Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiatuti mengatakan festival garan dilaksanakan untuk memberikan apresiasi kepada petambak garam di Indonesia. Selain ingin mengangkat pergaraman dan petambak untuk bangkit meraih kesejahteraan.

“Kegiatan ini juga mengajak para petambak bersama-sama memperbaiki sistem produksi yang lebih maju dangan menghasilkan garam yang berkualitas dan berproduktivitas tinggi,” kata Susi, Jumat (11/9/2015).

Hajatan yang ddiselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) digelar dengan mentransformasi budaya lokal sebagai modal sosial di Pulau ‘Garam’ Madura. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dalam kegiatan tersebut dan melakukan Panen Raya Garam di Desa Majungan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Festival garam ini diharapkan dapat mendorong swasembada garam nasional dan daya saing di pasar internasional. Festival diisi dengan pameran dari beberapa Kabupaten penghasil garam diantaranya Aceh Besar, Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Tuban, Sampang Sumenep, Bima, Buleleng, Jeneponto dan Pamekasan.

KKP menegaskan rendahnya harga garam nasional akibat maraknya garam impor di Indonesia telah menyurutkan semangat para petambak untuk memproduksi dan memasok garam untuk kepentingan nasional. Oleh karena itu, untuk memacu kembali semangat petambak, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan Festival Garam Nasional.

Susi menjelaskan, terdapat beberapa target perbaikan kondisi garam rakyat melalui program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) tahun 2015. Diantaranya, menciptakan ketersediaan lahan garam sebanyak 30 ribu hektar, meningkatkan produksi garam nasional sebanyak 3,3 juta ton (meningkat dari tahun 2014 yang sebesar 2,5 juta ton).

Target lainnya yang dicanangkan KKP adalah meningkatkan jumlah produksi garam sebanyak 60 persen, dan meningkatkan harga garam rakyat. Termasuk, penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, serta pola usaha yang berbasis klaster dan sistem pembiayaan yang lebih baik (resi gudang).

Share

Video Popular