Oleh: Ma Li

Menghadapi besarnya gelombang pengungsi yang masuk ke Eropa, masyarakat Eropa menyikapinya dengan saling bertolak belakang. Pada Sabtu (12/9/2015) masyarakat kota London, Berlin, Wina, Den Haag, Madrid, Venesia, Kopenhagen dan lainnya menggelar unjuk rasa solidaritas kepada pengungsi. Tetapi masyarakat di Polandia, Ceko dan Slovakia justru berunjuk rasa untuk menolak pengungsi. Solidaritas antar negara Uni Eropa kini sedang menghadapi tantangan besar.

Foto jenasah bocah Suriah yang tergeletak di tepi pantai telah menyentuh hati banyak masyarakat Eropa. Awal minggu lalu, sejumlah warga Jerman membentang slogan bertuliskan ‘Welcome’ untuk menyikapi dukungan mereka kepada pengungsi Timur Tengah. Jerman memimpin negara lainnya untuk membukakan pintu masuk bagi para pengungsi peperangan dan ekonomi dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun bersamaan dengan itu, suara menolak pengungsi juga semakin tinggi.

Sabtu adalah Hari solidaritas masyarakat Eropa kepada para pengungsi. Pada hari itu sejumlah aktivis melakukan unjuk rasa yang menuntut pemerintahan negara Eropa untuk memberikan ijin masuk bagi para pengungsi perang dan ekonomi dari Timur Tengah dan Afrika Utara.

Puluhan ribu masyarakat London berpartisipasi dalam solidaritas bagi pengungsi pada hari itu. Mereka berjalan kaki dari Hyde Park menuju ke Downing Street London. Ketua baru dari Partai Buruh Inggris Jerremy Corbyn juga berada dalam barisan unjuk rasa. Beberapa kota lain di Inggris seperti Edinburgh, Glasgow, Cardiff juga menggelar unjuk rasa serupa.

Aksi solidaritas kepada pengungsi dari masyarakat Den Haag, Belanda. (BART MAAT/AFP/Getty Images)
Aksi solidaritas kepada pengungsi dari masyarakat Athena, Yunani. (LOUISA GOULIAMAKI/AFP/Getty Images)

Dua kota besar lain di Eropa yang juga melakukan unjuk rasa menyampaikan solidaritas kepada pengungsi adalah Kopenhagen dan Lisbon. Sekitar 40.000 masyarakat dari masing-masing kota tersebut berpartisipasi dalam unjuk rasa. 5.000 lebih warga masyarakat Jerman hadir dalam acara malam nyala lilin di kota Berlin. Munich berencana untuk menampung sekitar 40.000 orang pengungsi pada akhir pekan ini.

Ribuan masyarakat kota Wina, Austria, Paris Prancis dan Athena Yunani juga berunjuk rasa menyampaikan rasa solidaritas kepada para pengungsi. Masyarakat kota dunia lainnya seperti Sydney, Melbourne, Hongkong juga ikut menggelar aksi solidaritas kepada pengungsi.

Namun, masyarakat beberapa negara Eropa Timur seperti Ceko, Slovakia dan Polandia juga menggelar anti solidaritas kepada para pengungsi pada Sabtu itu. Sekitar 5.000 orang warga kota Warsawa Polandia berunjuk rasa dengan membawa spanduk dan slogan sambil meneriakkan, “Polandia menolak kaum pengungsi” berjalan kaki melalui jalan-jalan utama kota itu.

Perdana Menteri Hungaria Orban mengecam pemimpin Negara Eropa yang tidak memperkirakan resiko pengungsi. Masuknya pengungsi akan berdampak pada budaya Negara mereka sendiri di samping mmenimbulkan gejolak politik dan ekonomi. Orban menyebut para pemimpin Eropa itu sedang ‘bermimpi’.

Orban juga mengatakan bahwa banyak pengungsi asal negara sekitar Suriah yang sekarang datang ke Eropa bukan karena menghindari peperangan tetapi demi mengejar kehidupan yang lebih baik.

Bahkan dalam negeri Jerman, Prancis, Inggris, partai yang berkuasa juga menghadapi kritikan, baik yang pro maupun yang anti pengungsi. Gelombang sentiment yang datang dari kelompok ekstremis neo Nazi Jerman, mereka melakukan kerusuhan sebagai lampiasan kebencian terhadap pengungsi.

Presiden Komisaris Uni Eropa Juncker pada 9 September mengumumkan program pembagian 160.000 orang pengungsi secara ‘paksaan’ kepada Negara-negara Uni Eropa. Namun langsung mendatangkan penolakan dari Negara-negara Eropa Timur seperti Ceko, Slovakia, Polandia, Rumania dan lainnya. Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri dari negara anggota Uni Eropa minggu depan akan bertemu untuk merundingkan cara pengalokasian dan penanganan pengungsi. (Sinatra/rmat)

Aksi anti solidaritas kepada pengungsi dari masyarakat Warsawa, Polandia. (JANEK SKARZYNSKI/AFP/Getty Images)
Aksi solidaritas kepada pengungsi dari masyarakat Madrid, Spanyol. (Pablo Blazquez Dominguez/Getty Images)

Share

Video Popular