Merusak alam, menanggung sendiri akibat buruknya

Partai Komunis Tiongkok melaksanakan kebijakan pertaniannya dengan bahan pangan sebagai kunci semua programnya. Secara besar-besaran mereklamasi tanah yang tidak sesuai untuk pertanian yaitu tanah pegunungan dan padang rumput; menguruk/menimbun sungai, danau dan laut yang berada di Tiongkok. Apa akibatnya? PKT menyatakan hasil pangan tahun 1952 sudah melebihi hasil pada masa Pemerintahan Nasional, tetapi yang tidak dibocorkan oleh PKT adalah: sampai 1972, total hasil pangan Cina baru melewati total hasil pada dinasti Qing saat pemerintahan Qianlong. Sampai saat ini rata-rata hasil pangan per kapita, masih jauh tertinggal dari masa Dinasti Qing; hanya 1/3 dari masa kejayaan pertanian pada dinasti Song.

Penebangan hutan yang kacau balau dan serampangan, pembendungan sungai, pengurukkan laut mengakibatkan lingkungan ekologi di Tiongkok mengalami kerusakan besar. Kini ekosistem di Tiongkok sudah diambang kehancuran. Pemutusan aliran Sungai Hai, Sungai Huang, Sungai Huai dan pencemaran Sungai Yangtze, nadi yang menjadi sandaran hidup bangsa Tionghoa diputus sepenuhnya. Dengan hilangnya padang rumput di Gansu, Qinghai, Mongolia dalam dan Xinjiang ini, menyebabkan gulungan pasir kuning menerjang ke dataran tengah.

Pada tahun1950-an, PKT di bawah pengawasan para profesional Rusia, telah membangun PLTA “Sanmenxia” di Sungai Huang. Aliran listrik yang dihasilkan sampai kini hanya setara dengan yang dihasilkan oleh sebuah sungai berukuran sedang (Sungai Huang adalah sungai terbesar ke-2 di Tiongkok), bahkan menyebabkan timbunan pasir di hulu, dasar sungai menjadi tinggi. Jika terjadi air bah yang agak besar, penduduk di sekitarnya mengalami kerugian besar atas harta dan nyawanya. Tahun 2003, banjir Sungai Wei dengan puncak tertinggi debit airnya 3.700 m3 per detik, hanya merupakan banjir biasa yang dialami setiap tiga sampai lima tahun sekali; tetapi bencana yang diakibatkan merupakan bencana yang tak pernah ditemui dalam kurun waktu 50 tahun sebelumnya.

Di Zhumadian, Provinsi Henan telah dibangun beberapa waduk besar. Tahun 1975, penopang tangggulnya beruntun runtuh, dalam waktu singkat selama dua jam, menelan korban 60.000 orang, jumlah total yang meninggal mencapai 200.000 jiwa.

Yang perlu dijelaskan di sini adalah bahwa tindakan sesuka hati PKT terhadap tanah Tiongkok masih berlanjut. Dam besar di Sungai Yangtze, air selatan dipindahkan ke utara. Semua ini menelan biaya yang sangat besar dan bermaksud merubah ekosistem alam. “Melawan bumi” yang berskala menengah kecil macamnya beraneka ragam. Lebih dari itu, ada orang yang mengusulkan jalan tembus di dataran tinggi Qinghai-Tibet dengan menggunakan bom atom, agar lingkungan alam Tiongkok Barat bisa berubah, sifat pongah dan meremehkan bumi ini membuat orang sedunia terbelalak, tetapi tidak jauh dari dugaan orang.

Leluhur kita mengatakan bahwa manusia harus bersikap menerima langit mematuhi bumi, hormat pada alam.

Komunis dengan sikap bertempur dengan langit melawan bumi, bertindak secara serampangan terhadap bumi. Tindakan sewenang-wenang ini bertentangan dengan langit dan bumi; pada akhirnya pasti mendapatkan ganjaran dari langit dan bumi serta hukuman dari alam. I

  1. Bertempur dengan Langit, Menindas Kepercayaan, Menyangkal Kepercayaan Ortodoks dan Menolak Percaya Tuhan

Kehidupan yang terbatas bagaimana dapat mengenal ruang waktu yang tak terbatas?

Einstein pernah ditanya oleh anaknya, Edward: “Ayah, mengapa anda sangat ternama?” Einstein menjawab: “Apakah kamu melihat seekor kumbang buta yang berjalan di atas bola kulit itu? Ia tidak merasa bahwa jalan yang dilaluinya berliku, tetapi Einstein mengetahuinya.” Kalimat ini artinya sangat mendalam, orang Tiongkok berkata: “Tidak mengenal wajah asli Gunung Lu, karena mereka berada di gunung itu.” Jika ingin mengenal suatu sistem, maka harus diamati dari luar sistem itu. Namun menggunakan jiwa manusia yang terbatas ini untuk meneliti ruang waktu yang tidak terbatas, manusia tidak akan dapat mengetahui keseluruhannya, maka alam akan menjadi misteri manusia yang abadi.

Halangan yang tidak bisa dilewati oleh ilmu pengetahuan tentunya metafisika. Hal tersebut logis jika menjadi kategori “kepercayaan”.

Keyakinan orang semacam ini, dalam pergerakan batinnya, penghayatan dan pemikirannya terhadap jiwa, ruang waktu dan alam semesta sama sekali bukan kategori pengaturan dari suatu partai politik. “Milik Tuhan kembali ke Tuhan, milik setan kembali ke setan.” Namun PKT mengandalkan pengertiannya terhadap jiwa dan alam semesta yang minim dan menggelikan. Semua yang di luar teori, mereka anggap “takhayul”. Mereka yang percaya akan Tuhan masih akan dicuci otaknya, diubah, dikritik, bahkan sampai pada pelenyapan jasmani.

Share

Video Popular