Ilustrasi Tank. (Epochtimes.com)

Oleh: Li Yang

Sebelumnya ada rumor yang menyebutkan bahwa Rusia telah mengirim pasukan beserta perlengkapan militer ke Suriah. Departemen Pertahanan AS pada Senin (14/8/2015) mencatat bahwa kegiatan Rusia di Suriah akhir-akhir ini menunjukkan Moskow berencana untuk membangun pangkalan Angkatan Udara (AU) di Suriah.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS mengatakan, Rusia dalam beberapa hari terakhir ini mengirimkan sejumlah personil dan peralatan militer ke kota pesisir Suriah, Latakia. Kegiatan tersebut menunjukkan Rusia berencana untuk membangun pangkalan militer di sana.

Dari pemantauan militer AS melalui satelit menunjukkan bahwa Rusia telah menempatkan 15 unit pesawat tempur jenis Antonov-124 (yang juga dikenal sebagai Condor) di Suriah. Selain itu personil dan peralatan militer terus ditempatkan di sepanjang daerah pesisir. Laporan intelijen AS terbaru menunjukkan, sejumlah tank juga dikirim ke sana melalui 2 kapal kargo. Antonov-124 adalah pesawat angkut strategis yang dibangun pada zaman Uni Soviet oleh perancangnya Antonov, pesawat berbadan lebar tersebut dapat menempuh jarak jauh, dan terutama digunakan untuk pengangkutan Tank dan peralatan tempur.

Pejabat Departemen Pertahanan AS kepada Fox News mengatakan, penempatan kekuatan militer di Suriah secara umum dipandang sebagai usaha pertahanan keamanan, namun mengerahkan sejumlah besar tank ke sana harus dilihat sebagai usaha operasi penyerangan.

Rusia menggunakan pesawat ‘Condor’ untuk mengangkut berbagai perlengkapan militer. Pesawat itu 2 kali setiap hari membawa bantuan itu termasuk pasukan Rusia ke bandara internasional Bassel Al-Assad yang dekat dengan kota pelabuhan Latakia lewat udara Iran dan Irak.

Menurut garis pantai Suriah terakhir yang diambil dari citra satelit terlihat kegiatan militer Rusia terpusat di Bandara Bassel Al-Assad, dekat patai Mediterania bagian selatan, juga pangkalan angkatan laut Rusia yang terletak di pelabuan Tartous.

Laporan menyebutkan, 2 kapal perang Rusia yang tiba di pelabuhan Tartous yang dibangun di era 70-an dan dipakai oleh Rusia. Tampak sedang diturunkan dari kapal itu sejumlah peralatan militer, termasuk 6 unit tank tempur utama generasi ketiga dari T-90.

Meskipun belum bisa dipastikan bahwa tank-taank tersebut akan masuk ke Suriah, namun jurubicara Pentagon Kapten Laut Jeff Davis menyebutkan, Rusia sudah jelas sedang mempersiapkan suatu pangkalan angkatan udara.

Sebelumnya, pejabat Pertahanan pernah mengatakkan, Rusia baru-baru ini mengirim ke Suriah 200 orang pasukan Angkatan Laut dan tempat tinggal yang mobil untuk menampung 1.500 orang. Bersama dengan itu juga mendatangkan meriam, rudal jarak pendek dan belasan kendaraan lapis baja.

Amerika sedang menaruh perhatian tinggi terhadap kegiatan militer Rusia di Suriah, memperhatikan apakah Rusia memberikan bantuan untuk memperkuat pemerintahan Suriah. Tetapi Rusia mengklaim bahwa pengiriman peralatan militer itu sesuai dengan perjanjian komersial yang dibuat antara kedua negara itu, sedangkan para ahli hanya didatangkan untuk memberikan pelatihan kepada militer Suriah.

Presiden Obama telah menyatakan keprihatinan tentang kegiatan militer Rusia di Suriah, dan memperingatkan bahwa hal itu dapat menghambat usaha AS dan sekutu-sekutunya dalam mencarikan solusi untuk menghentikan perang saudara di Suriah. Hari Jumat kemarin Obama mengatakan, Washington akan mempertanyakan kepada Rusia ihwal kegiatan militer mereka di Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan sekutu dekat Moskow. Dan Moskow senantiasa memberikan bantuan kepada Bashar selama perang saudara berlangsung. Moskow bahkan pernah menggunakan posisinya di Dewan Keamanan PBB untuk melindungi pemerintah Suriah agar terhindar dari sanksi PBB. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular