Keterangan gambar: Perusahaan Pertambangan Batubara terbesar Australia New Hope Corp. sedang rencana untuk mengalihkan usahanya ke bidang peternakan sapi. (foto New Hope Corp.)

Oleh: Zhang Dongguang

Jatuhnya harga komoditas mendesak perusahaan pertambangan berpikir untuk membagi resiko usaha. Sebuah perusahaan penambangan batubara publik terbesar di Australia New Hope Corp. sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan usahanya ke bidang peternakan sapi dan pengembangan perumahan.

Wall Street Journal melaporkan bahwa dengan menurunnya permintaan batubara dari perusahaan Tiongkok, sebagian penambang Australia sudah mulai beralih ke penambangan tembaga yang lebih menjanjikan, atau menjual seluruh tambang yang belum dimanfaatkan. Perusahaan New Hope Corp. karena memiliki 15.000 hektar lahan di bagian timur Australia yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, maka perusahaan berencana mengolahnya untuk mencapai tingkat pengembalian investasi yang diharapkan.

CEO perusahaan New Hope Corp. yang sudah mulai mengalami kerugian usaha pada paro tahun ini, Shane Stephan mengatakan bahwa di saat harga batubara sangat rendah seperti sekarang ini, semua perusahaan penambangan baru akan mengalami kesulitan yang tinggi dalam penyelamatan usaha. Meskipun perusahaan tidak percaya bahwa harga batubara akan tertekan selamanya.

Dibandingkan dengan usaha penambangan, harga jual daging sapi justru melonjak akibat menguatnya permintaan dari perusahaan pengimpornya di Amerika. Ditambah lagi naiknya permintaan dari Australia sendiri dan Asia Utara (termasuk Tiongkok). Disamping beberapa negara ekonomi utama menandatangani perjanjian perdagangan bebas, maka harga daging sapi masih bisa cukup lama untuk bertahan di atas.

Perusahaan New Hope Corp sejak beberapa tahun terakhir sudah beternak sekitar 2.500 ekor sapi di bekas lahan tua mereka. Shane Stephan percaya bahwa peternakan sapi mampu memberikan keuntungan yang diharapkan kepada perusahaan. Ia yakin perusahaannya dalam waktu 10 tahun ke depan besar kemungkinan akan cenderung untuk tidak membuka tambang baru di lahan mereka yang belum dimanfaatkan.

Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan untuk mencari keuntungan dari mengolah aset yang ada. Paada tahun 2010, perusahaan telah menjual perusahaan gas batubara (CBM) Arrow Energy milik mereka dan menghasilkan keuntungan hingga USD. 234 juta.

Dalam hal usaha penambangan batubara, Stephan mengatakan bahwa perusahaan masih menyediakan dana operasi sebesar USD.1.1 miliar untuk itu, bahkan perusahaan masih optimis untuk bisa memperluas skala penjualan batubara hingga 3 kali lipat dari produksi sekarang yang 6 juta metrik ton. Bila kesempatan memihak, perusahaan juga berkeinginan untuk mengambil alih perusahaan penambangan batubara yang sekarang berada di bagian timur Australia. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular