Ilustrasi. Nyamuk demam berdarah (theepochtimes.com)

Oleh Han Jie

Wabah demam berdarah paling serius selama 5 tahun terakhir sedang terjadi di ibukota India New Delhi, bangsal rumah sakit penuh, pasien sampai diminta untuk berbaring di trotoar karena saking banyaknya penderita. Dokter pun kewalahan melayani pasien meskipun pemerintah setempat memperingatkan rumah sakit untuk tidak menolak pasien yang datang berobat.

Awal bulan ini, seorang bocah lelaki berusia 7 tahun penderita demam berdarah menghembuskan napas setelah kelima rumah sakit swasta menolak mengobatinya. Kedua orang tua bocah tersebut juga mengakhiri hidup karena sedih kehilangan anak satu-satunya itu.

Setiap tibanya musimhujan di India, wabah demam berdarah akan membuat ketakutan masyarakat India bagian utara. Penyakit tersebut belum ada obat atau vaksin yang ampuh mengatasinya sehingga tingkat kematiannya masih tergolong tinggi, yakni bisa mencapai lebih dari 20 %.

Demam berdarah di India biasa terjadi mulai Mei hingga puncaknya pada Oktober, tetapi wabah tampaknya lebih serius tahun ini sehingga sudah merenggut 11 nyawa dengan penderitanya yang masih dirawat sebanyak lebih dari 1.800 orang. Memecahkan rekor yang tercipta pada 2010.

Taiwan saat ini juga sedang dipusingkan oleh wabah penyakit ini, dan pasiennya sudah belasan ribu orang. Di kota Tainan saja penderitanya sudah mencapai lebih dari 9.000 orang dengan 25 orang di antaranya sudah meninggal dunia.

Demam berdarah atau Dengue fever adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk kepada manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan kasus BDB setiap tahunnya menyerang 50 – 100 juta orang di seluruh antero bumi. Dalam 50 tahun terakhir pasien BDB bertambah smpai 30 kali. Asia yang kepadatan penduduknya tinggi menyumbang 70 % dari total kasus global. Afrika sekitar 16 %, Benua Amerika sekitar 14 %. Daerah epidemi tinggi termasuk Amerika Tengah juga Selatan, Asia Tenggara, India dan lainnya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular