Keterangan gambar: PM Jepang, Shinzo Abe (Epochtimes)

Kyodo New melaporkan bahwa dengan disahkannya RUU yang berkaitan dengan keamanan Jepang oleh parlemen, Perdana Menteri Shinzo Abe mulai mempersiapkan untuk melakukan reshuffle kabinet yang paling cepat akan terlaksana pada bulan depan.

Karena pemerintah Jepang tidak memperdulikan suara protes rakyatnya dan terus mempromosikan UU Keamanan baru tersebut, diduga pemerintahan Abe akan mendapat kecaman keras publik. Sementara itu, pemilihan parlemen akan diadakan di musim panas tahun depan. Abe terpaksa berfokus pada opini publik. Oleh karena itu ia harus berfokus kembali pada masalah perekonomian.

Meskipun opini dan kritikan publik sulit diprediksi apakah bisa mereda, namun pemerintahan Abe dipastikan akan menghadapi banyak tantangan dari dalam.

Dilaporkan pula oleh Kyodo News bahwa Abe kini sedang mengatur perjalanan kunjungan ke Amerika yang akan dilakukan pada 26 September-2 Oktober 2015. Selain menghadiri sidang Majelis Umum PBB ia juga akan berkunjung ke Jamaika. Setelah pulang ke Jepang ia akan mereshuffling kabinetnya.

Demi stabilitas, beberapa pejabat penting seperti Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan Jepang Taro Aso, Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dan Menteri Negara Revitalisasi Ekonomi Akira Amari akan tetap dipertahankan. Pejabat dari Partai Demokrat Liberal, Sadakazu Tanigaki juga diprioritaskan untuk tetap berada dalam kabinet barunya nanti. (CNA/sinatra/rmat)

Share

Video Popular