Jakarta – Pekan Hak Asasi Manusia Korea Utara kembali digelar di Jakarta pada 15-20 September 2015 sebagai rangka memperlihatkan solidaritas terhadap korban dari rezim pemerintah Korea Utara. Sebagaimana warga Korea Utara yang bertujuan memperbaiki hidup warga Korea Utara, warga Indonesia dapat menyuarakan HAM di Korea Utara.

Acara yang digelar oleh Citizens’ Alliance for North Korean Human Rights (NKHR) dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dalam Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) Korea Utara diharapkan warga Indonesia dapat menyuarakan perjuangan HAM universal.

Sekretaris Badan Pengurus ELSAM Roichatul Aswidah mengatakan kejahatan kemanusiaan di Korut bukan merupakan sebuah ekses, tapi sudah menjadi bagian dari dasar sistem politik sebuah negara totaliter yang dipimpin keluarga Kim. Oleh karena itu, lanjutnya, keterlibatan masyrakat dunia lebih luas diperlukan untuk rakyat Korea Utara yang lebih bermartabat atas nama kemanusiaan. “Untuk itulah kita berkumpul hari ini,” katanya dalam acara pembukaan Selasa (15/9/2015) malam.

Acara ini dibuka secara langsung di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang, Jakarta Selatan oleh Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman. Pameran seni “Dari Kegelapan” nantinya bisa dilihat oleh para pengunjung. Pameran seni ini mengangkat tema From Darkens : The Journeys Of Noorth Korea Refuges. Karya seni ini menceritakan perjalanan panjang yang dilalui pengungsi Korea Utara dalam mencari kebebasan.

Pameran ini akan menampilkan karya-karya seniman Korea Utara yang “terusir” dari negerinya yaitu Sun Mu dan Chunhyok Kang. Awalnya Sun Mu adalah seniman untuk membuat propaganda bagi rezim Kim. Namun, pada 1998, Sun Mu dipaksa meninggalkan keluarganya. Kini lukisannya hadir mengkritik Korea Utara. Adapun Chunhyok Kang bersama keluarganya melarikan diri ke Korea Selatan. Dia mengkritik pemerintah Korea Utara lewat album musik dan gambar.

Pada Rabu 16 September 2015, NKHR dan ELSAM akan menyelenggarakan seminar dengan tema Djokosoetono Research Center dari Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Seminar ini berjudul Asean Approaches to Human Right in North Korea. Pembicara utama dalam seminar ini adalah pelapor khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman dan Harkristuti Harkrisnowo, selaku profesor hukum dari Universitas Indonesia.

Tak hanya di Jakarta, pekan HAM Korea Utara juga akan menampilkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik termasuk pemutaran film yang diiringi dengan diskusi bersama Chunhyok Kang, sebuah pada Jumat, 18 September 2015, di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Acara ini bekerjasama dengan Paguyuban Hak Asasi Manusia dan kegiatan “Seni untuk HAM di Korea Utara dan Indonesia menampilkan karya Chunhyok Kang dan Yaya Sung, seniman asal Indonesia sebagai cerminan isu HAM di Indonesia.

Selain pameran seni di Jakarta dan seminar di Bandung, dalam Pekan HAM Korea Utara ini juga akan digelar film screening dan diskusi pada 16-17 September 2015. Masing-masing di Ice Palace Hall lantai 4 Lotte Shopping Avenue, Jakarta; dan Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang, Jakarta.

Share

Video Popular