Mulai awal 1990-an, Tiongkok dengan pesat masuk ke dalam sistem ekonomi global, ia menjadi kekuatan pendorong utama integrasi ekonomi global.

Pertama, Tiongkok menggunakan ratusan juta tenaga kerja budak untuk produksi, sebagai timbal balik pada saat yang sama ia mengorbankan biaya lingkungan dan sumber daya, dan menyediakan produk murah bagi dunia, setelah itu produk Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa dan produk terkait AS semua tertekan.

Kedua, Tiongkok secara besar-besaran mengimpor peralatan produksi, suku cadang yang penting, serta produk high-end dari Eropa, Amerika dan Jepang dan negara-negara lainnya, ia mendukung industri teknologi tinggi dari negara Eropa, Jepang dan Amerika.

Ketiga, Tiongkok secara bertahap mulai mengimpor minyak, mineral, produk pertanian dan produk massal lainnya serta bahan baku secara besar-besaran, dan belakangan berkembang menjadi pengimpor terbesar di dunia.

Keempat, Tiongkok secara aktif manarik investasi asing, belakangan ia melakukan investasi dan bantuan ke Afrika, Amerika Latin dan negara-negara lainnya, mendorong kemakmuran pasar keuangan internasional. Dapat dikatakan bahwa integrasi ekonomi global didasarkan pada Amerika Serikat sebagai pemimpin, Eropa dan Jepang sebagai pilar utama, Tiongkok sebagai wilayah utama dari sistem ekonomi. Setelah Grand fisika Tiongkok terjadi, yaitu wilayah utama lumpuh, maka perekonomian dunia juga akan hancur.

Mendukungan kejahatan, akhirnya akan ditelan yang jahat. Walaupun ekonomi utama dunia secara aktif mendukung Tiongkok, bahkan terlibat dalam perekonomian Tiongkok secara mendalam, setelah Grand Fisik Tiongkok meletus, ekonomi utama dunia juga mengikutinya hancur. Sistem ekonomi yang semakin banyak berpartisipasi dalam ekonomi Tiongkok, ekonomi yang semakin dekat dengan Tiongkok, tingkat kehancurannya juga akan lebih serius.

Setelah Grand Fisik Tiongkok terjadi, ekonomi dunia akan runtuh, ini akan terjadi dalam dua aspek: ekonomi industri dan bisnis yang vertikal, dan wilayah ekonomi industri dan bisnis yang horizontal, ekonomi bisnis yang vertical ibarat jaringan syaraf, sebuah tempat saja terjadi masalah, hal itu akan mempengaruhi ekonomi industri global. Karena ekonomi Tiongkok terlalu besar, maka sehubungan dengan terjadinya Grand Fisik Tiongkok, industri yang berbeda juga akan terpengaruhi.

Secara umum, akan terjadinya dampak empat tingkat dari Tiongkok.

1. Industri dan bisnis yang langsung runtuh, yang melakukan ekspor besar-besaran ke Tiongkok, atau secara aktif masuk ke Tiongkok, yang berpartisipasi dalam ekonomi industri dan bisnis multinasional Tiongkok, secara total ­­­­­akan bangkrut.

2. Runtuh secara tidak langsung, ekonomi industri dan bisnis yang ekonominya sebagian berhubungan dengan Tiongkok, atau walaupun tidak langsung berhubungan ekonomi dengan Tiongkok, tapi utama adalah melayani sistem ekonomi jenis pertama, industri dan bisnis yang memperoleh pendapatan utama.

3. Secara tidak langsung terpengaruh, meskipun keterkaitannya dengan perekonomian Tiongkok sangat kecil, tetapi karena runtuhnya ekonomi dunia, dalam taraf tertentu juga terpengaruh oleh perekonomian secara menyeluruh.

4. Bagian yang memperoleh keuntungan, yang secara hakiki terus bersaing dengan perekonomian Tiongkok, bahkan mungkin terkena tekanan dari pemerintah berbagai Negara yang beraliansi dengan pemerintah Tiongkok. Setelah Grand Fisik Tiongkok dan keruntuhan ekonomi dunia, ekonomi seperti ini memperoleh perkembangan tertentu, atau memperoleh perkembangan pesat.

Dari sudut pandang ekonomi industri, runtuhnya ekonomi dunia terwujud dalam lingkup yang berbeda, namun perwujudannya berbeda.

1. Dolar akan naik tinggi, harga komoditas berjangka anjlok. Mulai 2011, saya mulai menganalisis, rantai finansial masyarakat Tiongkok mulai pecah, perekonomian Tiongkok mulai runtuh. Saat itu indeks dolar berada di 74 poin, diramalan dolar akan mencapai dasarnya, serta harga komoditas jatuh, termasuk tembaga (di atas $ 9.200 / ton), emas (di atas $ 1.800 / ounce), minyak (di atas $ ​​110 / barel), makanan dan sebagainya. Sekarang, dengan runtuhnya ekonomi Tiongkok secara total, indeks dolar naik lebih dari 95, sedangkan varietas komoditas berjangka masing-masing juga menurun hingga setengah. Dengan runtuhnya Tiongkok secara keseluruhan dan perkembangan pesat Grand Fisik, indeks dolar akan memulai memasuki gelombang baru, komoditas berjangka akan jatuh lagi.

2. Kapasitas industri sepenuhnya berlebihan, kebanyakan perusahaan besar akan bangkrut, negara-negara industri akan menderita kerugian besar, gelombang pasang pengangguran akan menyapu seluruh dunia.

3. Bank, saham, obligasi, dan real estate sebagai wakil dari sektor keuangan akan sepenuhnya bangkrut, banyak orang yang bunuh diri.

4. Industri teknologi tinggi yang melayani ekonomi yang disebutkan di atas akan runtuh dalam skala besar.

5. Layanan yang terkait juga akan menyusut secara dramatis.

6. Sebagian kecil lingkup industri otomasi akan berkembang, dan bahkan berkembang extrem.

Pada 2011, ketika saya diskusi berada dalam lingkup kecil, sudah berbicara dengan beberapa teknisi bidang teknik elektronik mengenai prospek pengembangan industri otomasasi, setelah keruntuhan ekonomi, mereka relatif akan lebih mudah mencari pekerjaan. Namun, pengembangan otomasi industri dan tingkat populernya bahkan melebihi prediksi saya, cepatnya konsep industri 4.0. mendapat perhatian orang, Jepang dan Jerman mengembangkan sejumlah besar peralatan produksi otomatis, dan mulai menyebar. Salah satu yang paling menjanjikan adalah inovasi manajemen operasional dan inovasi teknologi digabungkan. Artinya, menciptakan kembali melalui proses operasi manajemen, dalam kondisi sedapat mungkin menggunakan fasilitas teknologi modal kecil, mewujudkan operasi industri secara otomatis. Dengan perkembangan otomatisasi industri, dampaknya akan menanggung Grand Fisik Tiongkok, kebanyakan industri dan regional akan terdorong ke dalam keruntuhan ekonomi dan depresi yang lebih mendalam.

Dalam aspek horizontal, juga terjadi berbagai tingkat kehancuran atau resesi pada perekonomian regional. Dua faktor utama yang menentukan kondisi ekonomi regional, pertama adalah tingkat dampaknya oleh ekonomi Tiongkok, wilayah yang sangat tergantung pada ekonomi Tiongkok, skala kehancuran yang terjadi juga semakin besar, tingkatnya juga lebih dalam, yang kedua adalah krisis ekonomi regional dari kemampuan dirinya untuk mengatasi, atau dapat dikatakan kemampuan manangkisnya. Kemampuan organisasi sosial semakin kuat, semakin kuat kemampuan untuk mangatasinya, perekonomian regional relatif lebih stabil, dari kedua faktor ini, perekonomian regional juga tidak akan kena dampaknya:

1. Modus keruntuhan Total. Ekonomi yang sangat bergantung pada permintaan dan pendanaan Tiongkok, bahkan tubuh utama perekonomiannya parasit pada ekonomi Tiongkok, dan juga sosial mereka sendiri kurang kemampuan dalam merespon krisis.

2. Modus sebagian besar runtuh. Perekonomiannya berhubungan erat dengan perekonomian Tiongkok, sebagian besar dari perekonomiannya tergantung pada perekonomian Tiongkok, dirinya sendiri memiliki sejumlah kemampuan dalam merespon krisis.

3. Modus keruntuhan sebagian. Perekonomiannya memilik hubungan tertentu dengan perekonomi Tiongkok, Juga memiliki kemampuan tertentu berkompetisi dengan Tiongkok, setelah runtuhnya ekonomi dunia, akan terpengaruh oleh perekonomian dunia, sementara dirinya memiliki kapasitas tertentu dalam merespon krisis.

4. Modus yang lebih sehat. Perekonomiannya sedikit terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi dunia, dan kecil hubungan ekonominya dengan Tiongkok, persaingan ekonominya dengan Tiongkok sangat jelas, dirinya memiliki ekonomi politik yang sangat kuat dan kemampuan sosial dalam merespon krisis. Walaupun terpengaruh oleh ekonomi dunia, ekonominya relatif sehat.

Dari dampak ekonomi tingkat vertikal dan horizontal, perwujudan ekonomi negara-negara utama dunia dan regional pada dasarnya akan lebih jelas. Secara umum, perekonomian dunia dapat dibagi menjadi tiga bagian.

1. Negara-negara industri maju, terutama termasuk Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.

2. Negara yang sumbernya kaya, tertama termasuk Kanada, Australia dan lainnya.

3. Negara-negara produsen dengan produk keterbelakang, Asia Tenggara dan India.

4. Negara dengan sumber daya terbelakang, terutama dengan Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika sebagai wakil.

Secara keseluruhan dapat dikatakan, perbedaan utama antara negara maju dan berkembang adalah kualitas struktur sosial, terutama kapasitas merespon selama krisis. Ketika krisis ekonomi terjadi di negara-negara maju, kemampuan respon sosial lebih kuat, memiliki ruang tertentu untuk penyesuaian. Namun, sejak awal ateisme di Eropa, kapasitas untuk menangani krisis ekonomi secara signifikan menurun. Perang dunia I dan Perang Dunia II adalah karena perseteruan historis antara negara-negara Eropa yang berbeda, ditambah lagi dengan masalah ekonomi hingga meletus perang dunia.

Setelah Perang Dunia II, penetrasi “ateisme” ke negara-negara Eropa sangat mendalam, itu juga menyiratkan kemampuan negara-negara maju dalam merespon krisis juga berkurang tajam. Setelah terjadi krisis ekonomi pada negara-negara terbelakang, yang sering disertai dengan kerusuhan sosial dalam skala besar. Negara-negara yang lebih terbelakang, pergolakkan sering juga berarti ada pembantaian dan kematian besar-besaran. Terutama dalam ledakan penduduk dunia sekarang ini, sumber air semakin hari semakin berkurang, Great fisika Tiongkok akan berarti bahwa perekonomian dunia benar-benar akan hancur. Negara-negara terbelakang yang kehilangan dukungan ekonomi internasional, penduduknya sudah sangat padat, dan juga kemampuan pengetahuan teknis masyarakat rendah. Setelah keruntuhan ekonomi dan otomasi industri masuk secara mendalam, sejumlah besar orang-orang yang low-skill akan kehilangan kemampuan hidup, populasi masyarakat pada negara-negara ini juga akan berkurang secara besar-besaran. Di antaranya, negara Amerika Latin, berdasarkan perbedaan struktur sosial dan struktur populasi, akan terjadi derajat populasi pengurangan yang berbeda, ada beberapa negara yang relatif sehat. Sebaliknya, konsumsi di Timur Tengah dan Afrika jauh lebih banyak daripada daya dukung lingkungan setempat dan kemampuan orang-orang sangat kurang dalam pengelolaan sumber daya lingkungan dan menagement sosial, sehingga juga akan terjadi pengurangan penduduk secara serius.(secretchina/lim/rmat)

BERSAMBUNG

(Dipersembahkan oleh Lembaga Penelitian Ekonomi dan Budaya Tiongkok)

 

 

Share

Video Popular