Bagi orang-orang komunis yang berniat jahat, kepercayaan tradisional ortodoks dianggap merupakan rintangan alam.

Penganiayaan Partai Komunis Tiongkok terhadap agama boleh dikatakan sudah pada taraf kegila-gilaan. Pada saat Revolusi Kebudayaan, banyak kuil yang dihancurkan, para biksu digiring ke jalan. Di Tibet, 90 persen kuil mengalami kerusakan, dan hingga saat ini masih ada ribuan anggota Nasrani dipenjarakan. Ignatius Kardinal Kung Pin Mei, seorang pastor Katolik di Shanghai dipenjarakan selama 30 tahun oleh PKT, tahun 1980-an baru bisa pergi ke Amerika. Menjelang meninggal dunia di usia 90 tahun lebih, dia membuat surat wasiat yang berbunyi: “Tunggu sampai komunis sudah tidak berkuasa di Tiongkok, pindahkan kuburan saya kembali ke Shanghai”. Seseorang karena kepercayaannya, telah mendapatkan perlakuan kejam dari kekuatan jahat. Seorang diri secara rahasia dipenjarakan selama 30 tahun lebih; PKT telah berkali-kali memaksanya, asalkan mau menyetujui “tiga komitmen patriot” dari PKT, dia akan dilepas. Beberapa tahun belakangan ini, PKT juga melakukan penindasan terhadap para kultivator Falun Gong yang percaya akan “Sejati, Baik, Sabar”, hal ini merupakan kelanjutan PKT untuk “memerangi langit”.

Partai Komunis yang atheis bermaksud memimpin dan mengekang kepercayaan manusia kepada Tuhan. “Bertempur dengan langit, asyiknya tak terhingga”; sungguh sangat menggelikan, sifat keangkuhan yang tidak dapat dilukiskan.

Penutup

Realisasi paham komunis telah mengalami kegagalan total di seluruh dunia. Pemimpin dari negara besar komunis yang terakhir di dunia, yaitu Jiang Zemin, di bulan Maret 2003 pernah berkata kepada wartawan Washington Post: “Ketika muda saya percaya bahwa komunisme akan segera tiba, tetapi sekarang saya tidak lagi mengira demikian.” Sampai saat ini yang benar-benar percaya akan paham komunis sudah sangat sedikit.

Kegagalan gerakan komunisme sudahlah pasti, karena melanggar hukum alam, berlawanan dengan jalan Tuhan. Sebersit kekuatan yang melawan alam, maka sudah pasti mendapat hukuman dari Yang Maha Kuasa.

Partai Komunis Tiongkok meskipun berkali-kali berganti rupa, berkali-kali dapat melewati masa krisis, tetapi dunia melihat jelas akan akhir kesudahannya. Selembar demi selembar PKT menanggalkan mantelnya yang indah, hingga tampaklah jelas wujud keiblisannya, kekejamannya. Tidak punya malu dan melawan alam. Sampai hari ini masih mengekang pikiran orang, dan membunuh etika moral manusia. Komunis masih merupakan bencana yang amat besar bagi peradaban manusia, moral, perdamaian dan kemajuan.

Alam semesta yang luas ini membawa kehendak langit yang tak dapat dilawan, boleh dikatakan sebagai tekad dewa, atau sebagai hukum alam, juga boleh dikatakan sebagai kekuatan alam. Bila manusia menaruh hormat pada kehendak alam, patuh pada alam, mengindahkan alam semesta, memperhatikan dan mengasihi semua kehidupan, barulah mempunyai kemungkinan untuk memiliki masa depan.

Share

Video Popular