Akhir bulan lalu, Chad Groeschen (39) merasa mata kirinya sangat gatal ketika sedang bekerja, dan ia pikir mungkin alergi. Keesokannya, ia merasa mata kirinya mulai kabur, dan sehari kemudian penglihatannya semakin parah. Menurut dokter mata setempat, Chad terinfeksi suatu bakteri tersembunyi di dalam lensa kontaknya, dan mata kirinya akan segera mengalami kebutaan. Semua ini adalah akibat mengenakan lensa kontak saat tidur.

Chad adalah seorang arsitek dan pematung seperti dilansir laman “Huffington Post” (21/8). Menurut keterangan  rekannya, Chad sempat ke Cincinnati Eye Institute dan menurut keterangan dokter setempat, mata kirinya  terinfeksi Pseudomonas, bakteri ini dapat berkembang di dalam lensa kontak.

Kemudian dokter memberinya antibiotik untuk melawan infeksi, tetapi bakteri tersebut telah menyebabkan ulkus kornea, mata kirinya akan kehilangan penglihatan. Chad menuturkan kepada wartawan setempat, bahwa kedua kornea pada sepasang matanya itu telah terinfeksi, dan meskipun infeksi itu hilang, namun, jaringan bekas luka yang tertinggal juga dapat merusak penglihatan, artinya saat melihat sesuatu akan tampak seperti ditutupi oleh selapisan kaca buram.

Menurut keterangan dokter terkait, bahwa dokter ahli mungkin akan menggunakan transplantasi kornea untuk memulihkan penglihatannya, dan ini memakan waktu satu tahun.

Melansir laman Fox News, Chad memakai lensa kontak dalam jangka waktu yang panjang, dan membersihkan lensa kontaknya hanya sekali per minggu. Meskipun lensa kontak yang dipakainya itu adalah tipe atau jenis lensa kontak yang diakui oleh US Food and Drug Administration-FDA sebagai lensa kontak yang dapat dipakai tidur, namun American Academy of Ophthalmology memperingatkan, bahwa penggunaan lensa kontak ini meningkatkan risiko infeksi.

Sama seperti Chad, banyak orang Amerika yang tidur sambil memakai lensa kontak. Laporan baru dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC)  atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menemukan bahwa sebanyak 410.000 orang dewasa Amerika memakai lensa kontak, namun, ada sekitar 99% orang yang tidak sehat dari sisi pemakaian, pembersihan atau penyimpanan lensa tersebut.

Kesalahan paling umum adalah tidur sambil memakai lensa kontak (menduduki 50%) atau tidur siang sambil memakai lensa kontak (menduduki 87%). Sementara kesalahan lainnya juga termasuk tidak mengganti lensa kotak, dan mencuci lensa kontak langsung dengan air. Perlu diketahui bahwa semua kekeliruan tersebut akan menyebabkan lensa kontak terinfeksi bakteri yang dapat merusak mata. (jon/ran)

Share

Video Popular