Keterangan foto: Menurut laporan media asing, cadangan devisa Tiongkok pada Agustus lalu telah mengalami penurunan terbesar sepanjang sejarah. Penurunannya mencapai USD. 93,9 miliar – 3,557 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.(epochtimes.com)

‘Pertumbuhan ekonomi global sudah membuat masa depan ekonomi Australia menghadapi resiko penurunan’ demikian sepotong kalimat dalam dalam notulen rapat Reserve Bank of Australia (RBA). Namun untuk menilai seberapa besar dampaknya terhadap perekonomian Australia masih dianggap terlalu dini.

RBA memcatat bahwa mengingat derasnya arus modal yang mengalir keluar negeri, dan devaluasi mata uang Renminbi yang dimulai sejak Agustus lalu, memaksa pemerintah Tiongkok mengeluarkan cadangan devisanya untuk menstabilkan nilai tukar. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti aset apa saja yang sudah dijual Tiongkok, “Tetapi mengingat besarnya arus, ia pasti berdampak luas terhadap pasar modal”.

Menurut laporan media asing, cadangan devisa Tiongkok pada Agustus lalu telah mengalami penurunan terbesar sepanjang sejarah. Penurunannya mencapai USD. 93,9 miliar – 3,557 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Cadangan devisa Tiongkok sudah turun total USD. 434 miliar sejak Juni tahun lalu.

Pertumbuhan ekonomi Australia masih melamban dan RBA tetap mempertahankan suku bunga rendah yang 2 %. Pimpinan RBA serta para pengusaha terus menghimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah reformasi demi merangsang pertumbuhan ekonnomi Australia. Perdana Menteri baru Turnbull menyerukan kepada pemerintah dan pengusaha Australia untuk memenuhi tantangan akibat dari perlambatan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama mereka.

Pasar Tiongkok sedang bergejolak dan permintaan komoditas tambang menurun drastis, menyebabkan PDB kwartal kedua Australia menurun 0.2% selain juga menurunkan kepercayaan terhadap bisnis dan konsumen.

Ekonomi Australia masih harus menghadapi resiko atas kenaikan suku bunga the Fed AS. RBA mengatakan bahwa the Fed telah mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga, tetapi bila itu benar-benar terjadi maka ia akan berdampak cukup signifikan terhadap pasar modal.

RBA percaya bahwa dengan penurunan nilai tukar Australia diharapkan mampu memberikan dorongan bagi perusahaan-perusahaan net export guna menunjang pertumbuhan ekonomi. (Secretchina/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular