Keterangan gambar: Dokter rumah sakit di kota Aleppo sedang menyelamatkan bayi perempuan yang kepalanya bersarang pecahan bom ketika dalam kandungan. (video screeshot)

Oleh: Luo Dongping

Perang saudara terus berkecamuk di Suriah menyebabkan sebagian besar penduduk mempertaruhkan hidup mereka dengan menyeberangi laut ganas untuk mencari suaka di Eropa. Beberapa waktu lalu, kepala dari seorang janin perempuan bersarang pecahan bom sehingga tim dokter terpaksa melakukan caecar untuk menolongnya. Beruntung pecahan yang nyangkut sedikit di atas kelopak mata kirinya itu bisa dikeluarkan dokter. Dan bayi perempuan yang selamat ini kemudian diberi nama ‘Bayi Harapan’.

Perang saudara sejak 2011 terus berkobar di kota terbesar Suriah Aleppo. Baru-baru ini seorang ibu hamil dan 3 anak-anak mengalami luka akibat ledakan bom di tempat yang tidak jauh dari mereka. Dokter rumah sakit kota Aleppo menemukan kepala janin yang dikandung wanita hamil itu bersarang pecahan bom dan segera melakukan pembedahan darurat.

Janin perempuan yang terpaksa dilahirkan dengan cara caecar itu kelihatan seperti sudah tidak bernyawa. Sepotong pecahan bom tertancap di dahi kiri dekat kelopak matanya berhasil dikeluarkan dokter. Tak lama setelah saluran pernapasan dibersihkan, tubuh bayi itu diurut-urut secara berhati-hati. Suara tangisan pun meruntuhkan ketegangan dokter dan perawat yang memberikan bantuan.

Bayi tersebut sudah selamat, ibu beserta ketiga anak yang terluka itu juga sudah bebas dari bahaya. Dokter yang gembira ltu lalu menyarankan ibu dari bayi perempuan untuk memberinya nama Amal yang dalam bahasa Arab berarti harapan.

Rekaman video yang di-upload pihak rumah sakit ke YouTube menyentuh hati banyak pengguna, mereka ikut bersukacita atas terselamatkannya ibu dan anak, juga memberikan apresiasi atas kemampuan mamajemen krisis para dokter rumah sakit.

Perang saudara yang berkecamuk di Suriah sejak Maret 2011 silam, sudah menyebabkan tidak kurang dari 320.000 orang penduduk tewas, lebih dari 4 juta warga meninggalkan kampung halaman. Para pengungsi ini mempertaruhkan nyawa mereka untuk bisa mencapai benua Eropa, benua yang diharapkan dapat memberikan kehidupan baru. Namun banyak pengungsi yang tewas karena kapal yang mereka tumpangi karam di tengah laut. Di antaranya tidak sedikit yang masih anak-anak. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular