Sejalan dengan penciptaan produk-produk tenologi baru yang menyisihkan produk-produk teknologi lama, serta meluasnya jaringan internet, pola konsumsi dan pola hidup masyarakat juga ikut berubah secara menyolok. Sebagian produk-produk masa lalu yang pernah populer, sekarang sudah mulai kehilangan pamornya.

Selain itu, kebiasaan konsumsi generasi milennium ini juga sangat berlainan dengan generasi sebelumnya. Dahulu produk hot item yang sangat digemari pada masa babyboomers, pada zaman millennium yang telah semakin menjadi produk andalan untuk konsumen, juga akan menjadi produk dead stock yang dulu pernah laris.

Para ahli menyatakan, selain perkembangan teknologi dan karakteristik konsumen yang membuat beberapa produk lambat-laun bergeser keluar dari panggung kepopuleran, juga ada produk yang karena perubahan mode pengelolaan sehingga menghadapi persaingan yang semakin seru. Publikasi Website Keuangan dan Ekonomi Amerika (MarketWatch. com) akhir-akhir ini mendaftar 10 jenis produk konsumen sehari-hari yang tidak lagi layak dibeli, di antaranya terdapat produk berteknologi tinggi, juga termasuk air kemasan dalam botol dan lain-lain produk sehari-hari. Artikel ini memilih 3 di antaranya, memperkenalkan sebab-musababnya “pernah menjadi populer”, sebagai rujukan bagi para pembaca.

1. DVD dan CD

Para ahli menyatakan bahwa CD dan DVD sudah menjadi produk masa lalu, sedangkan streaming media pada tahun ini akan tetap mempertahankan kepopulerannya. Data dari Digital Entertainment Group menunjukkan bahwa tahun lalu penjualan DVD dan CD high definition blue ray telah menurun sebanyak 8%, bahkan diperkirakan akan turun lebih lanjut. Sedangkan daya beli terhadap gambar hidup digital tengah mengejar penayangan DVD, penghasilan tahun lalu telah meroket 47%, mencapai 1,19 miliar dollar AS.

Menurut survei dari Nielsen Sound Scan, pada tahun 2013 CD musik mulai menunjukkan penurunan penjualan, tahun 2014 tetap merosot. Namun media streaming yang memberikan servis pilihan pendengar pada masa yang sama tahun lalu telah meningkat 42%, semester pertama tahun 2014 terdapat 7 miliar lagu disiarkan karena pilihan pendengar.

Menurut data asosiasi industri rekaman Amerika Serikat, pada semester pertama tahun 2014, penjualan CD pada masa yang sama telah menurun 19%, namun penjualan gramophone record pada masa yang sama telah melonjak 43%.

2. Mini tablet

Setelah Apple memperkenalkan handphone berlayar lebar iPhone 6 plus phablet, penjualan mini tablet segera terpengaruh. Howard Scheffer wakil presiden Offers.com menyatakan, handphone akan semakin lama menjadi semakin besar dan semakin bagus, sehingga tidaklah beralasan untuk membeli mini tablet.

Brent Shelton, juru bicara FatWallet.com juga beranggapan, setelah munculnya iPhone 6 Plus 5,5 inchi dan Samsung Galaxy Note 4 , maka mini tablet Samsung Galaxy Tab 8 dan Mini iPad Apple sedang menjadi “produk berteknologi yang berlebihan”.

Brent Shelton mengatakan, konsumen dapat menggunakan phablets untuk menelepon, mengambil fotopun juga sangat mudah. “Selain itu, Anda juga dapat meletakkannya di dalam saku baju atas, hal mana sangat nyaman.”

3. Air kemasan dalam botol

Karena kepanikan terhadap pencemaran air, banyak orang AS yang percaya bahwa air kemasan dalam botol lebih bersih, pasar air kemasan dalam botol di AS pun berkembang dengan pesat, prakiraan perusahaan pemasaran minuman, pada tahun 2020, air kemasan dalam botol akan menjadi minuman kemasan yang paling laris.

Wu Mae, seorang ahli bidang kesehatan dari kantor pusat “National Defence Council of State Resounces” organisasi non-profit perlindungan lingkungan yang terletak di daerah istimewa Washington menyatakan, masyarakat AS beranggapan air kemasan dalam botol adalah lebih aman, lebih bersih daripada air leding, namun “dalam kebanyakan kasus, hal tersebut tidak benar”.

Ilmuwan dan “Cerita di balik obsesi kita pada air kemasan dalam botol” (Bottled and sold: The Story Behind Our Obbsession with Bottled Water == Dikemas dalam botol dan dijual: Cerita di balik obsesi kita pada air kemasan dalam botol) sebuah buku yang ditulis oleh Peter Gleick menyatakan, sesungguhnya, 45% dari air kemasan dalam botol yang bermerek bersumber dari air PDAM, sesumber dengan air leding. “Air kemasan dalam botol dari perusahaan Coca cola dengan merek Dasan dan Aquafi na dari PepsiCo Inc. ratarata berasal dari PDAM”.

Nick Colas, analis utama perusahaan Converg Ex menyatakan, konsumen dapat membersihkan sendiri air leding, sehingga akan lebih ekonomis dan ramah lingkungan, namun hendaknya menghindari penggunaan bejana plastik lama dalam jumlah besar. Nick mengatakan: “Brita GmbH dan Pur Star hanya mengeluarkan 15 dollar AS untuk membeli sebuah alat filter yang dapat dipergunakan selama satu tahun.” (Pur/Yant)

Share

Video Popular