Kong Fen adalah pejabat muda yang berasal dari Dinasti Han Timur, sejak kecil sudah sangat jujur dan tak silau harta. Pada masa kaisar Guangwu terjadi peperangan, Kong Fen sekeluarga mengungsi ke daerah perbatasan barat, tidak berapa lama kemudian dia diangkat menjadi pejabat yang bertanggung jawab di wiliyah perbatasan barat Guzang.

Pada saat itu, wilayah perbatasan barat Guzang adalah wilayah yang paling stabil dan makmur, orang yang tinggal di sini memiliki banyak tabungan. Sedangkan Kong Fen secara resmi menjabat di wilayah ini selama empat tahun, hartanya sama sekali tidak meningkat. Pada masa itu keamanan dunia belum stabil, banyak pejabat telah mengejek Kong Fen, mengatakan dia tinggal dan menjabat di tempat yang begitu kaya tetapi dia sendiri tidak tahu menemukan cara untuk membuat dirinya makmur.

Tetapi Kong Fen masih tetap ketat menjaga moralnya, anti gratifikasi apalagi suap, dalam kehidupan sehari-hari dia sangat hemat, melayani ibunya penuh perhatian dan sangat berbakti, dirinya dan istrinya serta anak-anak makan makanan yang sederhana, memberikan kepada ibunya makanan yang terbaik. Karena Kong Fen sangat berbakti dan bermoral baik, maka atasannya sangat menghormatinya.

Setelah peperangan selesai, negara dalam keadaan damai, para pejabat di perbatasan barat diperintahkan kembali ke ibukota, barang-barang dan harta mereka diangkut dengan puluhan kendaraan, sepenuhnya memblokir seluruh jalan, hanya Kong Fen yang tidak ada barang dan harta, hanya mereka sekeluarga yang naik satu kendaraan. Melihat hal ini, penduduk setempat mengatakan: “Kong Fen adalah seorang pejabat yang bersih, mencintai rakyat dan berbudi luhur, seluruh penduduk kota ini berutang budi padanya, dan sekarang dia sudah hendak meninggalkan tempat ini, kenapa kita tidak membalas kebaikannya?”

Dengan demikian, rakyat secara spontan mengumpulkan ternak sapi, kuda, hasil panen dan harta mereka, mengejar Kong Fen yang sudah pergi ratusan mil, Kong Fen hanya berterima kasih kepada mereka dan tidak menerima satupun pemberian mereka.

Sampai di ibukota, Kong Fen dipromosikan sebagai kepala kepolisian. Suatu hari, kawanan perampok membunuh pejabat di pemerintahan, takut dikejar oleh pasukan Kong Fen, mereka sengaja menangkap istri dan anak Kong Fen sebagai sanderanya. Kong Fen hanya mempunyai seorang putra, tetapi dia demi menegakkan keadilan, dalam situasi ini, masih tidak mau menyerah kepada kawanan perampok yang merugikan masyarakat.

Pejabat lokal dan penduduk terkesan oleh perbuatannya, semua mencoba untuk membantu dan mendukung dia. Akhirnya kawanan perampok tidak ada jalan melarikan diri, mendorong istri dan dan anak Kong Fen ke depan sebagai penahan serangan, namun penduduk membantunya, akhirnya kawanan perampok tewas terbunuh. Setelah Kaisar mengetahui masalah ini, khusus mengutusnya menghadap dan memberi pujian kepadanya, serta dipromosikan sebagai sebagai panglima.

Setelah Kong Fen menjabat sebagai panglima, benar-benar sangat bijaksana mengambil keputusan berani menghukum orang yang berbuat kejahatan dan terhadap orang yang berbuat kebajikan dia mencintai mereka sebagai saudaranya, melihat perbuataannya yang sangat terpuji, semua penduduk berusaha meningkatkan moral mereka, sehingga seluruh negeri dalam keadaan stabilitas dan damai, dia menjadi pahlawan di hati seluruh rakyat.

Menjadi seorang pejabat yang tidak korup, menjunjung kebenaran, semua demi kepentingan rakyat selain mengumpulkan pahala juga disayangi dan dipuji oleh rakyat.

Orang modern sekarang mungkin berpikir bahwa Kong Fen sangat bodoh, itu karena kemerosotan moral orang modern, tidak mampu memahami alam pikiran orang yang lurus. Sebenarnya sebagai manusia dan sebagai pejabat harus bersifat seperti Kong Fen “menjunjung tinggi keadilan tidak khawatir menjadi miskin”, berupaya keras melatih perilaku etis diri mereka sendiri, kemampuan dan integritas, sehingga di mata dunia dan langit dapat hidup dengan layak, terhormat, bermartabat.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular