Dari hasil analisis para sarjana di University of Tokyo, Jepang, ditemukan bahwa skala menderita penyakit dibetes tipe II itu lebih tinggi bagi mereka yang kerap berlebihan tidur pada siang hari, dan mengingatkan orang-orang agar sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terkait jika selalu mengantuk di siang hari.

Laman Fox News menyebutkan, bahwa para peneliti telah menganalisis 10 item atas penelitian terkait di masa lalu, termasuk 260.000 obyek penelitian tersebut, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian tersebut telah dilaporkan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) yang diadakan di Stockholm, Swedia pada Jumat (18/9/2015) lalu.

Penelitian terkait menemukan bahwa secara perbandingan mereka yang selalu mengantuk di siang hari itu jauh lebih tinggi 56% menderita penyakit diabetes daripada mereka yang tidak tidur pada siang hari atau waktu tidur siang yang pendek. Sedangkan proporsi menderita penyakit diabetes bagi mereka yang tidur lebih dari 60 menit pada siang hari itu sekitar 46% lebih tinggi daripada mereka yang tidur siang kurang dari itu.

Karena itu, para peneliti mengingatkan, jika merasa kantuk dan ingin tidur atau punya gejala mengantuk berkepanjangan pada siang hari, maka sebaiknya berhati-hatilah terkait serangan penyakit terkait di atas.

Dr. Tomohide Yamada dari Universitas Tokyo, Jepang, mengatakan bahwa bagi mereka yang punya gejala seperti tersebut di atas sebaiknya segera periksakan diri ke dokter terkait. Namun, ada satu pengecualian—mereka yang baru sembuh dari penyakit akan lebih banyak tidur atau istirahat lebih.

Hasil analisis juga menyebutkan bahwa mereka yang tidur dalam waktu yang lebih singkat pada siang hari, misalnya sekitar 40 menit, maka itu tidak termasuk dalam proporsi mereka yang jauh lebih tinggi menderita penyakit diabetes. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa tidur siang sekitar 30 menit atau kurang dari itu bermanfaat baik bagi tubuh, termasuk dapat meningkatkan kepekaan (organ fisik) dan keterampilan motorik.

Diabetes tipe II adalah suatu penyakit metabolik kronik, yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Di antara penderita penyakit diabetes sekitar 90 – 95% adalah diabetes tipe II. Penyakit ini awalnya tidak mudah dideteksi, hanya merasa kantuk yang luar biasa, selanjutnya jika parah akan timbul gejala awal, misalnya banyak minum, banyak makan, sering berkemih, mudah lelah, selain itu juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti misalnya penyakit terkait kardiovaskular, mata, ginjal dan saraf.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular