berkembang di Tiongkok, dan mereka tahu bahwa perlu membesarkan pemerintahan yang pro-Soviet, karena setidaknya ada dua kebaikan: Pertama, negara tetangga ini tidak akan melawan mereka; Kedua, negara ini tidak akan meminta kembali wilayah Tiongkok yang sangat luas yang telah diduduki Soviet. Karena pemimpin Soviet juga adalah pemimpin PKT, setidaknya sebagai pemimpin spiritual. Dan 70 tahun berjalannya sejarah hal ini memang terbukti, negara ini sampai saat ini masih berpegang teguh pada “Paham Marxisme-Leninisme” yang diimpornya dari Uni Soviet.

Apakah AS tidak mempertimbangkan suatu pemerintahan yang pro mereka? Agar berkurang setumpuk masalah di kemudian hari. Jika sudah dipertimbangkan, mengapa Kuo Min Tang kalah dan mundur ke Taiwan? Apakah AS pernah berpikir akan akibat yang terjadi di kemudian hari setelah memenangkan perang jika PKT menguasai seluruh Tiongkok dan mendirikan pemerintahan komunis?

Sangat sederhana bagi PKT: pertama, sebaiknya siapapun adalah sama-sama pemerintahan partai komunis seperti PKT; kedua, siapapun jangan mengkritik pemerintahan komunis PKT. Dua hal ini adalah hal yang tidak bisa dilakukan oleh AS, juga tidak mungkin dilakukan. Jika tidak bisa, akan menjadi lawan yang diwaspadai oleh PKT, kebebasan apapun termasuk berita, internet, nilai universal, bagi PKT adalah ancaman terhadap stablitas rezim mereka.

Oleh karena itu, bagi PKT, menentang AS, menjelekkan AS, mengancam AS, adalah suatu kebutuhan bagi stabilitas rezim PKT. Di hadapan negara adidaya militer nomor satu dunia, memamerkan sejenak rudal balistik antar benua dan persenjataan lainnya, tak lain adalah bertujuan memperingatkan, jangan turut campur urusan di daratan Tiongkok. (sud/whs/rmat)

 

 

 

Share

Video Popular