[Komentar 9]

Watak Dasar Kejahatan dari PKT

Gerakan komunisme yang telah bergembar-gembor selama 100 tahun lebih, hanya membawa kepada manusia peperangan, kemiskinan, pertumpahan darah dan otokrasi. Seiring dengan ambruknya negara komunis Rusia dan Eropa Timur, drama ngawur yang mencelakakan dunia manusia itu pada akhir abad yang lalu telah memasuki babak akhir. Dari rakyat jelata hingga Sekretaris Jenderal Partai sudah tidak seorang pun yang mempercayai lagi kebohongan komunisme.

Kekuasaan Partai Komunis bukan “kekuasaan raja yang dianugerahi oleh Dewa”, juga bukan “hasil pemilihan demokrasi”. Sekarang ini, di saat keyakinannya yang dijadikan sandaran hidupnya telah hancur lebur, maka legalitasnya untuk tetap berkuasa telah menghadapi tantangan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak mau tunduk pada arus sejarah dan tidak mau mundur dengan sendirinya dari panggung pentas sejarah, melainkan mulai lagi mencari-cari legalitas dengan mempraktekkan berbagai macam cara-cara berandal yang terakumulasi dalam kampanye politik selama beberapa puluh tahun. PKT masih mencoba hidup kembali di tengah rontaan yang gila-gilaan.

Baik reformasi maupun keterbukaan yang dilakukannya, tujuan PKT hanya demi mempertahankan kepentingan kelompoknya dan kekuasaan otoriternya secara mati-matian. Perkembangan ekonomi Tiongkok selama 20 tahun belakangan ini, yang merupakan hasil jerih payah dari rakyat Tiongkok yang tetap berada di bawah pengendalian yang ketat, bukan saja tidak dapat membuat PKT meletakkan pisau jagalnya, malah dibajaknya sebagai modal bagi legitimasi kekuasaannya, membuat sepak terjang jahatnya selama ini lebih berpotensi mengelabui dan membingungkan. Yang paling menakutkan ialah, PKT sedang mengerahkan seluruh upaya, menghancurkan fondasi moralitas segenap bangsa, mencoba merubah orang-orang Tionghoa menjadi penjahat besar dan kecil dalam tingkat-tingkat yang berbeda, untuk memberikan lingkungan hidup bagi PKT “berjalan seiring waktu”.

Share

Video Popular