Keterangan foto: Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen. (Chip Somodevilla/Getty Images)

Qin Yufei

Pada 17 September pukul 14, The Fed telah mengumumkan keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga September. Sejak terjadinya krisis keuangan pada Desember 2008, Bank Sentral Amerika belum pernah menaikkan lagi suku bunga yang posisinya mendekati 0 %.

Dengan mempertimbangkan terjadinya pelambanan ekonomi global, demi mempertahankan inflasi rendah AS dan gejolak pasar saham pada Agustus lalu. The Fed mengabaikan kemungkinan menaikkan suku bunga meskipun perekonomian Amerika sendiri terus membaik.

“Perkembangan ekonomi dan moneter global akhir-akhir ini mungkin sedikit membatasi kegiatan ekonomi,” jelas Komite Pasar Terbuka the Fed.

Meskipun suku bunga sekarang tidak dinaikkan, tetapi kebanyakan anggota Komite percaya bahwa sesuai dengan perkiraan ekonomi yang mereka buat, tahun ini akan ada kenaikan. Komite masih memiliki sisa 2 kali pertemuan yang akan dilaksanakan pada Oktober dan Desember 2015.

Secara keseluruhan, the Fed optimis terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika. Hal ini bisa terlihat dari Komite Pasar Terbuka the Fed yang menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dari 1.9 % menjadi 2.1 %, selain itu, mereka juga menurunkan perkiraan tingkat pengangguran AS dari 5.1 % menjadi 5 %.

The Fed masih menanti waktu yang lebih tepat. Setidaknya sekarang ini dinilai masih kurang tepat untuk menaikkan suku bunga September.

Ketua Dewan Gubernur the Fed Janet Yellen dalam konferensi pers pada Kamis mengatakan, “Situasi internasional perlu diamati secara serius”. “Peningkatan kekhawatiran terhadap ekonomi Tiongkok dan negara berkembang lainnya menyebabkan gejolak moneter yang cukup menyolok”.

Setelah pengumuman the Fed, indeks pasar saham langsung melejit. Indeks Dow Jones pun langsung melonjak 150 poin saat Yellen berbicara, meskipun akhirnya turun kembali ke posisinya semula. Yellen menegaskan bahwa setiap pertemuan cenderung akan ada keputusan besar. Ketika ditanya soal kenaikan suku bunga pada Oktober mendatang.

“Masih dimungkinkan” katanya.

Meskipun Komite sempat panik saat mengamati perkembangan pasar internasional dan dalam negeri Amerika, namun situasi itu, menurut Yellen, tidak secara fundamental mengubah perkiraan sebelumnya.

“Komite percaya bahwa kenaikan suku bunga akan lebih tepat setelah pasar tenaga kerja AS mengalami perbaikan lebih lanjut nanti. Inflasi masih mungkin saja kembali terjadi,” demikian penjelasan Komite the Fed.

Ketua Dana Moneter Internasional, Ketua Bank Dunia dan pemenang hadiah Nober Ekonomi semua menyampaikan suara yang sama yakni menghendaki the Fed tidak menaikkan suku bunga September. Tidak jelas apakah suara tersebut mempengaruhi keputusan the Fed.

Terdapat 2 kelompok dalam sidang the Fed ketika mempertimbangkan naik tidaknya suku bunga, yakni ekonomi AS sedang membaik namun belum memuaskan, dan prospek suram ekonomi di luar Amerika. 2 tujuan utama the Fed adalah menunjang pertumbuhan ekonomi demi memperbaiki tingkat pengangguran dan mencegah inflasi di Amerika.

Gejolak pasar saham juga akan mempengaruhi keputusan the Fed tetapi Yellen terus mencoba untuk mengecilkan dampak perkembangan pasar terhadap pertimbangan Bank Sentral.

“The Fed tidak semestinya untuk menanggapi gejolaknya pasar,” kata Yellen.

Keputusan yang sulit

New York Times melaporkan, keputusan the Fed sesuai dengan harapan luas para investor, menunjukkan bahwa para pejabat masih kurang percaya terhadap kekuatan ekonomi dalam negeri, meskipun Bank Sentral selama 8 tahun terus merangsang pertumbuhan.

Menurut prakiraan pertumbuhan ekonomi yang juga dirilis pada Kamis (17/9/2015) lalu bahwa the Fed masih berencana untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. 13 orang di antara 17 anggota memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga 0.25 %, yang lain bahkan memperkirakan lebih tinggi.

Yellen mengatakan bahwa pengambilan keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga memang sulit, tidak ada yang menang dan kalah.

“Langkah pemulihan resesi cukup membuat kita semua beroptimis, dan pengeluaran dalam negeri pun cukup kuat untuk menunjang kenaikan suku bunga”, kata Yellen.

Namun, ia juga mengatakan bahwa faktor ketidakpastian internasional sedang meningkat di samping adanya kehendak anggota Komite untuk melihat bukti yang lebih memuaskan soal tingkat inflasi dan pasar tenaga kerja agar lebih yakin untuk memutusan kenaikan suku bunga.

Anggota The Fed percaya bahwa pasar tenaga kerja sudah mendekati normal.

“Pasar tersebut masih terus membaik, lapangan kerja stabil dan tingkat pengangguran menurun”, jelasnya.

Namun, warga Amerika yang bekerja sekarang ini masih berada di bawah tingkat sebelum terjadinya resesi. Perkiraan the Fed menyiratkan bahwa beberapa penurunan mungkin berbentuk permanen. Para pejabat juga optimis bahwa inflasi akan kembali normal walau mungkin agak lambat. Meski demikian, para pejabat the Fed tetap memprediksi suku bunga acuan secara bertahap akan dinaikkan sampai targetnya 2.6 % pada 2017. (Sinatra/rmat)

Ketua Dewan Gubernur the Fed Janet Yellen dalam konferensi pers pada Kamis mengatakan, “Situasi internasional perlu diamati secara serius”. “Peningkatan kekhawatiran terhadap ekonomi Tiongkok dan negara berkembang lainnya menyebabkan gejolak moneter yang cukup menyolok”.

Setelah pengumuman the Fed, indeks pasar saham langsung melejit. Indeks Dow Jones pun langsung melonjak 150 poin saat Yellen berbicara, meskipun akhirnya turun kembali ke posisinya semula. Yellen menegaskan bahwa setiap pertemuan cenderung akan ada keputusan besar. Ketika ditanya soal kenaikan suku bunga pada Oktober mendatang.

“Masih dimungkinkan” katanya.

Meskipun Komite sempat panik saat mengamati perkembangan pasar internasional dan dalam negeri Amerika, namun situasi itu, menurut Yellen, tidak secara fundamental mengubah perkiraan sebelumnya.

“Komite percaya bahwa kenaikan suku bunga akan lebih tepat setelah pasar tenaga kerja AS mengalami perbaikan lebih lanjut nanti. Inflasi masih mungkin saja kembali terjadi,” demikian penjelasan Komite the Fed.

Ketua Dana Moneter Internasional, Ketua Bank Dunia dan pemenang hadiah Nober Ekonomi semua menyampaikan suara yang sama yakni menghendaki the Fed tidak menaikkan suku bunga September. Tidak jelas apakah suara tersebut mempengaruhi keputusan the Fed.

Terdapat 2 kelompok dalam sidang the Fed ketika mempertimbangkan naik tidaknya suku bunga, yakni ekonomi AS sedang membaik namun belum memuaskan, dan prospek suram ekonomi di luar Amerika. 2 tujuan utama the Fed adalah menunjang pertumbuhan ekonomi demi memperbaiki tingkat pengangguran dan mencegah inflasi di Amerika.

Gejolak pasar saham juga akan mempengaruhi keputusan the Fed tetapi Yellen terus mencoba untuk mengecilkan dampak perkembangan pasar terhadap pertimbangan Bank Sentral.

“The Fed tidak semestinya untuk menanggapi gejolaknya pasar,” kata Yellen.

Suasana dalam ruang The Chicago Board Options Exchange, para investor sedang menantikan keputusan the Fed pada 17 September. (Scott Olson/Getty Images)

Keputusan yang sulit

New York Times melaporkan, keputusan the Fed sesuai dengan harapan luas para investor, menunjukkan bahwa para pejabat masih kurang percaya terhadap kekuatan ekonomi dalam negeri, meskipun Bank Sentral selama 8 tahun terus merangsang pertumbuhan.

Menurut prakiraan pertumbuhan ekonomi yang juga dirilis pada Kamis (17/9/2015) lalu bahwa the Fed masih berencana untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. 13 orang di antara 17 anggota memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga 0.25 %, yang lain bahkan memperkirakan lebih tinggi.

Yellen mengatakan bahwa pengambilan keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga memang sulit, tidak ada yang menang dan kalah.

“Langkah pemulihan resesi cukup membuat kita semua beroptimis, dan pengeluaran dalam negeri pun cukup kuat untuk menunjang kenaikan suku bunga”, kata Yellen.

Namun, ia juga mengatakan bahwa faktor ketidakpastian internasional sedang meningkat di samping adanya kehendak anggota Komite untuk melihat bukti yang lebih memuaskan soal tingkat inflasi dan pasar tenaga kerja agar lebih yakin untuk memutusan kenaikan suku bunga.

Anggota The Fed percaya bahwa pasar tenaga kerja sudah mendekati normal.

“Pasar tersebut masih terus membaik, lapangan kerja stabil dan tingkat pengangguran menurun”, jelasnya.

Namun, warga Amerika yang bekerja sekarang ini masih berada di bawah tingkat sebelum terjadinya resesi. Perkiraan the Fed menyiratkan bahwa beberapa penurunan mungkin berbentuk permanen. Para pejabat juga optimis bahwa inflasi akan kembali normal walau mungkin agak lambat. Meski demikian, para pejabat the Fed tetap memprediksi suku bunga acuan secara bertahap akan dinaikkan sampai targetnya 2.6 % pada 2017. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular