Di dalam  artikel sebelumnya, secara garis besar kita dapat menggambarkan sebuah struktur bumi. Di bagian dalam bumi terdapat sebuah inti luar dalam keadaan cair, lapisan permukaan luarnya itu berada di setengah kedalaman dari sekitar radius bumi. Sementara di bagian dalamnya, masih ada sebuah inti dalam yang bersifat padat dengan diameter sekitar 1.220 kilometer.

Namun, selain itu, masih banyak pekerjaan lain yang perlu dicoba dan dipilah, khususnya yang berkaitan dengan sebagian inti dalam bumi. Pertama adalah seberapa tinggi suhunya?

Lidunka Vočadlo dari University College London mengatakan, masalah ini sangat pelik, dan cukup lama membingungkan para ilmuwan, sampai belakangan ini baru ada kemajuan. Kita tidak bisa menempatkan termometer di dalam inti bumi, jadi, satu-satunya solusi adalah mensimulasikan tekanan yang setara di laboratorium.

Pada 2013 lalu, sebuah tim peneliti asal Perancis membuat simulasi terbaik hingga saat ini. Mereka menempatkan besi murni di lingkungan dengan tekanan yang sedikit melebihi setengah tekanan dari inti bumi dan memperkirakan suhu inti bumi tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa titik leleh dari besi murni itu sekitar 6.230 derajat Celcius. Kehadiran zat lain menyebabkan titik leleh mengalami penurunan menjadi sekitar 6.000 derajat Celcius, tetapi masih sangat panas, setara dengan suhu di permukaan matahari.

Meskipun sedikit gosong seperti kentang yang dibakar, tapi, untungnya bumi mempertahankan panasnya selama pembentukannya, sehingga inti bumi baru bisa tetap menjaga suhu panasnya. Sementara itu, inti bumi bahkan menyerap panas dalam proses pelapukan dari unsur radioaktif dan gesekan materi padat dari internal bumi. Namun meskipun demikian, setiap 1 miliar tahun, suhu inti bumi juga akan menjadi dingin sampai sekitar 100 derajat Celcius.

Memahami kondisi suhu inti bumi itu sangat berguna, karena ia akan mempengaruhi kecepatan propagasi gelombang kejut di dalam inti bumi. Dan hal ini sangat penting, karena getaran itu sendiri masih mengandung beberapa fenomena aneh.

Struktur internal bumi (Sumber: Roger Harris / SPL)

Kecepatan gelombang P sangat lambat ketika melewati inti bumi, bahkan lebih lambat dibanding dengan kecepatan inti bumi yang terdiri dari besi murni.

“Kecepatan gelombang yang terdeteksi oleh seismolog pada gelombang seismik dan gelombang kejut lainnya jauh lebih rendah dari hasil simulasi kami dalam percobaan atau secara komputerisasi. Sejauh ini tidak ada yang tahu apa sebabnya,” kata Vocadlo.

Itu menunjukkan bahwa masih ada materi lain di dalam inti bumi.

Berselang-persimpangan gelombang kejut yang dihasilkan oleh gempa bumi di bumi (Sumber: Patrick Landmann / SPL)

Vocadlo dan rekan-rekannya sekarang sedang mempertimbangkan apakah mungkin ada elemen lain dalam inti bumi, misalnya sulfur dan silikon. Sejauh ini, belum ada yang bisa mengemukakan teori yang dapat memuaskan semua pihak terkait pembentukan inti bumi.

Vocadlo mencoba mensimulasi materi yang membentuki inti bumi itu secara komputerisasi. Ia berharap bisa secara tepat menemukan komposisi suatu materi, suhu dan tekanan yang sesuai untuk memperlambat kecepatan gelombang seismik.

Menurutnya, bahwa misteri di antaranya itu mungkin terletak pada suhu inti dalam yang hampir dalam kondisi titik leleh. Oleh karena itu, ketepatan materi itu mungkin akan berbeda dengan kondisi mereka (materi) yang benar-benar padat.

Dan ini bisa menjelaskan mengapa gelombang seismik itu jauh lebih lambat dari kecepatan yang diperkirakan ketika melewati inti dalam bumi.

“Jika efek aktualnya seperti itu, maka kita dapat menyelaraskan hasil seismologi dengan fisika mineral, yang sebelumnya, belum ada yang bisa melakukannya,” kata Vocadlo.

Medan magnet bumi membentang jauh ke ruang angkasa (Sumber: Andrzej Wojcicki / SPL)

Adapun mengenai inti bumi, masih banyak teka-teki yang belum terpecahkan. Tapi tidak perlu menggali hingga ke tempat yang dalam dan tak terjangkau, para ilmuwan telah memahami sejumlah besar informasi terkait hal-hal di bawah tanah.

Proses evolusi yang tersembunyi di kedalaman bumi sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari, sementara banyak dari kita tidak menyadari hal itu.

Bumi memiliki medan magnet yang kuat, ini berkat bumi memiliki inti luar yang cair. Gerakan berkelanjutan dari besi cair menciptakan arus listrik di internal bumi, kemudian membentuk sebuah medan magnet yang menjulur ke ruang angkasa.

Dan medan magnet ini juga melindungi kita dari bahaya radiasi matahari. Jika struktur dan keadaan inti bumi tidak seperti kondisi saat ini, maka tidak akan ada medan magnet bumi, dan kita juga akan menghadapi berbagai krisis kehidupan

Tidak ada satu pun dari kita yang bisa melihat inti bumi, tapi tahu ia berada disana, sehingga kita pun menjadi tenang. (jon/ran)

Share

Video Popular