Oleh: Qin Yufei

Para ahli mengatakan bahwa Beijing sangat khawatir terhadap peluncuran sanksi hacker menjelang kunjungan Xi Jinping ke AS pada bulan ini. Mungkin Beijing bisa membatalkan kunjungan karenanya. Sementara itu, tekanan dari dalam negeri yang meminta pemerintahan Obama untuk bertindak tegas terhadap spionase cyber yang merugikan kepentingan AS kian membesar akhir-akhir ini.

Situs berita politik AS ‘Capitol Hill’ dalam laporannya pada 14 September 2015 menyebutkan bahwa menjelang konferensi tingkat tinggi yang akan membahas hubungan AS – Tiongkok di masa mendatang, Tiongkok komunis makin khawatir terhadap potensi sanksi ekonomi dari AS.

Ahli masalah Tiongkok dari Eurasia Group Samm Sacks mengatakan, Tiongkok komunis sekarang menjadi sangat khawatir, karena mereka sadar bahwa sanksi akan membuat mereka merasa malu dan canggung.

Meskipun beberapa pakar dan pejabat pengamanan cyber di Gedung Putih menolak dugaan bahwa pemerintah AS akan menyulut kemarahan Beijing menjelang Xi Jinping berkunjung ke Washington. Namun pejabat Gedung Putih mengisyaratkan secara pribadi bahwa sanksi sudah mendesak untuk diterapkan.

Pemerintahan Obama terus berupaya untuk mencegah Tiongkok komunis melakukan serangan terhadap jaringan internet sejumlah perusahaan dan lembaga pemerintahan AS. Dalam beberapa bulan terakhir, Gedung Putih semakin keras menyuarakan kecaman terhadap tindak spionase cyber Tiongkok. Bahkan dalam laporan Strategi Keamanan Nasional yang baru dikeluarkan Gedung Putih, langsung menuding Beijing sebagai pelaku.

Spekulasi orang luar bahwa tindakan berikutnya akan berupa sanksi terhadap hacker.

Apakah Gedung Putih menyebarkan informasi guna menekan Tiongkok ?

‘Capitol Hall’ menyebutkan bahwa banyak orang beranggapan bahwa sanksi itu kecil kemungkinannya untuk diterapkan di saat menjelang KTT. Ahli kebijakan mengatakan, tindakan tersebut bisa menyebabkan keinginan untuk berdialog demi pengamanan cyber yang lebih bermanfaat menjadi luluhlantak. Dan mungkin saja menyebabkan Beijing melakukan tindak balasan.

Menurut mantan Direktur Perlindungan Infrastruktur Jaringan Internet Gedung Putih Jason Healey bahwa Obama juga membutuhkan beberapa ruang untuk berbicara. Sehingga rumor sanksi hacker itu menurutnya hanyalah sebuah pesan yang dikirim untuk perhatian delegasi Tiongkok yang sedang mempersiapkan kunjungan ke AS, selain dimaksudkan untuk membuat semacam tekanan mental.

Beberapa orang mendengar bahwa berita tentang sanksi hacker itu tidak bersumber dari Gedung Putih, tetapi berasal dari orang-orang dalam pemerintahan yang merupakan kelompok garis keras dalam upaya untuk meluncurkan sanksi.

Siapa yang akan lebih kehilangan muka?

Menurut ‘Capitol Hall’ bahwa apapun kemungkinannya AS berada dalam posisi yang jarang melakukan tekanan pada keamanan jaringan internet kepada Tiongkok. Lebih banyak orang yang percaya bahwa dalam KTT nanti, pemerintah AS akan lebih tidak takut kehilangan muka dibandingkan dengan Tiongkok.

Samm Sacks mengatakan bahwa dalam pemerintahan Obama, mereka dapat mentolerir sebuah kegagalan untuk akses. Pakar kebijakan luar negeri percaya bahwa pejabat Beijing lebih khawatir tentang persepsi masyarakat internasional terhadap pertemuan kedua kepala negara itu, karena mereka lebih bermaksud untuk menyampaikan sinyal/ pesan internasional bahwa Xi Jinping sudah naik panggung dunia.

Setelah serangan cyber terhadap sistem manajemen personil AS, pemerintahan Obama menghadapan tekanan lebih keras untuk melakukan tindakan tegas terhadap para hacker Tiongkok. Publik percaya bahwa Beijing berada di balik serangan cyber tersebut walau Gedung Putih tidak mengecam secara terbuka.

Senat dan Partai Republik mendesak Obama untuk melakukan tindakan

‘Capitol Hall’ menyampaikan bahwa Senator Ron Johnson dari Komite Senat Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan AS mengatakan kepada ‘Capitol Hill’.

“Jelas. Kami perlu menunjukkan beberapa kekuatan yang nyata dan tekad kami. Kami terpaksa mulai membuat undang-undang sebagai reaksi atas tindakan itu,” jelas Johnson.

Termasuk calon presiden AS usungan Partai Republik, Donald Trump dan Gubernur Wisconsin Scott Walker juga mendesak Obama untuk mengambil sikap keras terhadap Tiongkok komunis pada KTT nanti.

Anggota Komite Angkatan Bersenjata AS, Senator John McCain mengatakan, “Mereka tidak memiliki kebijakan, tetapi kita perlu memiliki kebijakan untuk memecahkan masalah itu”.

Gedung Putih berusaha untuk mengintensifkan tindakan keras, merilis sebuah perintah eksekutif kepada Departemen Keuangan pada April lalu yang memberikan wewenang untuk mengeluarkan sanksi atas serangan cyber terhadap individu maupun lembaga.

Apakah Xi Jinping akan membatalkan kuunjungan ke AS ?

‘Capitol Hill’ melaporkan, bila pemerintahan Obama sampai memberikan tamparan di wajah perusahaan Tiongkok, maka hal ini dapat memicu reaksi besar dari Beijing. Penasihat senior dari CSIS Asia Bonnie Glaser mengatakan bahwa mungkin saja Xi Jinping akan menolak untuk muncul di KTT nanti. Ia mendengar dari beberapa sumber yang mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Xi Jinping membatalkan kunjungan ke AS. Samm Sacks memperkirakan, kemungkinan Xi Jinping membatalkan kunjungan sebagai reaksi diterapkannya sanksi hacker tersebut kira-kira adalah 15 %. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular