Oleh: Deng Zhengliang (Direktur Klinik Zheng Liang)

Semua orang pada umumnya sudah mengetahui bahwa pembakaran limbah industri dapat menghasilkan zat beracun antara lain dioksin. Dioxin adalah racun abad ini, adalah istilah gabungan untuk sekelompok klorin oksida bifenil, ia mengandung zat PCB (Polychlorinated biphenyl) yang sering dieskpos oleh media massa, juga adalah semacam dioxin.

PCB sulit dibakar dan merupakan isolator yang sangat baik, kebanyakan digunakan sebagai bahan cat dan pelarut, juga dapat digunakan untuk membuat transformer, kapasitor dan peralatan listrik lainnya, tinta koran yang Anda baca ini juga menggunakan PCB.

Dioxin adalah karbon, klorin, benzena organik, semacam senyawa multi-halogen, sifat kimianya sangat stabil, tahan panas, tahan asam dan alkali, anti korosi kimiawi, tahan terhadap hidrolisis oksidasi, maka itu ia mudah larut dalam lemak, sulit larut dalam air, sehingga sering mengendap di permukaan tanah. Melalui mata rantai makanan tertinggal di lapisan lemak dan organ hewan, organism tidak mampu mengurainya, begitu masuk ke dalam tubuh membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa dibuang keluar dari dalam tubuh.

Timbulnya dioxin, tidak hanya dipancarkan dari insinerator, ia dapat saja muncul dari berbagai proses industri, seperti pembuatan pestisida, pengawet kayu, pencelupan kertas, pembakaran semen, peleburan tembaga dan pembangkit listrik tenaga api, juga dari bahan bakar pembakaran minyak, seperti emisi gas buang kendaraan bermotor, semua itu akan menciptakan dioksin. Dioksin adalah zat yang sangat beracun, 85 gr dioksin, jika benar-benar terlarut di dalam air, dapat meracuni dan membunuh seluruh warga dari sebuah kota metropolitan sebesar New York. Selain itu dioxin mudah bergerak, ia dapat mencapai jarak ribuan mil jauhnya oleh hembusan angin.

Semua makhluk hidup setelah menyerap dioksin, tidak dapat mengurainya, sebagian besar paparan dioksin yang menyusup ke dalam tubuh manusia berasal dari makanan sehari-hari seperti: produk susu, telur, ikan, daging dan sebagainya. Keracunan dioksin, dalam jumlah minimal, dapat menyebabkan toksisitas akut dan kronis, juga berisiko terkena karsinogenisitas, toksisitas reproduksi, gangguan endokrin dan sebagainya.

Insiden terkontaminasi dioksin yang paling serius di dunia adalah di Seveso, Italia pada tahun 1976, puluhan ribu ternak tewas akibat kecelakaan ledakan pabrik produksi pestisida, daerah tercemar itu sampai sekarang masih diberi tanda dilarang masuk.

Pada tahun 2011, seorang produsen pakan ternak di negara bagian Niedersachsen, Jerman menyembunyikan hasil deteksi pakan beracun, menyebabkan heboh skandal bahan pakan ternak terkontaminasi dioxin. Pemerintah Jerman tidak mau tinggal diam dan segera bertindak tegas dengan menutup lebih dari 4.700 peternakan dan menghancurkan sekitar 100.000 telur, hanya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari racun tersebut.

Dioksin juga pernah digunakan sebagai racun membunuh orang, calon Presiden Ukraina Viktor Yushchenko pada tahun 2004, di dalam tubuhnya ditemukan mengandung sejumlah besar dioksin, bagian wajahnya berubah bentuk cukup parah, sempat depresi dan mengidap chloracne parah, beruntung tidak sampai membahayakan jiwanya.

Insiden paling serius terkontaminasi dioksin yang terjadi di Taiwan ialah kasus tanah terkontaminasi polusi pabrik petrokimia di wilayah Xiangongli dan Luerli, Distrik Annan, Kota Tainan, karena dalam proses produksi pestisida Sodium pentachlorophenol sebagai bahan herbisida dan pengawet kayu telah menghasilkan dioksin dan merkuri.

Sebuah survei di Amerika Utara menemukan bahwa makanan terkontaminasi dioksin serius terutama adalah daging sapi dan susu, daging ayam, daging babi, daging ikan, telur, udara, dan tanah juga terkontaminasi dioksin, sehingga sayuran yang ditanam pun akan mengandung dioksin. Dengan demikian, mentaga, es krim, keju, hot dog dll, semuanya bisa saja mengandung dioksin.

Terpolusi dioxin juga dapat berdampak teratogenisitas dioksin dikarenakan polutan dioksin yang terus menumpuk dan jika tidak bisa segera diatasi, maka keturunan generasi kedua umat manusia akan cacat, mungkin berwujud mata yang menonjol besar, otot seluruh tubuh berubah bentuk, bertampang buruk, dan lain sebagainya. Racun dioksin dapat dikeluarkan melalui tinja dengan sebanyak mungkin memakan sayuran berserat. Zat yang terlanjur mengendap dalam tubuh, sulit untuk disingkirkan, cara yang terbaik adalah menjauh dari dioksin dan jangan sampai terkontaminasi. (Hui/Yant)

Share

Video Popular