Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa kepada korban tertimpa crane di kompleks Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (11/9/2015) malam waktu setempat. Akibat kejadian itu 107 orang meninggal dunia dan 238 orang luka-luka.
“Saya sampaikan duka cita mendalam kepada para korban termasuk warga kita dari Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam keteranganya di Istana Raja Faisal, Jeddah, Arab Saudi dilansir dari situs Sekretariat Kabinet.

Kepala Negara mengatakan sudah mendapat kabar terjadinya musibah itu saat tiba di Jeddah, Jumat (11/9/2015) pukul 18.00 waktu saudi. Menurut Presiden, badai mengakibatkan crane untuk pembanguan dan perluasan Masjidil Haram runtuh dan menimpa jamaah yang sedang thawaf.

Atas kejadian jatuhnya alat berat itu, Presiden Jokowi telah memerintahkan amirul haj Indonesia Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin, untuk menangani dan membantu secara optimal anggota jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban .

“Saya sudah meminta Amirul Haj (Menteri Agama RI) dan KJRI di Jeddah untuk memberi bantuan seoptimal mungkin (bagi para korban),” kata Presiden Jokowi.

Sementara dalam keterangannya tertulisnya dari Amerika Serikat, Ketua DPR RI Setya Novanto menyampaikan turut berbela sungkawa atas wafatnya jemaah haji asal Indonesia serta beberapa jemaah haji Indonesia lainnya yang terluka karena tertimpa crane. Setya,memohon agar seluruh Rakyat Indonesia berdoa semoga para jemaah khususnya jemaah Haji Indonesia yang meninggal agar dihapuskan semua dosa dan diterima seluruh amal ibadahnya.

Setya berharap keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Politisi Partai Golkar itu juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam hal ini jajaran Kementrian Agama untuk terjun langsung kelokasi dan rumah sakit, tempat di mana para jemaah dirawat.

Tak hanya itu, Setya mengapresiasi langkah pemerintah Arab Saudi yakni Gubernur wilayah Mekkah, Pangeran Khaled AL Faisal yang sangat sigap dan tanggap menangani jemaah yang menjadi korban, serta langsung membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden jatuhnya crane.

Insiden jatuhnya alat berat di kompleks Masjidil Haram di Mekkah bersamaan dengan berkumpulnya ratusan ribu umat Islam untuk menunaikan ibadah Haji. Saat itu di Mekkah sedang terjadi badai dan petir. Sejumlah saksi mata melihat bahwa petir sempat menyambar crane untuk pembanguna perluasan Masjidil Haram itu.

Hingga saat ini jumlah jamaah haji asal Indonesia yang terkena insiden itu berjumlah 36 jemaah. Jumlah itu terdiri 6 jamaah wafat dan 30 orang lainnya masih dirawat di berbagai rumah sakit setempat. Termasuk 7 diantaranya dirawah di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Arab Saudi.  (Muhamad Asari)

Share

Video Popular