Dengan penyebaran crop circle dan fenomena UFO melalui media massa modern, banyak orang yang merasa mudah untuk mengabaikan crop circle ini hanya sebagai kabar hoax.

Ketika Ratu Elizabeth menaruh buku crop circle di daftar bacaan musim panasnya tahun 1989, terjadi lonjakan jumlah crop circle yang menarik, sehingga banyak yang menggembar-gemborkan bahwa hal itu hanyalah kabar hoax semata.

Namun crop circle ternyata bukanlah sebuah tren modern.

Laporan sepanjang sejarah, sebelum istilah “crop circle” berdengung di dunia, tidak berarti bahwa tidak ada penjelasan dari orang pada masa lalu tentang crop circle sepanjang sejarah. Sejak jauh lampau, crop circle memang senantiasa membuat orang terkejut dan bingung dengan “ukiran tanaman” itu selama berabad-abad. Beberapa penjelasan yang diberikan dalam catatan sejarah menunjukkan sebab-sebab alamiah, meskipun ada juga yang menyinggung penyebab supranatural.

Iblis pemotong

Pada tahun 1678, sebuah pamflet berita berjudul “Memotong Iblis: Berita Aneh dari Hertfordshire”, menggambarkan sebuah crop circle di Hertfordshire, Inggris. Laporan itu diterbitkan oleh pendongeng rakyat dari Hertfordshire, WB Gerish pada tahun 1913, dan berbunyi:

“Malam itu, tanaman gandum sang petani seolah-olah terbakar; namun keesokan paginya tampak telah dipangkas dengan begitu rapi oleh setan atau roh neraka, karena tidak ada manusia fana yang mampu melakukan hal seperti itu”.

Sang petani tampaknya telah melihat cahaya terang, seperti nyala api, di lahan pertaniannya pada malam ketika tanamannya dipangkas secara misterius. Laporan ini berlanjut dengan pernyataan sang petani yang terlalu takut untuk mengumpulkan gandum yang telah terpangkas tersebut.

Disebabkan oleh badai?

Dalam jurnal Nature edisi 29 Juli 1880, John Rand Capron menerbitkan sebuah artikel berjudul Storm Effects (Efek Badai) yang menggambarkan crop circle secara rinci.

Bagian dari deskripsinya berbunyi demikian: “Semua ini (crop circle) menyajikan banyak karakter yang sama, yaitu beberapa batang berdiri sebagai pusat, beberapa batang yang tidur dengan kepala mereka diatur cukup merata dalam arah yang membentuk lingkaran di tengah”.

Dia bertanya-tanya apakah ini disebabkan oleh angin siklon. “Badai ini merupakanbagian dari Surrey yang akhir-akhir telah berhembus kencang dalam skala lokal”, menurut catatan Capron.

Peningkatan kesuburan dalam crop circle

Pada 1686, profesor kimia Oxford University, Robert Plot menulis tentang bentuk geometris di ladang pertanian dalam sebuah makalah berjudul A Natural History of Stafforshire.

Dia menulis, “Tanah di bawahnya yang telah sangat diuntungkan dengan materi yang kaya nutrisi, sejak pertama kali terserang (crop circle), sehingga tidak perlu melakukan pemupukan sampai beberapa saat setelahnya”.

Peningkatan kesuburan memang sering dikatakan menjadi karakteristik dari beberapa crop circle di hari ini.

Plot berhipotesis bahwa formasi crop circle itu diciptakan oleh petir atau kekuatan lain selama badai petir. Gary Bobroff, dalam bukunya Crop Circles, Jung, and the Reemergence of the Archetypal Feminine, mencatat: “Hari ini, formasi semacam itu terus ditemukan pada malam setelah badai. Formasi Milk Hill 2001, yang terdiri dari 409 lingkaran individu dan mencakup lahan seluas 1.000 kaki mungkin menjadi contoh terbaik dari korelasi ini”.

Beberapa pihak telah menyarankan bahwa Plot telah menggambarkan apa yang kita ketahui hari ini sebagai crop marks (tanda tanaman), namun bukan crop circle. Crop marks muncul karena kondisi tanah yang berbeda, sering disebabkan oleh struktur pemakaman. Misalnya, dinding penguburan atau parit akan memengaruhi berapa banyak air akan berkumpul di atas permukaan tanah, sehingga memengaruhi kemampuan hidup tanaman untuk berkembang. Hal ini terkadang menyebabkan pola yang tidak biasa pada tanaman.

Pengadilan Henry VIII rayakan crop cirle dengan tarian

John Leyland, seorang penulis sejarah pengadilan Raja Henry VIII menulis tarian tiang bunga tradisional Inggris: “Kami pergi keluar pada jam-jam awal dan kami mempelajari pola yang muncul di atas rumput semalam”.

Karya atau permainan peri

Walter Evans-Wentz mengumpulkan cerita rakyat Celtic dalam bukunya pada 1911: The Fairy Faith in Celtic Countries. Bobroff mencatat bahwa banyak dari deskripsi yang dikumpulkan dari cincin di rumput jelas berhubungan dengan jamur yang tumbuh di formasi cincin dan telah lama dikenal sebagai “peri cincin”. Tetapi beberapa tampaknya berhubungan dengan crop circle, karena mereka jelas menggambarkan tanaman yang mengalami pendataran.

Sebagai contoh, Evans-Wentz menulis: “Kadang-kadang peri membantu manusia dengan pekerjaan mereka, datang pada malam hari untuk membuat bentuk pola putaran pada ladang jagung atau gandum milik para petani”. (Osc/Yant)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds