[Komentar 4]

Komunis Merupakan Kekuatan yang Menentang Alam

Orang Tiongkok sangat menaruh perhatian pada “Dao” (Tao). Pada zaman dahulu seorang raja lalim dijuluki sebagai “Raja Dungu tanpa Dao”. Jika mengerjakan sesuatu pekerjaan tidak sesuai dengan standar moral yang telah diakui umum sebagai “tanpa prinsip”. Sampai-sampai petani yang memberontak pun mengeluarkan semacam spanduk besar yang bertuliskan “Mewakili langit melaksanakan Dao”. Lao Tze mengatakan hanya berdasarkan “Dao”-lah tercipta langit dan bumi.

Akan tetapi hampir seratus tahun ini, roh komunis menyerbu dengan dentuman yang keras, terbentuklah sebersit tenaga yang bertentangan dengan alam dan kemanusiaan, hingga terjadilah berbagai kesengsaraan dan tragedi, juga mendorong peradaban manusia ke jurang kehancuran. Roh komunis ini mengkhianati “Dao” dengan melakukan berbagai macam tindakan yang biadab, melawan langit dan bumi, hingga menjadi semacam kekuatan sangat jahat yang menentang alam semesta.

“Manusia mengikuti bumi, bumi mengikuti langit, langit mengikuti hukum Dao, Dao mengikuti hukum alam”. Sejak dahulu orang Tiongkok percaya dan mematuhi bahwa langit dan manusia menyatu, manusia menyatu dengan langit dan bumi, hidup saling bergantung. Aturan langit tidak berubah, mempunyai aturan peredaran, bumi mengikuti ketepatan waktu maka ada empat musim. Manusia menghormati langit dan bumi, berterima kasih dan menyayangi keberuntungan yaitu yang disebut sebagai “peluang, letak geografis yang menguntungkan, dukungan rakyat”. Dalam konsep pikiran masyarakat Tionghoa, astronomi, geografi, penanggalan, kedokteran, kesusastraan, sampai kepada struktur masyarakat, semuanya sejalan dengan pengertian ini. Akan tetapi, komunis mempropagandakan bahwa “Manusia pasti akan menang melawan langit”. “Filsafat konflik” komunis meremehkan alam semesta.

Mao Zedong berkata, “Berperang dengan langit asyiknya tak terhingga, berperang dengan bumi asyiknya tak terhingga, berperang dengan manusia asyiknya tak terhingga”. Mungkin komunis mendapatkan keasyikan yang sesungguhnya, akan tetapi rakyat telah membayar dengan pengorbanan pahit atas kegembiraan ini.

Share

Video Popular