Rabu 9 September lalu, sebuah peristiwa misterius dan ganjil terjadi di siang bolong di California, AS, sebuah benda seukuran kurang lebih dua kali lebih besar dari bola basket yang diiringi dengan (suara) gemuruh seperti mesin pesawat itu tiba-tiba jatuh dari langit, menimpa atap rumah penduduk setempat, hantaman benda misterius itu sangat kuat,  tidak hanya menghancurkan atap rumah, tapi juga merusak mobil yang diparkir di garasi

Menurut penuturan Monica Savath, wanita pemilik rumah yang atap rumahnya dihantam “es meteorit” tersebut, peristiwa itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 11:15, saat itu ia berada di ruang tamu dan sedang berbicara di telepon, tiba-tiba ia mendengar suara seperti gemuruh mesin pesawat jet terbang rendah melintasi rumah warga, tak lama kemudian ia mendengar suara ledakan seperti bom menghantam garasi rumahnya, dan rumahnya juga terguncang akibat ledakan itu.

Savath segera ke garasi mobil dan melihat sebuah lubang besar di atas garasi, sementara itu, es misterius penyebab kecelakaan tersebut dan banyak puing-puing berserakan di tanah, ia mengambil sisa “es” seukuran seperti bola ping-pong, dan mendapati “es-es” itu transparan, tidak berwarna juga tidak berbau, tidak seperti gumpalan air limbah toilet yang jatuh dari atas pesawat sebagaimana diduga oleh sejumlah ahli, karena air limbah toilet akan tercampur dengan bahan pembersih lainnya.

Es meteorit transparan, tidak berwarna juga tidak berbau

Lisa Lawrence, tetangga Savath adalah saksi mata dari peristiwa ganjil itu, saat itu ia tengah asyik merokok di pekarangan rumahnya, ketika samar-samar ia mendengar seberkas desingan aneh mendekat, terlintas dalam benaknya jika itu gemuruh pesawat, pesawat yang terbang terlalu rendah, lalu ia menengadahkan kepalanya mencari tahu arah pancaran suara aneh itu, dan ia melihat sebuah benda seukuran bola basket menimpa atap rumah Savath.

Laurence menuturkan, “Kecepatan jatuhnya gumpalan es batu besar itu pasti sangat cepat, sehingga diiringi dengan suara gemuruh yang keras dan menghancurkan atap rumah, kemudian merusak garasi mobil yang diparkir disana.”

Sementara itu, media lokal juga meminta konfirmasi dari ahli terkait di Badan Meteorologi setempat, apakah benda itu adalah fenomena alam yang disebabkan oleh ketidakstabilan aliran udara? Namun ahli meteorologi mengatakan bahwa ketika itu cuaca cerah, dan suhu tertinggi dengan panasnya yang terik membakar mendekati 40 derajat Celcius, jadi mustahil itu adalah batu es atau materi lainnya, apalagi, jika ada batu es yang sedemikian besar, maka di bawah suhu tinggi seperti itu, batu es juga sudah mencair sebelum mencapai bumi, jadi, tidak akan punya kekuatan sedemikian dahsyat dan menghancurkan atap rumah.

Sehubungan dengan laporan tentang “es meteorit” yang jatuh menimpa rumah warga, US National Weather mengatakan, bahwa tidak ada faktor yang bisa menyebabkan jatuhnya batu es ketika itu, jadi, penyebab jatuhnya batu es besar yang sebenarnya mungkin masih misteri.

Sementara itu, juru bicara dari Federal Aviation Administration, Ian Gregor mengatakan bahwa badan terkait telah mengirimkan penyidik untuk melakukan penyelidikan di rumah Savath, dan FAA tidak akan membuat komentar apapun terkait peristiwa tersebut sebelum laporan investigasi itu keluar. (jon/ran)

https://youtu.be/n3fAGzlUWdI

Share

Video Popular