Pada zaman dinasti Ming, di bagian timur kota Huangyan, pagi-pagi ada sebuah tandu pengantin yang bagus keluar dari rumah orang kaya Wang, ternyata hari itu putri dari keluarga Wang yang bernama Wang Lanzhen menikah, iring-iringan pengantin sangat ramai mengikuti tandu pengantin tersebut. Ketika mereka sampai di daerah pengunungan bagian utara, tiba-tiba turun hujan deras, tetapi sangat beruntung karena di dekat pengunungan tersebut ada sebuah pavilliun kecil, mereka menarik tandu pengantin tersebut ke pavilliun untuk berteduh.

Dari bagian depan tiba-tiba datang sebuah tandu pengantin kecil, yang tergesa-gesa menuju ke pavilliun untuk berteduh, pavilliun sangat kecil hanya muat 2 tandu pengantin, oleh sebab itu orang yang ikut iring-iring tandu tersebut segera berlari ke tempat yang terdekat mencari tempat berteduh, sehingga di pavilliun tersebut sekarang hanya tinggal 2 tandu dan dua pengantin di dalamnya.

Dari dalam tandu pengantin, Wang Lanzhen mendengar suara tangisan wanita dari tandu yang satu lagi, dia melihat tandu tersebut adalah sebuah tandu kecil, didalamnya seorang pengantin memakai baju pengantin bekas, hanya beberapa orang yang mengikuti iringan pengantin, Wang Lanzhen dapat menerka bahwa pengantin tersebut berasal dari orang desa yang miskin, karena pernikahannya yang sederhana membuatnya menjadi sedih.

Lalu Wang Lanzhen menghiburnya bertanya, “Adik, ini adalah hari baik kita, mengapa adik menangis? Pengantin tersebut bernama Gu Jinhua berhenti menangis dan mengangkat kepalanya melihat dihadapannya seorang pengantin yang memakai baju pengantin yang sangat cantik dan mewah, dia semakin sedih menjawab: ”Kakak tidak bisa merasakan kesedihan saya! Ayah saya yang miskin karena mahar pernikahan meminjam uang dari orang lain, dan saya mendengar calon suami saya berasal dari keluarga yang miskin seperti kami, saya khawatir bagaimana kami harus menjalani kehidupan kami di kemudian hari.”

Wang Lanzhen setelah mendengar perkataan Gu Jinhua juga merasa ikut prihatin, tetapi apa daya dia tidak bisa membantu, hanya bisa ikut meneteskan air mata, ketika dia mengambil sapu tangan dari saku bajunya tanpa sengaja tangannya tersentuh oleh dua buah dompet hadiah pernikahan dari ibunya, dia sangat gembira lalu mengambil satu dompet dilempar ke tandu seberang berkata, “Adik, ketika saya naik tandu, ternyata ibu saya memberikan kepada saya 2 buah dompet ini didalamnya berisi uang, saya berikan satu kepadamu!”

Gu Jinhua setelah menerima dompet tersebut sangat terkejut, dia merasa kedua dompet tersebut adalah sepasang dompet yang tidak boleh dipisahkan , dan mereka baru pertama kali bertemu bagaimana boleh menerima bantuan dari orang asing tersebut? Dia sangat berterima kasih dan ingin mengembalikan kepada Wang Lanzhen tetapi pada saat itu hujan telah berhenti, iring-iring pengantin juga sudah datang mengangkat tandu mereka, sehingga dia tidak sempat mengembalikan dompet tersebut.

Mulai saat itu, kedua pengantin yang kaya dan miskin memulai kehidupan baru mereka, dan nasib apa yang dihadapi mereka berdua?

Wang Lanzhen menikah dengan seorang pemuda kaya bernama Zheng Mudi yang sudah yatim piatu, dia adalah seorang pemuda yang baik dan murah hati, semua tetangga sangat menyukainya. Setelah menikah pasangan ini hidup dengan rukun dan harmonis.

Tetapi nasib beruntung tidak berjalan lama, setelah beberapa bulan menikah, datang kabar dari keluarga besar Wang bahwa mereka dirampok dan seluruh keluarga dibunuh, termasuk ayah ibu Wang, harta benda mereka dirampas semua, setelah mendengar kabar tersebut Wang Lanzhen sangat sedih, Zheng Mudi sangat marah, dan mereka juga mendengar kabar kelompok perampok tersebut sangat keji dan juga akan menyerang ke kota mereka.

Oleh sebab itu Zheng Mudi mengumpulkan seluruh penduduk kota mereka membahas bagaimana menghadapi perampok-perampok tersebut, dia menyarankan kepada mereka yang mempunyai uang bisa membantu dengan uang dan yang tidak mempunyai uang bisa membantu dengan tenaga mereka, mereka semua harus kompak demi menyelamatkan nyawa dan harta benda mereka.

Oleh sebab itu tiga ratusan penduduk sepakat, Zheng Mudi yang mengeluarkan dana bantuan terlebih dahulu, setelah selesai peperangan dengan perampok-perampok, mereka akan membagi rata dana yang terpakai untuk membasmi perampok tersebut.

Pada suatu malam mereka dengan senjata lengkap menyerang ke sarang perampok dan akhirnya membunuh semua perampok tersebut. Setelah selesai peperangan dan membasmi sarang perampok mereka merasa harta benda dan nyawa keluarga mereka semua sudah aman, lalu mereka semua mengingkari janji mereka tidak mau menanggung bersama dana pengeluaran untuk peperangan tersebut. Sedangkan penagih hutang terus berdatangan ke keluarga Zheng, tidak sampai setengah tahun keluarga Zheng telah bangkrut.

Zheng Mudi akhirnya hanya bisa menjadi guru mengajar di sebuah sekolah, sedangkan istrinya Wang Lanzhen menjahit membantu perekonamian keluarganya, tetapi para penagih hutang masih tidak mau melepaskan mereka menuntutnya di pengadilan, akhirnya karena sudah tidak tahan, Zheng Mudi melarikan diri, Wang Lanzhen juga membawa putrinya melarikan diri.

Wang Lanzhen tiba di kota selatan, dan menjadi pembantu di sebuah penginapan. Pemilik penginapan bernama Xu Ying Sheng, istrinya Gu Jinhua ternyata adalah pengantin miskin yang menangis di pavilliun.

Dahulu setelah Gu Jinhua sampai di rumah suaminya, dia membuka dompet pemberian Wang, didalamnya terdapat 50 keping uang emas, karena tidak dapat menemukan Wang, akhirnya sepasang suami istrinya sepakat mengambil uang tersebut sebagai modal usaha mereka, mereka membuka penginapan dan usaha mereka sangat sukses, sebagai tanda terima kasih kepada Wang, dirumah mereka mendirikan sebuah altar “bersyukur” didalam altar tersebut adalah dompet pemberian Wang.

Wang setelah bekerja di keluarga Xu, karena dia sangat rajin, sehingga segera menjadi tangan kanan suami istri Xu. Waktu telah berlalu 3 tahun, akhir tahun ini Wang ingin pulang ke kota mereka mencari suaminya, Jinhua lalu menyewa sebuah tandu khusus mengantarnya pulang ke kotanya.

Setelah sampai ke kota tidak menemukan suaminya, setelah tinggal di kota 3 hari akhirnya dia memutuskan pulang kembali ke keluarga Xu, kali ini dia membawa dompet hadiah pernikahannya yang disimpan dibawah ranjang. Melihat dompet tersebut dia sangat sedih terbayang adegan masa lalu, dia menangis dengan sedih karena uang didalamnya juga dulu sudah dipakai.

Jinhua melihat Lanzhen tidak keluar dari kamarnya untuk makan, lalu pergi ke kamarnya melihat, ketika dia membuka pintu kamar dia melihat Lanzhen sedang memegang sebuah dompet dan menangis dengan sedih dan menegurnya, “Kenapa engkau mengambil dompet saya?” Lanzhen merasa heran mendengar perkataan Jinhua, “Ini milik saya, kenapa engkau bilang ini milik kamu?”

Jinhua membalikkan badan berlari ke tempat altar dan melihat dompet tersebut masih berada disana, lalu dia membawa dompet tersebut ke kamar Lanzhen membandingkan kedua dompet tersebut persis sama, ini adalah sepasang. Lalu Jinhua bertanya, “Bagaimana engkau mendapat dompet tersebut. “ Lanzhen menjawab :”Dompet ini adalah sepasang dompet hadiah pernikahan dari orang tua saya, sekarang hanya sisa satu saja.”

Jinhua bertanya lagi, “Lalu satu lagi kemana?” Lanzhen menjadi, “Pada hari pernikahan saya bertemu dengan seorang gadis di tandu pernikahan, saya berikan kepadanya.” Setelah mendengar perkataan Lanzhen, Jinhua sangat terkejut dan sambil berlutut berkata, “Rupanya kakak yang memberikan kepada saya dompet ini.” Mereka berdua berpelukan sambil menangis dan menceritakan pengalaman masing-masing setelah menikah.

Jinhua dan suaminya lalu membagikan separuh hartanya kepada Lanzhen tetapi Lanzhen berkata, “Ini adalah hasil jerih payah kalian, jika pada saat itu uang tersebut saya bawa pulang pasti sekarang semuanya juga sudah ludes.” Jinhua dan suaminya sangat salut kepada Lanzhen.

Setelah beberapa waktu berlalu, tiba-tiba pada suatu hari di depan rumah keluarga Xu ada sebuah kereta kuda yang mewah berhenti, rupanya Zheng Mudi ketika melarikan diri masuk militer karena berjasa akhirnya diangkat menjadi jendral, sekarang datang menjemput anak dan istrinya, akhirnya mereka sekeluarga bisa berkumpul kembali.

Setelah keluarga Xu mengantar pergi keluarga Zheng mereka teringat kepada kejadian dompet hadiah pernikahan dari Lanzhen lalu menulis di atas dompet tersebut “Dompet hadiah pernikahan dan menyimpannya sebagai kenangan sehingga cerita tersebut menurun dari generasi ke generasi.

Share

Video Popular