Meskipun penindasan terhadap Falun Gong terjadi baru beberapa tahun belakangan ini, PKT masih tetap menggunakan cara-cara lama yaitu membuat permusuhan dan menghasut terjadinya tindakan kekerasan.

Partai Komunis mengekang sifat hakiki manusia yang baik dan jujur, sebaliknya menghasut, membiarkan dan memanfaatkan sifat jahat manusia untuk memperkuat kekuasaannya. Gerakan yang bersifat jahat berkali-kali dilakukan, sehingga orang yang berhati nurani pun merasa ngeri akan kekerasan itu dan terbenam dalam kebungkaman. Komunis secara sistematik telah merusak hampir semua pengertian umum tentang moral yang ada di alam semesta ini. Konsep “tahu malu akan perbuatan jahat” yang telah dipertahankan manusia selama ribuan tahun telah sirna. Sebaliknya orang menjadi tidak tahu malu berbuat jahat.

Kejahatan yang melampaui unsur saling mendorong dan mengatasi.

Lao Tze berkata bahwa di dunia ini terdapat unsur saling menghidupi dan saling membatasi. Manusia tidak hanya terbatas menjadi baik dan buruk, di dalam diri manusia sendiri secara bersamaan juga terdapat unsur baik dan jahat.

Dao zhi, ikon yang dianggap mewakili perampok, tapi dia berkata pada bawahannya bahwa “perampok juga mempunyai Dao”. Katanya lebih lanjut, “Menjadi penyamun harus bijaksana, gagah berani, adil, arif dan berperikemanusiaan.” Dengan kata lain, meskipun jadi penyamun tidak boleh bertindak sewenang-wenang, masih harus mematuhi aturan yang ada.

Menengok kembali sejarah PKT, boleh dikatakan penuh dengan penipuan dan pengkhianatan, tidak ada aturan apa pun yang mengekang. Misalkan perampok pun mengutamakan “keadilan’, bahkan tempat membagi hasil rampokan pun disebut sebagai “ruang berkumpul keadilan untuk membagi pendapatan.” Akan tetapi dalam tubuh PKT antara sesama teman jika menemui bahaya, segera saling membongkar, memukul orang yang sudah jatuh, bahkan memfitnah dan mengada-ada.

Contohnya Peng Dehuai. Mao Zedong yang terlahir dari petani, sudah pasti tahu bahwa sepetak tanah tidak mungkin menghasilkan 130.000 kati beras, dan secara pasti tahu bahwa ucapan Peng Dehuai itu jujur. Mao tentunya juga tahu bahwa Peng Dehuai tidak berniat merebut kekuasaannya, bahkan telah menyelamatkan hidupnya. Ketika perang PKT melawan Kuomintang, Peng dengan 20.000 pasukannya mati-matian melawan pasukan Hu Zongnan yang berjumlah 200.000, beberapa kali menolong nyawa Mao Zedong. Namun ketika Peng Dehuai hanya mengritik Mao dengan dua patah kata, Mao segera membuang puisi yang pernah dia buat untuk Peng ke dalam tong sampah. Mao kemudian menvonis mati Peng, dengan demikian dapat dikatakan tak mengenal balas budi bahkan meniadakan rasa keadilan.

PKT memerintah bukannya dengan kebajikan dan kebaikan melainkan membunuh dengan bengis dan kejam, tidak berperikemanusiaan. Sesama anggota saling berperang, bermusuhan, tidak setia. Boleh dikata, komunis telah mengabaikan batas terendah dari “Perampok juga ada Dao-nya’, kejahatannya sudah melampaui prinsip saling mendorong dan mengatasi di antara kelima unsur yang berada di alam semesta ini. PKT telah merusak watak manusia wajar secara total. Tujuannya mengacaukan kriteria antara baik dan jahat, mengacaukan aturan alam, sangat pongah dan tak tahu diri. Arogansi ini dengan sendirinya tidak akan terhindar dari akhir kemusnahan.

Share

Video Popular